Musik

Elvis Pilih Ayam Tanpa Tulang: Pengaruhnya pada Tren Makanan Kekinian

Elvis Pilih Ayam Tanpa Tulang: Pengaruhnya pada Tren Makanan Kekinian
Elvis Pilih Ayam Tanpa Tulang: Pengaruhnya pada Tren Makanan Kekinian

Elvis Presley. Nama yang satu ini memang nggak ada matinya. Puluhan tahun berlalu sejak kepergiannya, tapi kita masih aja ngomongin soal dia. Mulai dari musik, gaya berpakaian, sampai makanan favoritnya. Nah, soal makanan ini, ada satu fakta unik yang mungkin belum banyak yang tahu: Elvis ternyata ogah makan ayam kalau masih ada tulangnya! Iya, se-ogah itu sama tulang ayam. Kira-kira, kenapa ya?

Trauma Masa Kecil atau Gaya Hidup Sultan?

Kita semua tahu, Elvis itu the King. Apa yang nggak bisa dia dapatkan? Mungkin, saking kayanya, dia nggak mau repot makan ayam yang masih ada tulangnya. Tapi, ada juga yang bilang kalau keengganan Elvis sama tulang ayam ini berasal dari masa kecilnya. Konon, waktu kecil dia pernah keselek tulang ayam, dan sejak itu jadi trauma. Mana yang benar? Entahlah, cuma Elvis yang tahu jawabannya. Tapi yang jelas, fakta ini bikin kita bertanya-tanya: apakah ini cuma gaya hidup seorang superstar, atau ada kisah tersembunyi di baliknya?

Informasi ini datang dari Mary Jenkins Langston, koki yang bertanggung jawab atas sandwich selai kacang dan pisang ikonik Elvis, dan penulis memoar yang sudah tidak dicetak berjudul "Elvis, Memories Beyond Graceland Gates." Menurut Langston, Elvis benar-benar tidak suka ayam bertulang, dan dia juga lebih suka dipotong menjadi potongan-potongan kecil. Kedengarannya seperti dia akan menjadi penggemar nugget ayam jika mereka lebih dikenal saat itu - meskipun item ini ditemukan oleh seorang ilmuwan makanan pada tahun 1963, baru pada tahun 80-an itu dipopulerkan oleh McDonald's. Dia mungkin juga menikmati ayam popcorn, tetapi hidangan ini memulai debutnya di pasar malam Taiwan pada tahun 1979 (dua tahun setelah kematiannya) dan tidak mencapai AS sampai KFC mulai menjualnya pada tahun 90-an.

Ayam Tanpa Tulang: Simbol Status atau Manja?

Di satu sisi, kita bisa melihat ini sebagai simbol status. Elvis adalah seorang raja, dan raja nggak perlu repot-repot misahin daging dari tulang. Tinggal hap, langsung masuk mulut. Tapi, di sisi lain, ada juga yang bilang kalau ini menunjukkan sisi manjanya Elvis. Mungkin, dia terbiasa dilayani sejak kecil, jadi nggak mau ribet sama hal-hal kayak tulang ayam. Ibaratnya, kalau main game, dia selalu pakai cheat biar langsung menang. Nggak mau susah payah kayak pemain biasa.

Kebiasaan aneh Elvis ini sebenarnya menunjukkan bahwa bahkan seorang legenda pun punya kebiasaan dan preferensi yang nggak biasa. Kita seringkali memandang selebritas sebagai sosok yang sempurna, tapi di balik itu, mereka juga manusia biasa dengan segala keunikan dan keanehannya. Jadi, lain kali kalau kamu lagi makan ayam tanpa tulang, ingatlah Elvis. Siapa tahu, kamu punya kesamaan dengan sang raja.

Ribs Juga Haram Kalau Ada Tulangnya?

Meskipun ogah makan ayam bertulang, Elvis konon doyan banget sama ribs. Lho, kok bisa? Bukannya ribs juga ada tulangnya? Nah, ini dia yang menarik. Menurut Salon, Mary Jenkins Langston bilang kalau Elvis nggak suka makanan apa pun yang ada tulangnya. Tapi, ada juga cerita kalau dia sering pesan ribs dari restoran di Tennessee bernama Charlie Vergos' Rendezvous. Mungkin, ribs di sana saking empuknya, sampai dagingnya langsung copot dari tulang. Jadi, stafnya tinggal bersihin tulangnya dulu sebelum dikasih ke Elvis. Atau mungkin, Elvis punya standar ganda? Ayam nggak boleh ada tulang, tapi ribs masih bisa ditoleransi asal dagingnya super empuk.

Ribs yang dipesan dari Charlie Vergos' Rendezvous ini mungkin jadi pengecualian. Atau mungkin, stafnya punya trik khusus buat ngilangin tulang dari ribs tanpa mengurangi kenikmatannya. Yang jelas, ini menunjukkan bahwa selera makan Elvis itu kompleks dan penuh misteri. Nggak bisa cuma dilihat dari satu sisi aja.

Menu Nikahan: Fried Chicken Jadi Primadona

Terlepas dari segala keanehannya soal tulang ayam, Elvis ternyata tetep cinta mati sama fried chicken. Buktinya, fried chicken jadi salah satu menu utama di pernikahannya sama Priscilla tahun 1967. Menu lainnya juga nggak kalah mewah, ada oysters Rockefeller, roast suckling pig, lobster, champagne, dan kue enam tingkat. Kombinasi yang unik antara makanan rumahan dan makanan mewah. Sebulan setelah nikahan, mereka bikin resepsi kedua di Graceland. Kemungkinan besar, di resepsi ini juga disediain makanan kesukaan Elvis yang tanpa tulang. Biar para tamu nggak repot kayak dia.

Pernikahan Elvis dan Priscilla ini memang ikonik. Tapi, yang lebih menarik adalah menu makanannya. Fried chicken, sebagai makanan sederhana yang merakyat, bersanding dengan makanan mewah lainnya. Ini menunjukkan bahwa Elvis tetaplah seorang pria sederhana dari Selatan, meskipun sudah jadi superstar dunia.

Chicken Nugget dan Popcorn Chicken: Andai Elvis Masih Hidup...

Kalau aja Elvis masih hidup sekarang, mungkin dia bakal seneng banget sama chicken nugget dan popcorn chicken. Dua makanan ini kan nggak ada tulangnya, praktis, dan enak. Chicken nugget sendiri sebenarnya udah ditemukan sejak tahun 1963, tapi baru populer di tahun 80-an berkat McDonald's. Sementara popcorn chicken baru muncul di Taiwan tahun 1979, dua tahun setelah kematian Elvis, dan baru masuk Amerika di tahun 90-an. Bayangin aja, kalau Elvis nyobain dua makanan ini, mungkin dia bakal langsung jatuh cinta dan mesen setiap hari. Siapa tahu, dia bahkan bisa jadi brand ambassador chicken nugget atau popcorn chicken. Kan lumayan, bisa nambah pundi-pundi kekayaan.

Kita nggak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi kalau Elvis masih hidup. Tapi yang jelas, dia pasti bakal jadi sosok yang relevan dan berpengaruh sampai sekarang. Musiknya, gayanya, dan bahkan selera makannya, akan terus jadi inspirasi bagi banyak orang. Jadi, mari kita terus mengenang Elvis, sang raja yang ogah makan ayam bertulang.

Warisan Sang Raja: Lebih dari Sekadar Musik dan Gaya Rambut

Warisan Elvis Presley itu jauh lebih dari sekadar musik dan gaya rambut ikoniknya. Dia adalah simbol dari sebuah era, sebuah revolusi budaya, dan sebuah gaya hidup. Bahkan kebiasaan makannya yang aneh pun jadi bagian dari warisannya. Ini menunjukkan bahwa seorang legenda nggak harus sempurna. Justru, keanehan dan ketidaksempurnaan itulah yang bikin dia jadi manusiawi dan relatable. Jadi, lain kali kalau kamu lagi makan ayam tanpa tulang, ingatlah Elvis. Dan ingatlah bahwa jadi diri sendiri itu lebih penting daripada jadi sempurna.

Redaksi Tujuhcahaya

Media house digital independen yang mengeksplorasi jurnalisme investigatif, teknologi, kultur urban, musik, dan dinamika sosial masyarakat modern berpedoman pada standar jurnalisme berkualitas.