Pertanyaan itu muncul lagi setiap tanah bergetar. Kenapa Indonesia sering gempa? Jawabannya sederhana: rumah kita berdiri di atas pertemuan banyak lempeng tektonik aktif, bagian dari Ring of Fire. Gempa Flores magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 kemarin cuma salah satu contohnya, dan BMKG mencatat ribuan gempa susulan sampai sekarang.
Kenapa Indonesia sering gempa
Bumi itu nggak diam. Kerak bumi terpecah jadi lempeng-lempeng besar yang geraknya pelan banget, tapi terus. Di Indonesia, beberapa lempeng ini saling bertemu, ada yang bertabrakan, ada yang menunjam ke bawah lempeng lain. Proses penunjaman itu namanya subduksi. Ketika energi yang tersimpan di zona tersebut dilepas mendadak, terjadilah gempa.
BMKG menyebut ada sejumlah zona subduksi di sekitar kita, mulai dari zona Sunda, Banda, utara Sulawesi, Laut Maluku, sampai utara Papua. Zona-zona itu juga bisa memicu patahan aktif di sekitarnya. Itulah kenapa gempa bisa datang dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, sampai Papua. Karena sumbernya beda-beda, gempa di Aceh, Flores, atau Sulawesi Tengah nggak selalu punya penyebab geologi yang sama.
Megathrust itu apa
Istilah megathrust beberapa tahun terakhir sering muncul tiap ada diskusi soal gempa besar. Megathrust itu bagian dangkal dari zona subduksi dengan sudut penunjaman yang relatif landai. Contoh yang paling sering dibahas: Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di sebelah barat Sumatra.
Perlu digarisbawahi, megathrust bukan nama satu gempa tertentu. Istilah itu merujuk ke sumber gempa, bagian dari zona subduksi. Gempa Flores M7,7 dan gempa Teluk Tomini M6,2 di Sulawesi Tengah punya mekanisme berbeda, salah satunya dipicu deformasi batuan di dalam lempeng.
Apakah gempa besar bakal segera datang
Belum tentu, dan orang yang mengaku bisa memprediksi waktunya patut dicurigai. Sampai hari ini, waktu pasti gempa belum bisa diprediksi secara akurat. Keberadaan zona megathrust itu potensi yang perlu diwaspadai, bukan ramalan kapan pasti terjadi. Istilah ini sering bikin orang panik, padahal gempa-gempa kecil yang sering terjadi bukan pertanda gempa raksasa otomatis menyusul.
Lalu kenapa gempa bisa berulang? Setelah gempa utama, batuan di sekitar sumbernya butuh menyesuaikan diri, makanya muncul aftershock. Gempa Flores sampai 21 Agustus saja sudah memicu 4.258 gempa susulan. Tapi gempa di lokasi berbeda dalam waktu berdekatan belum tentu saling berkaitan, karena sumber gempa kita memang banyak.
Yang bisa kita lakukan
Daripada panik tiap dengar kata megathrust, lebih baik siap-siap. Mulai dari hal sederhana: kenali jalur evakuasi di lingkungan rumah, tahu titik kumpul, pastikan bangunan cukup aman, dan ikuti info resmi dari BMKG atau BNPB. Jangan gampang percaya pesan berantai yang mengklaim tahu tanggal gempa besar, itu nggak punya dasar ilmiah.
Indonesia memang hidup berdampingan dengan lempeng yang aktif. Gempa jadi bagian dari dinamika alam yang harus dihadapi, dan yang bisa kita kontrol adalah kesiapan. Begitu gempa datang, tetap tenang dan utamakan keselamatan.



