Bayangkan skenario lumrah di akhir pekan: Anda baru saja menyeduh secangkir kopi hangat, meregangkan otot punggung setelah sepekan digilas tenggat pekerjaan, lalu menyalakan komputer dengan niat luhur bernostalgia mengayunkan pedang bersama android 2B di dunia distopia Nier: Automata. Anda mengeklik tombol Play di etalase Steam, mengharapkan denting musik orkestra yang merdu segera menyapa telinga. Namun alih-alih masuk ke menu utama, layar monitor Anda mendadak memuntahkan jendela peringatan berwarna merah pekat bertuliskan ruang penyimpanan tidak mencukupi.

Anda mengerjapkan mata, memeriksa sisa kapasitas drive komputer, lalu mengira mata Anda salah membaca digit angka. Pembaruan teranyar untuk game rilisan tahun 2017 itu ternyata menuntut alokasi ruang penyimpanan sebesar 366 gigabita. Angka fantastis yang sanggup membikin kartu memori SSD berkapasitas 512 gigabita milik gamer kelas menengah langsung menjerit histeris minta tolong.

Kejadian janggal yang melanda komunitas PC internasional ini bukan rekaman suntingan lelucon di forum Reddit. Sebagaimana dicatat dalam laporan PC Gamer pekan ini dan pengumuman darurat di laman komunitas resmi Steam, sang penerbit raksasa Square Enix mengonfirmasi adanya kesalahan teknis anomali pascapembaruan terkini yang menyebabkan instalasi Nier: Automata membengkak gila-gilaan jauh melampaui ukuran aslinya. Pihak penerbit menyatakan tengah melakukan investigasi mendalam dan meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut sembari berjanji merilis tambalan darurat secepat mungkin.

Padahal sejak pertama kali menyihir jagat video game dunia lewat narasi eksistensial gubahan sutradara Yoko Taro, instalasi Nier: Automata di komputer hanya memakan ruang sekitar 50 gigabita. Lonjakan ukuran lebih dari tujuh kali lipat dalam semalam ini sontak memaksa para pemain di berbagai belahan dunia kelabakan membongkar isi kandar penyimpanan mereka, menghapus rekaman video lama hingga mencopot instalasi game lain demi menampung berkas pembaruan yang mendadak berbobot bak gajah bengkak.

Karakter android 2B dalam game Nier Automata dengan latar reruntuhan kota distopia futuristik
Karakter android 2B dalam game Nier Automata dengan latar reruntuhan kota distopia futuristik

Meskipun Square Enix berdalih bahwa insiden ini murni merupakan malafungsi kompresi berkas, anomali 366 gigabita tersebut menyodorkan sentilan psikologis yang sangat menakutkan bagi masa depan industri game. Di balik tawa kecut komunitas melihat bug aneh tersebut, terselip kesadaran pahit bahwa kerakusan ukuran instalasi game modern memang sedang melaju ke titik yang tidak masuk akal.

Kita kini hidup di tengah iklim industri di mana game berbujet triliunan kerap ketar-ketir menghadapi ekspektasi pemain, namun ironisnya tetap malas melakukan efisiensi data. Judul-judul tembak-menembak populer seperti Call of Duty belakangan ini sudah terbiasa merampok ruang penyimpanan di atas 200 gigabita hanya demi menampung tekstur resolusi tinggi dan bundel kostum karakter yang tak pernah diminta pemain. Bahkan simulator penerbangan tempur DCS World sempat mencatatkan rekor instalasi hingga 250 gigabita. Para eksekutif studio seakan bersepakat bahwa beban penghematan ruang penyimpanan bukan lagi tugas juru rekayasa piranti lunak mereka, melainkan urusan nasib konsumen yang dipaksa merogoh kocek untuk membeli drive penyimpanan baru setiap tahun.

Bagi para pemain di tanah air yang masih mengandalkan koneksi internet rumah berkecepatan pas-pasan atau mengandalkan kuota seluler, ukuran berkas ratusan gigabita adalah mimpi buruk logistik. Mengunduh data sebesar itu membutuhkan waktu berhari-hari, lengkap dengan kekhawatiran sambungan terputus di tengah jalan. Keangkuhan korporasi dalam memperlakukan ruang penyimpanan pemain ini senada dengan kejengkelan gamer saat mendapati penerbit game pelit memperlakukan katalog lawas di layanan sewa daring mereka. Konsumen diminta terus membayar dan berkorban ruang, sementara penyedia layanan makin santai melempar tanggung jawab optimasi ke pundak pembeli.

Square Enix barangkali bakal menuntaskan tambalan darurat ini dalam beberapa hari ke depan dan mengembalikan bobot instalasi Nier: Automata ke kisaran 50 gigabita yang bersahabat. Namun kepanikan massal ini sudah cukup memberi kita bocoran getir perihal masa depan industri game. Jika kebiasaan studio malas memampatkan berkas terus dinormalisasi, jangan kaget bila dalam kurun waktu lima tahun mendatang, syarat minimum untuk memainkan sebuah game petualangan bukan lagi urusan spesifikasi prosesor, melainkan kewajiban menyewa satu unit server mini di kolong meja kamar Anda.