Mendengar kabar tentang blackened doom metal yang lahir dari hamparan luas dan sunyi tanah Kanada, apalagi jika inspirasinya merujuk pada kota hantu dan lanskap tak berujung, adalah sebuah undangan yang sulit ditolak. Northern Graves, proyek yang berawal dari Damian Smith dari Altars of Grief, berhasil mengukir debut mereka, Derelict Heart, dengan nuansa yang begitu kental akan kehampaan dan keputusasaan yang digoreskan di atas kanvas metal yang kelam. Ini bukan sekadar gabungan dua genre; ini adalah sebuah eksplorasi atmosferik yang mendalam, sebuah perjalanan sonik melintasi lanskap yang ditinggalkan, di mana kesunyian berbicara lebih keras daripada teriakan. Rasanya seperti menemukan sebuah artefak langka dari masa lalu yang terlupakan, terbungkus rapi dalam balutan riff yang memekakkan telinga dan nuansa yang dingin membekukan.
Kelahiran Derelict Heart dari rahim proyek solo Damian Smith tak pelak mewarisi beberapa elemen khas Altars of Grief. Namun, label "blackened" pada Northern Graves bukanlah sekadar hiasan; ia adalah inti dari identitas mereka. Perpaduan antara kegelapan yang merasuk dari genre doom metal dengan keganasan dan kehampaan black metal menciptakan sebuah entitas sonik yang unik. Bayangkan duet maut antara Arctos dan Altars of Grief, lahir di tengah-tengah gurun pasir yang tak berujung, inilah kira-kira gambaran kasar dari kekuatan yang terpancar dari Derelict Heart. Branson Heinz di balik drum dan Roman Chester di jalur bass menghadirkan fondasi ritmis yang kokoh dan penuh semangat, seperti mesin yang tak kenal lelah berlari melintasi padang rumput yang tandus. Andrew Caruana, yang menemani Smith di sektor guitars, memainkan setiap nada dengan agresi yang terkendali, sesekali menyisipkan sentuhan tremolo picking yang tajam, melengkapi deru vokal yang serak, menggeram, dan melengking dalam harmoni yang aneh namun memukau. Kehadiran Smith sendiri di balik vokal, ditambah sentuhan keys dari Caruana, menambahkan lapisan-lapisan kompleksitas yang membuat lanskap suara ini semakin kaya dan menggoda.
Hasilnya adalah sebuah karya metal yang lebih condong ke arah blackened daripada doom murni, dan justru di situlah letak kekuatannya. Trek pembuka, "Endless," langsung menghantam pendengar dengan riff yang menghentak dan vokal yang merangsek, menciptakan intro yang kuat dan penuh energi. Unsur-unsur doom tetap terasa melalui sentuhan gitar akustik, solo yang melankolis, dan atmosfer kegelapan yang pekat. Northern Graves berhasil membangkitkan gambaran padang rumput Saskatchewan yang luas dan kosong dengan sangat meyakinkan. Lagu "Derelict Heart" menjadi mahakarya di album ini, sebuah pembakaran lambat yang dimulai dari kedalaman doom sebelum akhirnya mencapai klimaks blackened yang indah. Vokal Smith dan Caruana terdengar megah, sementara permainan drum Heinz mencapai puncaknya dalam kegilaan yang terkendali. Guitars seolah membungkus pendengar, membawa mereka tersesat di kota-kota hantu. Di momen-momen yang lebih tenang, alunan vokal yang terdengar jauh dan orkestrasi halus menciptakan suasana yang dingin, mencekam, namun juga menginspirasi. Ini adalah lagu yang secara menakjubkan indah, sebuah demonstrasi sempurna dari perpaduan black metal, doom metal, dan inspirasi unik yang mendefinisikan Derelict Heart dan Northern Graves. Bahkan trek non-metal, "Keeper of the Plains," memiliki fungsi krusial dalam membangun atmosfer yang sangat spesifik, menegaskan bahwa Derelict Heart lebih dari sekadar gabungan dua sub-genre; ia adalah sebuah entitas yang berdiri sendiri.
Produksi yang Menggugah, Namun Tidak Sempurna
Dari sisi produksi, Derelict Heart terdengar jernih dan penuh energi, namun tak luput dari beberapa cacat kecil yang patut dicatat. Pertama, level drumming terasa sedikit terlalu dominan, bahkan terkadang mengganggu. Heinz memang seorang drummer yang brilian dan kontribusinya terhadap energi album ini sangat signifikan, memberikan kekuatan dan kehadiran yang kuat. Namun, kehadirannya yang berlebihan, terutama pada lagu "Lanterns," sedikit mengurangi kenikmatan. "Lanterns" sendiri adalah lagu yang indah, lebih condong ke sisi doom metal dengan passage yang lambat dan melankolis, dihiasi melodi orkestral, duet vokal bersih dan serak, serta riff yang memukau. Sayangnya, blast beat drum yang begitu keras di dalam mix terasa mengalihkan perhatian. Cacat kedua terletak pada lagu penutup, "Hazard," sebuah cover dari Richard Marx. Meskipun berhasil diadaptasi dengan nuansa blackened yang sesuai dengan gaya Northern Graves, lagu ini kurang efektif sebagai penutup album, terutama setelah keindahan dahsyat dari lagu tituler. Dengan atmosfer yang lebih tenang, lebih banyak vokal bersih, dan nuansa yang berbeda dari sisa album, cover ini terasa janggal, walau tetap saja tidak bisa dipungkiri bahwa keahlian dan semangat Northern Graves dalam mengolahnya patut diapresiasi.
Northern Graves telah menemukan suara mereka di tengah lautan blackened doom metal yang luas dengan Derelict Heart. Album ini mungkin tidak selalu terasa melankolis atau bahkan sangat muram, tetapi ia berhasil membangkitkan gambaran kebesaran alam liar yang terpencil dengan kekuatan yang luar biasa. Ini adalah pengalaman yang kuat dan berkesan, yang terasa begitu personal dan menyentuh. Menunggu karya selanjutnya dari mereka adalah sebuah keniscayaan.
Rating: 3.5/5.0
DR: 8 | Format Reviewed: 320 kb/s mp3
Label: Meuse Music
Websites: northerngraves.bandcamp.com | facebook.com/northerngraves
Releases Worldwide: April 17th, 2026
Give in to Your Anger:



