Dunia fighting game itu seharusnya adem ayem, penuh persaudaraan. Tapi ya namanya juga hidup, pasti ada aja oknum yang hobinya bikin rusuh. Kali ini, Bandai Namco—ibarat hansip komplek—turun tangan menertibkan beberapa “warga” yang kelakuannya meresahkan.
Bandai Namco Gebuk Oknum Pengaturan Skor di Tekken World Tour
Bandai Namco baru saja mengumumkan sanksi tegas: larangan berpartisipasi bagi beberapa penyelenggara turnamen di Tekken World Tour (TWT). Alasan? Mereka diduga melanggar aturan Tekken 8 Dojo dengan “mendorong perilaku kolusif yang bertujuan mengamankan kemenangan pemain tertentu.” Wah, parah juga ya.
MEA3, wilayah yang meliputi Timur Tengah serta Afrika Utara dan Timur, menjadi sorotan utama. Biang keroknya disinyalir adalah mereka yang berada di balik acara Next Level Esports di Irak, meskipun turnamen TIQ Dojo juga ikut kena getahnya dan semua poinnya ditarik.
Akibatnya, para penyelenggara nakal ini dilarang permanen dari Tekken World Tour dan EMEA Tekken Cup. Ibaratnya, mereka di-ban dari server dan nggak boleh ikut main lagi.
Pemain yang diduga diuntungkan dari praktik curang ini adalah Musashi, yang mungkin namanya kurang familiar di telinga kita. Sekarang, doi sudah ganti nama kompetitif jadi NES|Najim. Bandai Namco belum secara eksplisit menyebutkan apakah Musashi/Najim juga termasuk dalam daftar hitam atau tidak. Jadi, masih abu-abu nih nasibnya.
Kabar baiknya, yOReDz dari Kuwait kini berhak menerima undangan MEA3 ke Final Tekken World Tour 2025 yang akan digelar akhir Januari. Selamat ya, bro! Akhirnya Ling Xiaoyu bisa tampil di TWT Finals.
Alhamdullah 😊❤️
Finally I'm here
Qualified to TWT Finals!
Ling Xiaoyu in TWT Finals 😭😭#TEKKEN8 #LingXiaoyu #Xiaoyu https://t.co/vxUAFUbAWE pic.twitter.com/auY1wipYiC— yOReDz 🇰🇼 (@yOReDz_TK) December 12, 2025
Dojo, Ladang Amal atau Ladang Curang?
Event Dojo seharusnya menjadi cara TWT mendukung komunitas lokal di seluruh dunia. Pemain bisa mengumpulkan poin untuk lolos ke final tanpa harus keluar banyak uang untuk ikut turnamen besar. Ibaratnya, Dojo ini shortcut buat jadi pro.
Modus operandinya belum diungkap, tapi kemungkinan besar adalah manipulasi jumlah peserta. Soalnya, pemenang Dojo dengan 96+ peserta dapat 150 poin, sementara 64+ dapat 100, 48+ dapat 70, dan seterusnya. Jadi, makin banyak peserta, makin gede poinnya. Mirip sistem ranking di kampus, tapi ini versi Tekken.
Meski langkah Bandai Namco ini patut diapresiasi, sebagian komunitas merasa masih banyak yang perlu dibenahi. Ibarat bersih-bersih rumah, baru nyapu doang, belum ngepel.
Beberapa komentar menuding praktik serupa juga terjadi di wilayah Oceania dan bahkan Amerika Selatan. Namun, tudingan ini belum bisa diverifikasi kebenarannya. Jadi, masih sebatas rumor ya, gaes.
Thank you for looking into this. There are other regions known for cheating and inflating numbers too please take a look at the OCE and South American regions— Bobby (@BobbyBadinga) December 12, 2025
Dampak Jangka Panjang: Aturan Makin Ketat?
Sistem Dojo yang unik ini seharusnya jadi angin segar buat komunitas lokal. Sayangnya, ada aja oknum yang memanfaatkan niat baik ini demi keuntungan pribadi. Jadi, mirip pinjol ilegal yang memanfaatkan kesulitan orang lain.
Konsekuensinya, aturan dan regulasi untuk penyelenggara Dojo lain kemungkinan besar akan diperketat. Padahal, mereka yang sudah ikut aturan juga jadi korban. Ibaratnya, semua kena imbas gara-gara ulah segelintir orang.
Di berita Tekken lainnya, Katsuhiro Harada, sutradara veteran, baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari Bandai Namco setelah 30 tahun berkarya. Sebuah kehilangan besar bagi dunia Tekken.
Berikut pernyataan lengkap Bandai Namco terkait kasus ini:
“Kami mengetahui bahwa beberapa penyelenggara turnamen di wilayah MEA3 melanggar aturan resmi Tekken World Tour 2025 dengan mendorong perilaku kolusif yang bertujuan mengamankan kemenangan pemain tertentu.”
“Dokumentasi yang mendukung tuduhan ini telah diserahkan kepada administrasi TWT.”
“Akibatnya, semua acara Dojo yang dioperasikan oleh penyelenggara ini akan dicabut poinnya, dan para penyelenggara tersebut telah dilarang secara permanen untuk berpartisipasi dalam sirkuit eSports Bandai Namco Entertainment, termasuk Tekken World Tour dan EMEA Tekken Cup.”
Integritas di Atas Segala-galanya
“Sistem Dojo dibangun atas dasar niat baik dan kepercayaan dari penyelenggara turnamen dan pemain di seluruh dunia. Karena ini adalah kerangka kerja berbasis kepercayaan, setiap tindakan disipliner harus didasarkan pada bukti yang jelas, objektif, dan kredibel untuk menjaga integritas dan keberlanjutan sistem.”
“Kami menyadari bahwa kekhawatiran tentang potensi pelanggaran telah muncul di berbagai wilayah di masa lalu. Namun, tindakan hanya dapat diambil jika kekhawatiran tersebut didukung oleh bukti yang kredibel. Kami mohon pengertian Anda bahwa prinsip ini penting untuk menjaga lingkungan kompetitif yang adil dan konsisten di semua wilayah.”
“Pada saat yang sama, kami akan terus menyempurnakan praktik moderasi kami dan memperbarui peraturan jika diperlukan untuk mengurangi kemungkinan pelanggaran dan untuk lebih meningkatkan lingkungan kompetitif di masa mendatang.”
“Terakhir, kami meminta semua pemain yang terdaftar di wilayah MEA3 untuk meninjau penempatan mereka saat ini di papan peringkat regional sesegera mungkin.”
Intinya, Bandai Namco nggak main-main soal integritas. Mereka pengin turnamen Tekken bersih dari praktik curang. Ya, semoga aja kejadian ini jadi pelajaran buat semua pihak. Jangan sampai gara-gara pengen menang, malah jadi bumerang buat diri sendiri.



