Dulu, kalau kamu anak ’80-an penggemar bola dan punya komputer, ada satu game yang pasti bikin kamu flashback. Kotaknya bergambar FA Cup, dan di pojok kanan bawah ada foto cowok tersenyum dengan rambut keriting dan janggut kambing. Iklan game ini juga muncul di majalah game selama bertahun-tahun, karena meskipun grafisnya rudimentary dan suaranya basic banget, game ini selalu jadi bestseller tahunan. Dialah Football Manager, simulasi taktik bola pertama di dunia. Cowok di sampul itu adalah Kevin Toms, kreator dan programmer game ini.
Kisah di balik Football Manager adalah tipikal era whiz-kid, ketika para coder rumahan menciptakan game bestseller untuk ZX Spectrum dan Commodore 64 di kamar tidur mereka, lalu akhirnya keliling-keliling pakai Ferrari hasil jerih payah sendiri. Kevin Toms, sejak kecil memang penggemar berat sepak bola. Bakatnya sebagai game designer sudah terlihat saat kecil, meskipun saat itu masih sebatas board game, karena belum ada komputer di rumah. Siapa sangka, hobi iseng ini membawanya jadi legenda.
Sepanjang era 70-an, Toms bekerja sebagai programmer di perusahaan mainframe, dan sempat juga jadi coder di Open University. Dari situlah ia sadar bisa bikin game di komputer. Bahkan, game pertamanya dibuat di kalkulator programmable. Pada tahun 1980, Toms membeli komputer Video Genie, yang dianggap sebagai clone dari TRS-80. Di situlah ide Football Manager muncul. Komputer membantunya menghitung klasemen liga dan menyusun algoritma untuk mengatur jadwal pertandingan.
Nostalgia Football Manager: Dulu Bikin Ketagihan, Sekarang Jadi Kenangan
Awalnya, game ini sangat sederhana – tanpa grafis, hanya teks. Pemain memilih tim dari 16 pilihan, lalu bertindak sebagai manajer: membeli pemain, menentukan squad, dan mengubah taktik sepanjang musim. Dimulai dari divisi empat terbawah, pemain harus berjuang naik ke level yang lebih tinggi. Algoritma buatan Toms mengatur jadwal dan menentukan hasil pertandingan berdasarkan statistik tim. Intinya, strategi dan manajemen adalah kunci.
Bagian tersulitnya adalah menentukan atribut pemain. Toms memberi skill rating dari satu sampai lima, tapi ia juga ingin ada counter-balance. Jadi, pemain tidak bisa asal membeli pemain terbaik dan memakainya terus-terusan sepanjang musim. Inilah yang membuat gameplay-nya jadi menarik. Pemain dengan skill rating rendah tetap dibutuhkan untuk menjaga stamina pemain utama. Sama seperti di dunia nyata, pemain yang sering dimainkan lebih rentan cedera.
Toms juga ingin menambahkan unsur strategi dan perencanaan jangka panjang, yang kemudian menjadi elemen paling populer: transfer market. Di versi awal game, pemain akan ditawari satu pemain setiap minggu, tapi pilihannya diacak. Tidak ada yang tahu siapa yang akan tersedia. Keputusan sulit harus diambil: “Apakah kamu mau menghabiskan uang untuk midfielder rating tiga, atau menunggu player rating lima yang mungkin tidak akan datang dalam beberapa minggu? Inilah yang menciptakan tekanan dan kesenangan.”
Dari Ruang Kerja ke Toko Ritel: Football Manager Mengguncang Dunia Game
Karena keterbatasan memory pada ZX81 yang hanya 16k, beberapa aspek menjadi rumit, termasuk nama tim. Semua nama tim harus terdiri dari delapan karakter. Jadi, Toms memilih tim dengan nama pendek seperti Leeds, meskipun ia tetap memasukkan Man U dan Man C. Pemainnya juga kebanyakan pemain terkenal saat itu, tapi dengan nama yang juga pendek, itulah kenapa ada Keegan. Padahal, saat itu belum ada masalah licensing seperti sekarang.
Awalnya, Football Manager dijual lewat mail order atau di pameran komputer. Tapi pada tahun 1982, toko-toko mulai tertarik dengan industri video game yang sedang berkembang. WH Smith menghubungi Toms dan menawarkan untuk menjual game-nya. Akhirnya, mereka memesan 2.000 unit. Invoice pesanan itu lebih besar dari gaji Toms selama setahun. Sebulan kemudian, pacarnya menelepon dan mengatakan ada pesanan lagi dari WH Smith sebanyak 1.000 unit. Ternyata, pacarnya salah hitung, pesanan itu sebanyak 10.000 unit! Boom!
Toms meninggalkan pekerjaannya di Open University dan mendirikan perusahaan sendiri, Addictive Games. Versi ZX Spectrum dan Commodore 64 dari Football Manager menambahkan komponen baru: match highlights, yang menampilkan representasi grafis sederhana dari momen-momen penting, seperti gol dan peluang yang nyaris gol. Terinspirasi dari acara Match of the Day, Toms sengaja tidak memasang match timer di layar. Jadi, pemain tidak tahu kapan highlight itu terjadi, seberapa dekat dengan akhir pertandingan, dan apakah masih ada waktu untuk mencetak gol lagi. Inilah yang menambah ketegangan.
Rahasia Sukses Football Manager: Simpel Tapi Menantang
Football Manager menjadi fenomena, muncul di daftar bestseller selama bertahun-tahun. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengedit nama tim dan pemain. Bahkan, ada pemain sepak bola profesional yang memainkannya. Respon positif dari para pemain, membuat Kevin Toms terus berinovasi. Game ini dirancang agar terlihat simpel, tapi memiliki kedalaman yang subtil. Ini adalah kunci untuk mempertahankan minat pemain.
Setelah Football Manager, Toms membuat beberapa game manajemen lainnya, termasuk Software Star, simulasi industri game. Tapi seiring dengan meningkatnya jumlah conversion dan update Football Manager, tekanan juga ikut meningkat. Akhirnya, ia menjual perusahaannya dan keluar dari industri game, kembali ke business coding sambil berkeliling dunia. Pada tahun 2003, Sports Interactive mengakuisisi nama Football Manager dan mengubah nama game mereka dengan judul itu. Dan begitulah, nama itu terus hidup.
Kebangkitan Kembali Sang Legenda: Football Star Manager
Tapi petualangan Football Manager belum selesai. Sepuluh tahun lalu, Toms mengobrol dengan para penggemar game aslinya secara online dan bertanya apakah ada yang tertarik dengan translation smartphone. Responnya positif, dan pada tahun 2016, ia merilis Football Star Manager di mobile. Baru-baru ini, ia memperbarui game ini lagi dan merilis versi PC.
Orang-orang menikmati game ini karena mudah dimainkan. Ada pemain yang sudah memainkan 500 musim dan memiliki £5 miliar di rekening bank mereka. Keseimbangan game ini jelas tepat, karena meskipun dengan semua uang itu, mereka masih menikmati permainannya. Bahkan, ada orang yang dulu memainkan Football Manager asli membeli Football Star Manager untuk dimainkan oleh anak-anak mereka. It's a full circle moment!
Jelas bahwa Toms telah menemukan kembali semangat yang membawa Football Manager asli ke dunia, 40 tahun lalu. Ia punya rencana jangka panjang untuk Football Star Manager, dan mungkin juga Software Star. Intinya, semangatnya tak pernah padam. Terus berkarya dan berinovasi, itulah kunci kesuksesan.



