Sombr, dengan lagu "12 to 12," mungkin belum mencapai level popularitas yang sama dengan "Back to Friends" atau "Undressed," tapi bukan berarti lagu ini kurang asoy. Ibaratnya, kalau "Back to Friends" itu Indomie goreng, dan "Undressed" itu nasi goreng, "12 to 12" ini lontong sayur - tetap enak dan bikin nagih, meski nggak se-mainstream dua pendahulunya.
Lahirnya Sebuah Kejutan Disco Dadakan
Dirilis pada Juli 2025 dari album debutnya, I Barely Know Her, "12 to 12" adalah sebuah gebrakan disco/new-wave/synth-pop yang penuh dengan niat membara. Tapi, siapa sangka, di balik lagu yang bikin badan auto joged ini, Sombr (alias Shane Boose) justru mengaku nggak pernah berencana untuk menjadikannya lagu yang rampung. Lho, kok bisa?
Sama seperti lagu-lagunya yang lain, "12 to 12" lahir di studio rumahan Sombr. Awalnya, lagu ini cuma iseng-iseng berhadiah, hasil dari eksperimen ketika ide-ide lain lagi buntu. Ibaratnya, lagi nyari resep rendang, eh malah nemu resep sambal yang lebih nendang.
"Awalnya gue kayak bercanda aja," aku Sombr. "Nggak pernah kepikiran buat bikin lagu yang ada vibe disko-diskonya." Bayangkan seorang anak indie rocker bikin lagu disko. Sebuah ironi yang indah, bukan?
Dari Lelucon Jadi Lagu: Resep Rahasia "12 to 12"
Proses kreatif "12 to 12" dimulai dari sebuah loop drum four-to-the-floor sederhana. Tanpa tekanan apa pun, Sombr memutuskan untuk bersenang-senang. Ibaratnya, lagi main game, cheat code diaktifkan semua.
"Gue kayak, ya udahlah, nggak bakal jadi apa-apa juga. Mending gue totalitas aja. Cari suara piano yang paling murah dan jelek yang gue bisa temuin." Dan voila, suara piano itu ditemukan di Korg Triton miliknya. "Gue pakai itu buat cari inspirasi kalau pengen balik ke masa lalu. Kayak mesin waktu gitu rasanya."
Tunggu dulu, Korg Triton dibilang suara "murah dan jelek"? Padahal, pas dirilis tahun 1999, workstation ini justru jadi barang mewah yang diidam-idamkan para musisi. Tapi ya sudahlah ya, Sombr kan baru 20 tahun. Jadi wajar kalau Triton dianggap barang antik, kayak Nokia 3310 di era smartphone.
Bongos di Mana-Mana: Sentuhan Ajaib Sombr dan Tony Berg
Dalam video track breakdown, Sombr diwawancarai bersama Tony Berg, kolaborator utamanya. Keduanya sepakat bahwa mereka suka bekerja dengan cepat. Setelah Sombr punya ide di rumah, mereka berdua langsung mengembangkannya di studio secepat mungkin. Tujuannya? Biar idenya nggak keburu basi dan bisa langsung dinikmati khalayak ramai. Ibaratnya, masak Indomie, jangan sampai kelamaan biar nggak lembek.
Mereka juga mengungkap sebuah bahan rahasia yang sering mereka gunakan, termasuk di lagu "12 to 12": "Kami pakai bongo di semua lagu," kata Sombr. "Dan gue adalah bongo man-nya."
Berg menambahkan bahwa bongo adalah "bagian integral dari apa yang kami lakukan." Tapi, mungkin, nggak se-integral musisi terkenal yang memainkan bassline di lagu "12 to 12."
Wendy Melvoin: Senjata Rahasia di Balik Bassline Membara
"Kami sudah punya beberapa pemain bass," kata Berg. "Gabe Noel mainnya bagus banget. Tapi ada satu orang yang jadi senjata rahasia kami, Wendy Melvoin. Dia salah satu musisi terhebat di dunia. Dia adalah tangan kanannya Prince selama bertahun-tahun." Bersama Lisa Coleman, partner musiknya, Melvoin memainkan peran penting di The Revolution, bandnya Prince antara tahun 1979 dan 1986, termasuk di era Purple Rain.
Saking kuatnya aura musikalitas Melvoin, Berg sampai bilang, "Nggak peduli bass apa yang Wendy mainkan, suaranya akan selalu terdengar seperti Wendy." Ini seperti ungkapan, "Bukan gitarnya yang bagus, tapi yang main aja jago."
Jadi, bisa dibilang, "12 to 12" adalah perpaduan antara keisengan Sombr, sentuhan magis Tony Berg, dan bassline maut dari Wendy Melvoin. Sebuah kolaborasi lintas generasi yang menghasilkan lagu disko yang nggak disangka-sangka.
Penasaran dengan proses pembuatan "12 to 12" lebih lanjut? Tonton video Behind the Track di bawah ini:

Behind the Track|'12 to 12’ by sombr - YouTube
Watch On
Jadi, lain kali kalau denger lagu "12 to 12," ingatlah bahwa di balik alunan disko yang bikin semangat ini, ada cerita tentang keisengan, kolaborasi, dan sentuhan magis dari para musisi hebat. Siapa tahu, lagu ini bisa jadi inspirasi buat kamu untuk bereksperimen dan menciptakan sesuatu yang nggak terduga. Atau, minimal, bisa jadi teman joged di kala suntuk.



