Bayangkan ini: Anda lagi asyik rebahan, scroll TikTok, eh tiba-tiba ada lagu yang bikin kepala manggut-manggut. Bukan karena lagunya viral, tapi karena vibes-nya beda. Nah, mungkin itu Acolyte, band asal Edinburgh yang musiknya se-aneh dan se-keren penampakan alien di film indie.

Acolyte: Dari Panggung Teater ke Playlist Spotify

Acolyte ini bukan band biasa. Mereka lebih cocok disebut collective seni yang kebetulan main musik. Bayangin aja, mereka lebih sering manggung di teater daripada di bar remang-remang. Musik mereka? Campuran psychedelic yang bikin merinding, jazz yang bikin ngantuk, dan trip-hop yang bikin halu. Lengkap sudah.

Iona Lee, vokalis mereka, punya suara yang bikin bulu kuduk berdiri. Bass line dari Ruairidh Morrison? Bikin hipnotis. Ditambah Daniel Hill yang mukul perkusi kayak lagi kesetanan, dan Gloria Black yang main synth sambil bikin kostum dari kertas karton. Jangan kaget kalau tiba-tiba mereka konser sambil pakai kostum dinosaurus.

Mereka ini lambat tapi pasti. Tujuh tahun cuma rilis beberapa lagu? Itu Acolyte banget. Tapi sekarang, mereka mulai ngebut. Dua single tahun ini, dan EP yang dijanjikan rilis awal 2026. Apakah ini pertanda kiamat sudah dekat?

"Warm Days in December": Ketika Kiamat Jadi Asyik

"Warm Days in December" adalah single terbaru mereka. Bayangin synth yang lagi mabuk, drum yang terinspirasi dari baile funk, dan bass yang bunyinya kayak terompet. Tapi jangan salah, liriknya tentang kiamat. Iona Lee nyanyi tentang perubahan iklim dengan gaya yang sinis dan elegan.

"I've been thinking about the seasons," katanya. "I've been thinking about how the young do not live long." Serem? Iya. Bikin nagih? Banget. Musik mereka ini kayak ramuan dukun modern, bikin kita sadar akan realita pahit sambil tetap bisa joged-joged.

Seperti single sebelumnya, "The Blue Dark", "Warm Days" juga punya versi remix yang lebih nge-beat. Kali ini dari Ravelston, DJ yang sering main di EHFM. Remix ini bikin musik Acolyte makin cocok buat clubbing sambil mikirin nasib bumi.

Kenapa Acolyte Lebih Keren dari Band Indie Lain?

Simpel. Mereka nggak takut jadi aneh. Mereka nggak takut campurin genre yang nggak nyambung. Mereka nggak takut nyanyi tentang kiamat dengan gaya yang seksi. Acolyte ini kayak game indie yang nggak punya budget gede, tapi punya ide gila yang bikin kita ketagihan.

Mereka juga nggak berusaha jadi keren. Mereka cuma jadi diri sendiri. Dan itulah yang bikin mereka keren. Mereka ini kayak teman yang selalu jujur sama kita, bahkan kalau kejujuran itu pahit. Tapi kita tetap sayang sama mereka, karena mereka bikin kita mikir.

Ditambah lagi, mereka kerja sama sama Lost Map, label indie yang dijalankan dari caravan di Isle of Eigg. Kurang indie apa coba? Ini kayak level tertinggi dari indie, di mana musik dibuat di tempat yang jauh dari peradaban dan cuma didengerin sama orang-orang yang punya selera aneh.

This Week's Best New Tracks: Bukan Cuma Acolyte yang Bikin Candu

Selain Acolyte, ada juga beberapa lagu baru yang layak didengerin. Ganavya, penyanyi India-Amerika, kolaborasi sama Sam Amidon bikin lagu folk-pop yang anget kayak selimut 15-tog. Duendita, musisi New York, bikin lagu 84 detik yang bikin kita merasa cinta lagi. Ruthven, revivalis funk, pamer kehebatan dengan lagu yang bikin joged.

Modern Nature bikin lagu indie-rock yang cocok buat nemenin nyetir di California. Samara Cyn, rapper LA, nyindir apatisme politik dengan gaya soul klasik. PVA, trio London, bikin industrial techno yang bikin merinding. Varials, band metalcore Philadelphia, bikin blast beat yang bikin bumi bergetar.

Playlist "Add to Playlist": Surga Bagi Pecinta Musik Aneh

Semua lagu ini bisa didengerin di playlist "Add to Playlist" di Spotify. Atau, kalau Anda anak Apple Music atau Tidal, bisa juga ditransfer. Playlist ini kayak kotak harta karun buat para pecinta musik aneh yang bosen sama lagu-lagu yang itu-itu aja.

Jadi, tunggu apa lagi? Siapin headphone, buka Spotify, dan dengerin Acolyte dan band-band keren lainnya. Siapa tahu, Anda jadi nemu musik yang bisa mengubah hidup Anda. Atau minimal, bikin Anda nggak bosen pas lagi rebahan.

Musik Acolyte: Lebih dari Sekadar Hiburan, Tapi Juga Sindiran

Acolyte bukan cuma band yang bikin musik enak didengerin. Mereka juga seniman yang bikin kita mikir. Musik mereka ini kayak cermin yang memantulkan realita pahit dengan gaya yang lucu. Mereka bikin kita sadar akan kiamat, tapi juga bikin kita joged-joged sambil nunggu kiamat itu datang. Apakah ini yang disebut seni?