Di dunia game, kejutan itu biasa. Tapi kejutan yang satu ini? Bikin geleng-geleng kepala sambil mikir, "Ini beneran kejadian?" Bayangin deh, sebuah game diumumkan, genre-nya aja udah bikin bingung ("sushi lane musical action adventure"? Seriusan?), eh ternyata penulis naskahnya... fiktif belaka! Lebih parah lagi, identitas penulis fiktif itu adalah mantan presiden perusahaan game itu sendiri. Drama apa lagi ini, ya Tuhan?

Drama di Balik Layar Etrange Overlord: Lebih Absurd dari Jalan Cerita Game-nya

Jadi gini ceritanya, di Tokyo Game Show tahun ini, studio game SuperNiche mengumumkan game baru mereka, Etrange Overlord, yang rencananya rilis 26 Maret tahun depan. Gampangnya, deskripsi game ini memang agak nyeleneh. Tapi, yang lebih bikin heboh, penulis naskah aslinya, Roman Kitayama, ternyata nggak pernah eksis! Alias, cuma karangan belaka. Dan dalang di balik identitas palsu ini adalah Sohei Niikawa, mantan presiden Nippon Ichi Software (NIS) dan pendiri SuperNiche.

Niikawa, saat memamerkan gameplay di livestream Famitsu, dengan santainya mengungkap informasi penting tentang game ini, termasuk daftar staf yang terlibat. Gemdrops, studio yang ikut mengembangkan game The Hundred Line, bertanggung jawab atas pengembangan, sementara Broccoli bertindak sebagai penerbit. Niikawa sendiri mengambil peran sebagai produser, dengan Shinichiro Ootsuka (ilustrator RE:Zero) di departemen seni. Nah, di antara nama-nama familiar ini, sosok Roman Kitayama, penulis naskah orisinal Etrange Overlord, jadi misteri. Sampai akhirnya Niikawa buka kartu.

Dari Presiden Jadi Penulis Misterius: Misi Penyamaran ala Niikawa

"Itu saya," katanya sambil menunjuk diri sendiri. "Saya keluar dari perusahaan lama dan jadi penulis. Sampai hari ini, saya diam-diam bekerja sebagai penulis underground." Niikawa mengundurkan diri dari jabatannya di NIS pada Agustus 2022, dan langsung memulai aksi penyamarannya, menulis novel, naskah manga, dan ide game. Akun X (dulu Twitter) untuk persona Roman Kitayama dibuat sebulan sebelum pengunduran dirinya. Ini seperti trik yang sudah dia rencanakan sejak lama.

Di akun X-nya, Niikawa mengumumkan: "Identitas asli Roman Kitayama telah terungkap. Saya diam-diam aktif [sebagai Kitayama] selama tiga tahun terakhir. Mulai sekarang, Sohei Niikawa dan Roman Kitayama akan mengumumkan aktivitas mereka di akun masing-masing. Terima kasih atas dukungan Anda." Meskipun aksi ini berakhir, Niikawa sepertinya akan terus menjalankan proyek sampingan dengan nama Roman Kitayama, sambil tetap fokus pada pekerjaan utamanya sebagai produser game dan perwakilan SuperNiche.

Etrange Overlord: Ketika Produser dan Penulis Fiktif Bekerja Bersama

Bayangin deh, dalam satu proyek game, ada dua "orang" yang bekerja, padahal sebenarnya cuma satu orang. Niikawa sebagai produser, dan Niikawa sebagai Roman Kitayama, penulis naskah fiktif. Kira-kira, kekacauan macam apa yang bakal terjadi menjelang rilis Etrange Overlord? Ini seperti nonton film komedi absurd, tapi kejadiannya di dunia nyata.

Apakah Ini Sekadar Gimmick Marketing atau Ada Maksud Tersembunyi?

Pertanyaan yang muncul di benak kita sekarang, apakah aksi Niikawa ini cuma sekadar gimmick marketing untuk menarik perhatian ke Etrange Overlord? Atau ada pesan tersembunyi yang ingin dia sampaikan? Mungkin dia ingin membuktikan bahwa ide brilian bisa datang dari mana saja, bahkan dari sosok "fiktif" yang diciptakan sendiri. Atau mungkin dia cuma iseng, dan kita semua kemakan triknya.

Apapun alasannya, yang jelas Niikawa berhasil membuat kita semua bertanya-tanya. Di tengah industri game yang penuh persaingan, kreativitas dan keberanian untuk tampil beda memang jadi kunci. Dan Niikawa, dengan aksi "penyamarannya" ini, berhasil mencuri perhatian dunia.

Industri Game: Panggung Sandiwara Para Kreator

Kasus Niikawa ini seperti membuka tabir di balik industri game. Ternyata, di balik gemerlap visual dan gameplay yang seru, ada drama dan intrik yang nggak kalah menarik. Para kreator game, dengan segala ide gilanya, seringkali melakukan hal-hal di luar dugaan untuk menciptakan karya yang unik dan berkesan. Ini seperti panggung sandiwara, di mana para aktor (baca: developer game) berlomba-lomba menampilkan pertunjukan terbaik.

Kita sebagai penonton (baca: gamer) tentu saja menikmati pertunjukan ini. Kita disuguhi kejutan, tawa, dan kadang juga kebingungan. Tapi, di balik semua itu, ada apresiasi yang mendalam terhadap kreativitas dan dedikasi para kreator game yang nggak pernah berhenti berinovasi.

Etrange Overlord: Antara Ekspektasi dan Potensi Kekecewaan

Dengan segala drama yang mengiringi pengumumannya, Etrange Overlord kini jadi salah satu game yang paling ditunggu. Ekspektasi para gamer tentu saja tinggi. Mereka penasaran, apakah game ini benar-benar sebagus (atau seaneh) yang dijanjikan? Atau jangan-jangan, semua ini cuma trik marketing belaka?

Beli Kucing Dalam Karung, Siapa Takut?

Well, kita tunggu saja tanggal rilisnya. Siapa tahu, Etrange Overlord justru jadi game of the year yang nggak terduga. Atau, bisa juga jadi kekecewaan terbesar tahun depan. Tapi, satu hal yang pasti, industri game nggak pernah kehabisan cerita menarik untuk diikuti. Ibarat beli kucing dalam karung, kita nggak pernah tahu apa yang bakal kita dapat. Tapi, justru itu yang bikin penasaran, kan?

Menanti Kejutan Selanjutnya dari Sohei Niikawa (dan Roman Kitayama?)

Kita tunggu saja kejutan apa lagi yang akan disiapkan oleh Sohei Niikawa (dan Roman Kitayama?). Yang jelas, dengan pengalamannya sebagai mantan presiden NIS dan penulis "underground", dia punya banyak ide gila yang bisa dieksplorasi. Siapa tahu, di masa depan, dia akan menciptakan identitas palsu lain untuk proyek-proyeknya. Atau mungkin, dia akan benar-benar pensiun dari dunia game dan fokus menulis novel dengan nama Roman Kitayama. Well, apapun itu, kita siap untuk terus mengikuti jejaknya.

Etrange Overlord rencananya akan dirilis pada 28 Maret 2026, untuk PlayStation 4, 5, dan Nintendo Switch. Siap-siap aja buat masuk ke dunia "sushi lane musical action adventure" yang absurdnya minta ampun!