Kisah Pilu di Balik Layar Rise of Industry: Antara Mimpi dan Realita Keuangan

Pernah nggak sih ngebayangin bikin game hits, terus tiba-tiba bangkrut? Nah, kisah Alex Mochi, otak di balik game indie Rise of Industry, ini lumayan bikin ngelus dada. Bayangin aja, game yang dia bikin laku keras, bahkan sampai dipelajari di universitas, eh ujung-ujungnya dia malah jual IP-nya cuma seharga $5.000! Seriusan, itu lebih murah dari harga iPhone baru!

Buat yang belum tahu, Rise of Industry ini game simulasi bisnis yang lumayan populer. Pemainnya diajak buat bangun kerajaan industri dari nol. Gameplay-nya yang kompleks tapi adiktif, bikin banyak orang ketagihan. Tapi, kesuksesan di dunia maya, nggak selalu berbanding lurus sama rekening bank di dunia nyata.

Awalnya, semua kelihatan indah. Mochi mulai garap Rise of Industry di tahun 2015, dibantu beberapa kenalannya dari Reddit. Nggak disangka, game ini meledak di itch.io, bahkan jadi game berbayar terlaris di platform itu tahun 2017. Setelah lolos dari Steam Greenlight yang udah nggak ada, penjualan terus meroket. Bahkan, sampai terjual lebih dari 350.000 kopi dan menghasilkan hampir €4 juta!

"Rasanya kayak kita nemuin kode cheat kehidupan," kata Mochi dalam video yang dia unggah di YouTube. Tapi, di balik momentum yang kencang itu, ada masalah yang mengintai. Income yang masuk, ternyata cepat banget habisnya. Nah lho, kemana aja tuh duit? 🤔

Mochi kemudian menjelaskan, 30% langsung dipotong Steam. Sisanya, berkurang lagi karena refund (yang katanya bisa sampai 10-15% buat game indie), regional pricing, dan reseller ilegal. Tapi, yang paling bikin nyesek, kata dia, adalah (kesalahan) dalam (deal) dengan publisher.

Jerat Kontrak Publisher: Mimpi Buruk Pengembang Indie?

Jadi, ceritanya, sebelum Rise of Industry masuk fase alpha, Mochi dan timnya dapat tawaran dari Kalypso Media (yang juga publisher game Tropico). Tawaran awalnya sih keliatan oke: $75.000 di muka, bagi hasil 50/50 sampai mereka balik modal $100.000, terus bagi hasil berubah jadi 60/40 buat si pengembang. Buat tim yang baru mulai, ini udah kayak jackpot.

Tapi, setelah tanda tangan kontrak dan Rise of Industry resmi rilis di tahun 2019, Kalypso Media malah "memindahkan" studio Mochi ke sub-label digital mereka, Kasedo Games. Alhasil, dukungan ke game jadi minim, sumber daya berkurang, marketing nggak maksimal, dan jangkauan ke pemain juga berkurang drastis. Padahal, (dari) (luar) (keliatan), game itu sangat (profitable).

Mochi menduga, Rise of Industry udah nggak terlalu dipeduliin karena udah dianggap "selesai" buat mereka. Keuntungan dari game itu, dialihkan ke proyek lain, seperti Warhammer 40,000: Mechanicus. Padahal, menurut Mochi, Kasedo Games udah dapet sekitar $1,2 juta dari Rise of Industry, sementara timnya cuma dapet $1,5 juta. Setelah dipotong gaji, software, server, hardware, dan pajak, ya ampun, ampasnya doang yang sisa. 😭

Kontra Klaim dari Kasedo Games: Ada Apa di Balik Layar?

Tapi, Kasedo Games nggak tinggal diam. Mereka membantah beberapa klaim Mochi. Mereka bilang, nggak ada "perpindahan" dari satu entitas ke entitas lain. Awalnya, kontrak memang ditandatangani oleh Kalypso Media Group, tapi penerbitannya tetap di bawah brand Kasedo Games. Intinya sih, tim yang ngurusin Rise of Industry tetep sama, cuma namanya doang yang ganti.

Mereka juga membantah kalau keuntungan dari Rise of Industry dialihkan ke Warhammer 40,000: Mechanicus. Menurut mereka, game itu udah dalam tahap pengembangan dan udah populer jauh sebelum Rise of Industry rilis di Early Access. Hmm, jadi makin bingung kan?

Kasedo Games juga nggak setuju sama perhitungan Mochi soal pendapatan. Mereka mengakui, Rise of Industry mungkin menghasilkan sekitar €4 juta, tapi itu udah termasuk pajak, potongan dari platform penjualan, dan belum dipotong refund. Setelah dihitung-hitung, menurut mereka, bagian Dapper Penguin Studios (studio Mochi) sekitar €1,36 juta ($1,59 juta), sementara bagian Kasedo Games sekitar €900.000 ($1 juta).

Mereka juga menekankan, pendapatan itu dipake buat bayar royalti di muka, biaya lokalisasi ke delapan bahasa, QA, product management, bikin video dan aset, PR, marketing, influencer coverage, pameran, distribusi, penjualan, dan promosi. Jadi, nggak serta merta masuk kantong pribadi gitu aja.

Jual IP Demi Bertahan Hidup: Keputusan Pahit

Karena momentum Rise of Industry makin menurun, Mochi berusaha keras buat mempertahankannya. Tapi, kesehatan dan kehidupan pribadinya jadi korban. Bahkan, dia hampir kehilangan rumah. Akhirnya, dia terpaksa ambil keputusan pahit: jual IP Rise of Industry ke publisher seharga $5.000. Tanpa klausul tambahan di kontrak yang (merugikan). "Aku bener-bener naif," kata Mochi.

Tapi, Kasedo Games lagi-lagi membantah. Mereka bilang, angka $5.000 itu misleading, karena Mochi juga nerima $45.000 dari penjualan di muka. Jadi, totalnya $50.000. Mereka juga bilang, Mochi sendiri yang nawarin buat jual IP Rise of Industry, bukan sebaliknya.

Rise of Industry 2 Tanpa Sentuhan Sang Kreator

Awal tahun ini, Kasedo Games merilis Rise of Industry 2. Mochi mengaku sempat nawarin diri buat terlibat, tapi tawaran dari Kasedo Games nggak masuk akal. Nggak ada bagi hasil, minim input kreatif, dan bayarannya (konyol).

Kasedo Games juga membantah klaim ini. Mereka bilang, Mochi nawarin jasa "testing packages" dengan bayaran per jam yang dia tentuin sendiri. Setelah konsultasi, mereka nawarin proyek selama sepuluh bulan, sesuai dengan tarif per jam yang dia mau. Tapi, Mochi nolak karena nggak sesuai sama kebutuhan finansialnya dan jadwalnya udah penuh.

Yang lebih menarik lagi, Kasedo Games bilang, Mochi sempat nawarin game baru ke mereka dan nyari publisher di awal tahun 2024. Mantan anggota tim Rise of Industry yang udah nggak ada hubungannya sama Mochi, juga nawarin game ke mereka. Jadi, situasinya emang (rumit) (banget).

Pelajaran Berharga dari Sebuah Kegagalan

Meskipun pahit, Mochi nggak menyesal udah bikin Rise of Industry. Dia cuma menyesal cara dia mengelolanya. Buat dia, bagian tersulit bukan bikin gamenya, tapi bertahan hidup di tengah kontrak yang rumit, timeline yang ketat, dan kesunyian saat masalah datang.

Mochi menekankan, dia nggak mau nyalahin siapa-siapa. Kalypso/Kasedo memang punya peran dalam kejadian ini, tapi kesalahan juga ada di dia sendiri. "Tanpa dukungan mereka, Rise of Industry mungkin cuma jadi game kecil di itch.io," tulisnya di kolom komentar. "Aku juga nggak percaya semua publisher itu jahat! Aku masih kerja sama sama beberapa dari mereka sampai sekarang."

Intinya, kisah Alex Mochi ini jadi pelajaran berharga buat para pengembang indie. Jangan cuma fokus bikin game yang keren, tapi juga pinter-pinter ngurusin bisnisnya. Jangan naif soal kontrak dan jangan ragu minta bantuan profesional. Biar nggak kejadian, game-nya hits, tapi rekeningnya nangis. 🥲