Indonesia resmi melaju ke Piala Dunia Esport FIFA 2026, ajang paling bergengsi buat pemain konsol eFootball. Tiketnya diraih setelah Elga Cahya Putra dan Mohamad Akbar Paudie menaklukkan Malaysia di semifinal Kejuaraan Kontinental Esport AFC 2026 dengan agregat 2-1. Di partai puncak, Garuda bakal jumpa Jepang, Sabtu sore waktu Kuala Lumpur.

Semifinal yang bikin dada sesak

Perjalanan ke final nggak mulus-mulus amat. Di leg pertama, Elga dan Paudie harus menelan kekalahan 0-1 dari tuan rumah Malaysia. Main di hadapan pendukung sendiri bikin tekanan makin kerasa.

Leg kedua ceritanya beda total. Duo Garuda tampil trengginas dan menutup laga dengan kemenangan 2-0. Agregat pun berbalik jadi 2-1, Malaysia cuma bisa gigit jari di kandangnya sendiri.

Kebangkitan model begini udah jadi kebiasaan Garuda di turnamen ini. Dua pemain konsol eFootball itu membawa Indonesia ke final untuk ketiga kalinya di ajang paling bergengsi level FIFAe, dan jarak menuju trofi sekarang tinggal satu pertandingan lagi.

Jepang juga hobinya comeback

Jepang membuktikan mentalnya tebal di turnamen ini. Sempat nyaris tersingkir setelah digebuk Yordania 0-3 di laga pertama, mereka keluar dengan skor telak 5-0 di leg kedua. Agregat berbalik jadi 5-3, dan Yordania yang tadinya di atas angin harus pulang lebih cepat.

Catatan itu bikin final nanti makin seru. Dua tim yang sama-sama jago bangkit dari ketertinggalan bakal saling jegal di partai puncak. Jepang tim yang nggak asing di pentas FIFAe, tapi Indonesia punya sejarah yang cukup nyaman di ajang ini, jadi hasil akhirnya tetap terbuka lebar.

Tradisi yang udah jalan tiga tahun

Ini penampilan ketiga Indonesia secara beruntun di FIFAe World Cup kategori konsol. Pada 2024, Garuda pulang dengan status juara. Setahun kemudian, posisi mereka di peringkat keempat.

Konsistensi tim eFootball Indonesia dengan begitu udah teruji. Tiga tahun berturut-turut mereka tampil di panggung terbesar dan bertahan sampai babak akhir. Itu pencapaian besar buat negara yang baru serius di skena esport beberapa tahun terakhir.

Sektor mobile ceritanya beda. Alfin Pratama dan Yoga Andisalasa harus menghentikan langkah di perempat final setelah dikalahkan Thailand. Meski begitu, Indonesia sempat menempati peringkat delapan terbaik kategori mobile pada FIFAe World Cup 2024.

Satu kemenangan lagi dari trofi kedua

Kalau menang lawan Jepang, Indonesia mengunci gelar FIFAe World Cup kedua di kategori konsol. Prestasi kayak gini bakal menegaskan posisi Garuda sebagai salah satu kekuatan utama eFootball Asia.

Elga dan Paudie tinggal butuh satu pertandingan bagus lagi. Final Sabtu sore nanti jadi panggung pembuktian, dan penggemar esport tanah air pasti bakal nonton dari awal sampai akhir.