Pernah nggak sih, merasa terjebak di *playlist* yang itu-itu aja? Kayak lagi nge-stuck di level satu game yang nggak bisa-bisa naik? Tenang, kamu nggak sendirian. Ternyata, ada penjelasan ilmiah kenapa kita makin tua makin males dengerin lagu baru. Bahkan, ada yang bilang, selera musik kita itu kayak mantan - susah *move on*-nya.
Menurut penelitian dari Swedia dan Slovenia (bukan negara antah berantah di game RPG kok), orang emang cenderung dengerin lagu yang sama berulang-ulang seiring bertambahnya usia. Mereka menganalisis data dari 40.000 pengguna Last.fm selama 15 tahun. Hasilnya? Semakin tua, semakin setia sama lagu lama. Apa aja sih alasannya? Mari kita bedah satu per satu.
Nostalgia: Jurus Pamungkas Biar Nggak Gampang Ambyar
Alasan pertama dan paling klise adalah nostalgia. Profesor Alan Said dari University of Gothenburg bilang, nostalgia itu kayak *cheat code* untuk kembali ke masa lalu. Lagu-lagu lama adalah "soundtrack kehidupan" yang bikin kita merasa nyaman dan aman. Bayangin aja, dengerin lagu yang pernah menemani masa PDKT, langsung deh berasa jadi anak SMA lagi.
Krystine Batcho, seorang psikolog, menambahkan bahwa nostalgia adalah emosi yang sangat menghibur. "Ini membawa kembali kenangan saat kita diterima dan dicintai tanpa syarat," ujarnya. Jadi, wajar aja kalo kita pengen terus-terusan muter lagu yang bikin kita merasa *secure* dan bahagia. Ibaratnya, nostalgia itu kayak *healing potion* di game RPG - langsung memulihkan *HP* yang berkurang.
Efek nostalgia ini yang bikin kita males explore musik baru. Kenapa? Karena musik baru belum tentu memberikan rasa nyaman dan aman seperti lagu lama. Kita lebih milih zona nyaman daripada ambil risiko dengerin sesuatu yang mungkin nggak sesuai selera. Padahal, siapa tahu kan, di luar sana ada banyak lagu keren yang nunggu buat ditemukan?
Selera Musik: Dari Prasmanan Jadi Ala Carte
Dulu waktu masih remaja, kita dengerin semua jenis musik. Mulai dari pop, rock, hip-hop, sampai dangdut remix. Yang penting lagi hits dan bisa buat joged-joged di tongkrongan. Tapi, begitu udah masuk usia dewasa, selera musik kita mulai mengerucut. Kita lebih milih genre atau artis tertentu yang sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup kita.
Chuck Dinerstein, MD, MBA, menjelaskan bahwa di masa remaja, kita aktif mencari dan menemukan musik baru. Tapi, begitu masuk usia 30-an, tanggung jawab hidup semakin banyak. Waktu buat eksplorasi musik pun berkurang. Akhirnya, kita lebih milih dengerin lagu-lagu yang udah kita kenal dan sukai. Ibaratnya, dari prasmanan, kita beralih ke *ala carte* - pesan menu yang udah pasti enak aja.
Intinya, semakin tua, semakin kita tahu apa yang kita mau. Sama kayak *fashion*, kita udah nggak peduli lagi sama tren. Yang penting nyaman dan sesuai dengan gaya kita. Begitu juga dengan musik, kita lebih milih dengerin apa yang bener-bener kita suka, bukan apa yang lagi populer.
Males Gerak: Ketika Eksplorasi Musik Jadi Beban Hidup
Profesor Said punya observasi menarik tentang orang dewasa yang lebih tua. "Kebanyakan orang berusia 65 tahun nggak memulai perjalanan eksplorasi musik," ujarnya. Ini ada benarnya juga sih. Anak muda emang lebih semangat buat nyari musik baru. Mereka *scrolling* Spotify dan Apple Music buat nemuin artis yang mereka suka, dan mereka pergi ke konser buat nonton artis yang belum terlalu mereka kenal.
Keinginan buat *update* sama tren dan terhubung dengan teman-teman emang jadi faktor penting di sini. Tapi, penelitian lain juga menunjukkan bahwa dengerin banyak musik itu bagus buat kesehatan mental anak muda. "Kehadiran musik memberikan remaja sarana untuk mengekspresikan diri dan mengartikulasikan emosi mereka," kata para peneliti. Musik juga jadi sarana penting buat interaksi sosial.
Masa remaja emang masa yang sulit buat semua orang, dan dengerin musik bisa jadi *coping mechanism* yang efektif. Tapi, begitu kita udah dewasa, kita nggak terlalu butuh *boost* mental atau pelampiasan emosi lagi. Kita lebih milih zona nyaman dan dengerin lagu-lagu yang udah kita kenal. Ibaratnya, eksplorasi musik itu kayak *side quest* di game RPG - nggak wajib, tapi bisa nambah pengalaman.
Jadi, lain kali kalo kamu ngerasa stuck di *playlist* yang itu-itu aja, jangan khawatir. Itu wajar kok. Tapi, jangan lupa juga buat sesekali keluar dari zona nyaman dan coba dengerin musik baru. Siapa tahu, kamu bisa nemuin *soundtrack* baru buat hidupmu. Atau mungkin, kamu malah jadi *influencer* musik yang bisa ngenalin banyak orang ke artis-artis keren yang belum banyak dikenal. Intinya, jangan takut buat eksplorasi dan terus *update* selera musikmu. Karena hidup itu terlalu singkat buat dengerin lagu yang itu-itu aja. Tapi inget, jangan maksa, ya. Yang penting, musik itu bikin kamu bahagia dan semangat menjalani hari.
