Bayangkan, deh, lagi asyik-asyiknya pacaran, eh, tiba-tiba mantan datang bawa undangan nikah. Begitulah kira-kira perasaan gamer saat The Game Awards kemarin. Di tengah gegap gempita game baru yang diumumkan, tiba-tiba muncul Resident Evil Requiem, game yang sebenarnya sudah bikin penasaran sejak Summer Game Fest. Ibaratnya, udah tahu bakal ketemu, tapi tetep aja bikin jantung deg-degan. Tapi, apa yang bikin game ini spesial sampai bikin kita rela begadang nungguin pengumumannya?

Buat yang belum tahu, Resident Evil Requiem ini adalah seri kesembilan dari franchise Resident Evil. Bukan kaleng-kaleng, lho. Game ini menjanjikan nostalgia dengan membawa kita kembali ke tempat di mana semuanya dimulai. Tapi, jangan harap bakal disuguhi grafis jadul ala PS1, ya. Capcom udah pasti bikin Raccoon City jadi lebih menyeramkan dengan teknologi terkini. Dan yang paling penting, Leon Kennedy balik lagi, guys!

Trailer terbarunya akhirnya mengungkap siapa antagonis utama di game ini. Selain itu, kita juga dapat konfirmasi bahwa Leon Kennedy akan kembali beraksi, meskipun belum jelas ngapain aja dia selama ini setelah Resident Evil 6. Kita juga diperkenalkan dengan Victor Gideon, mantan dokter yang keliatannya bereksperimen sama orang lain - dan dirinya sendiri. Dia juga mengintimidasi karakter utama lain yang bisa kita kendalikan, Grace Ashcroft.

Kapan Kita Bisa Berburu Zombie di Resident Evil Requiem?

Catat tanggalnya baik-baik: 27 Februari 2026. Iya, masih lama. Tapi, percayalah, penantian ini akan sebanding dengan kualitas game yang bakal kita dapatkan. Resident Evil Requiem akan dirilis untuk PC, PS5, dan Xbox Series. Jadi, siapin tabungan dari sekarang buat upgrade PC atau beli konsol baru. Atau, ya, nabung dari sekarang buat nyewa rental PS5 aja, deh. Yang penting bisa main!

Latar waktunya sendiri mengambil setting 30 tahun setelah kejadian di Resident Evil 3: Nemesis, saat Raccoon City hancur lebur. Buat yang belum lahir pas Resident Evil 3 rilis, mungkin ini saatnya nyari video gameplay-nya di YouTube biar nggak bingung pas main Requiem nanti. Anggap aja ini PR dari guru sejarah, tapi versi zombie.

Leon Kennedy: Dari Polisi Newbie Jadi Pembasmi Bioteroris Internasional

Setelah trailer dipamerkan, host The Game Awards, Geoff Keighley, bilang Leon akan menghadirkan "gameplay penuh aksi" dan game ini bakal menawarkan dua pengalaman berbeda. Hmm, ini menarik. Apakah ini berarti sebagian besar game akan dimainkan sebagai Grace, yang bakal memberikan pengalaman survival-horror lebih kental dengan senjata dan peralatan yang terbatas? Sementara sebagian lainnya akan fokus pada Leon dan gaya gameplay-nya yang lebih condong ke gergaji mesin dan tendangan maut? Kita tunggu saja nanti.

Leon terakhir terlihat di seri utama Resident Evil 6, tapi dia aktif di film dan serial animasi Resident Evil, termasuk Resident Evil: Degeneration, Resident Evil: Damnation, Resident Evil: Vendetta, Resident Evil: Infinite Darkness, dan Resident Evil: Death Island. Sibuk banget ya dia. Sekarang Leon adalah agen untuk Division of Security Operations dan ditugaskan di seluruh dunia untuk menyelidiki kasus senjata biologis yang menyebabkan kekacauan, yang seringkali membawanya bertemu kembali dengan para survivor Resident Evil lainnya, seperti Jill Valentine, Chris Redfield, dan Rebecca Chambers. Reunian akbar para pembasmi zombie!

Lantas, siapa sebenarnya Grace Ashcroft ini? Dia adalah seorang analis FBI yang punya koneksi dengan Raccoon City. Ibunya, Alyssa, adalah penyintas dari kehancuran Raccoon City dan merupakan karakter yang bisa dimainkan di game online Resident Evil Outbreak, yang dirilis di PS2 pada tahun 2003. Si ibu Ashcroft ini adalah seorang reporter yang menceritakan kisah tentang apa yang terjadi pada kota yang penuh dengan zombie, tetapi dibunuh oleh seorang penyerang bertopeng pada tahun 2018. Tragis banget.

Pembunuhan ibunya mendorong Grace untuk bergabung dengan FBI. Di Requiem, infeksi misterius menyebar, dan kematian meningkat. Grace ditugaskan untuk menyelidiki Hotel Wrenwood, tempat kematian terakhir terjadi, dan yang merupakan lokasi pembunuhan ibunya. Dari sinilah dia akan menuju ke Raccoon City. Jadi, bisa dibilang, ini adalah misi balas dendam yang dibungkus dengan investigasi zombie.

Rumor Rosemary Winters Ikutan Nimbrung?

Sebuah daftar GameStop untuk Resident Evil Requiem mencantumkan Expansion Pass untuk game tersebut dan skenario tambahan, menurut laporan dari Videogame Chronicles. Salah satu skenario mengacu pada Paket Kostum Shadow Walker, yang mencakup pakaian untuk Rosemary Winters, putri dari pahlawan Resident Evil 7 dan Resident Evil Village, Ethan Winters. Rosemary adalah karakter utama Shadows of Rose, skenario konten pasca-rilis untuk Resident Evil Village. Apakah ini berarti Rosemary bakal ikutan nimbrung di Requiem? Semoga aja, biar makin seru!

Mungkin saja akan ada karakter tambahan yang terungkap dalam beberapa hari mendatang saat tanggal rilis Resident Evil Requiem semakin dekat. Capcom emang jago banget bikin kita penasaran. Mereka kayak lagi tebar pesona ke gebetan, dikit-dikit kasih kode, biar kita makin nggak sabar pengen jadian. Tapi, ya, namanya juga strategi marketing. Yang penting, semoga aja gamenya nggak mengecewakan.

Gameplay: Lebih Banyak Aksi atau Lebih Banyak Horor?

Dengan dua karakter yang bisa dimainkan, Resident Evil Requiem kayaknya bakal nawarin dua gaya gameplay yang berbeda. Grace dengan survival horror-nya yang bikin tegang, dan Leon dengan aksi brutalnya yang memuaskan. Ibaratnya, kayak nonton film horor yang diselingi adegan action ala John Wick. Dijamin nggak bakal bosen!

Yang jelas, Capcom sepertinya benar-benar ingin meneror para pemain - dan akan bertindak sejauh menempatkan pemain di posisi Grace tanpa senjata. Bayangin, udah ketemu zombie, eh, nggak punya senjata. Mau lari, tapi kaki udah lemes duluan. Ini sih namanya bukan survival horror, tapi survival ngeselin!

Jadi, Apa yang Bikin Resident Evil Requiem Spesial?

Selain nostalgia dan kembalinya Leon Kennedy, Resident Evil Requiem menjanjikan cerita yang lebih dalam dan karakter yang lebih kompleks. Grace Ashcroft bukan cuma sekadar analis FBI biasa, tapi juga punya dendam pribadi yang membuatnya semakin termotivasi untuk mengungkap misteri di Raccoon City. Victor Gideon juga bukan cuma sekadar dokter gila, tapi juga punya masa lalu kelam yang membuatnya jadi antagonis yang menarik. Dan yang paling penting, game ini menjanjikan pengalaman survival horror yang lebih intens dan mengerikan dari sebelumnya.

Apakah Resident Evil Requiem Akan Memenuhi Ekspektasi?

Dengan segala hype dan ekspektasi yang ada, Resident Evil Requiem punya tugas berat untuk membuktikan diri. Tapi, dengan rekam jejak Capcom yangSolid di franchise Resident Evil, kita boleh berharap banyak. Semoga aja game ini nggak cuma sekadar nostalgia, tapi juga menawarkan sesuatu yang baru dan segar. Kalaupun nanti gamenya nggak sesuai ekspektasi, ya, setidaknya kita udah punya bahan obrolan seru di warung kopi sambil nungguin game Resident Evil berikutnya. Namanya juga hidup, kadang sesuai rencana, kadang enggak. Sama kayak zombie, kadang muncul, kadang ngumpet. Yang penting, tetap semangat!