Bisa-bisa saja menciptakan pameran di Milan Design Week 2026 yang bikin orang terheran-heran sambil bilang, "Wow, desain lagi!" Tapi Samsung, dengan pameran "Design is an Act of Love" mereka, sepertinya ingin membuktikan bahwa cinta pada desain itu bukan cuma sekadar melihat produk mengkilap. Bayangkan saja, 12 zona imersif yang didesain buat bikin pengunjung berpikir ulang soal gimana sih seharusnya hidup itu dijalani, semua digelar di Samsung Design Open Lab di Superstudio Più. Ini bukan sekadar pajangan barang, ini adalah petualangan visual yang dibungkus filosofi mendalam, seolah-olah mereka lagi mencoba merangkai masa depan lewat sentuhan estetika dan kecerdasan buatan yang human-centric.
Laboratorium Desain Terbuka, Atau Cuma Labirin Konsep?
Samsung menyebut pameran ini sebagai sebuah laboratorium terbuka, sebuah undangan untuk menyelami DNA desain mereka. Alih-alih menyajikan sebuah monumen kesuksesan desain yang sudah final, pameran ini justru lebih terasa seperti sebuah work in progress, sebuah bocoran kecil tentang bagaimana Samsung bertekad membentuk cara hidup baru melalui kreasi mereka. Konsep ini cukup berani; seperti mengajak orang masuk ke dapur saat koki sedang bereksperimen, bukan hanya menyajikan hidangan matang yang sudah sempurna. Pengalaman ini dirancang untuk mengajak pengunjung berinteraksi, bukan sekadar mengagumi dari jauh, seolah-olah mereka bagian dari proses kreatif itu sendiri.
Setiap dari 12 zona imersif ini dikurasi untuk menyoroti aspek spesifik dari bagaimana desain dapat membentuk realitas sehari-hari. Pengorganisasiannya pun tidak sembarangan, berpusat pada dua dimensi kunci: Human Centricity dan Expressive Design. Kedua elemen ini menjadi titik sentuh awal yang krusial, gerbang untuk memahami visi Samsung Design secara menyeluruh. Di sinilah Samsung mencoba membedah lebih dalam, bahwa desain produk bukan lagi sekadar fungsi, tapi bagaimana ia beresonansi dengan emosi dan kebutuhan manusia yang terus berkembang.
Dalam setiap zona, serangkaian eksplorasi kreatif dihadirkan, menampilkan ide-ide, potensi tak terbatas, dan arah masa depan yang diimpikan. Melalui pendekatan ini, Samsung Design berupaya membuat visi mereka menjadi sesuatu yang nyata, yang bisa dirasakan dan dipertimbangkan. Ini adalah upaya untuk menarik pengunjung agar terlibat aktif, menganggap desain bukan sebagai entitas statis, melainkan sebuah praktik dinamis yang terus berkembang dan berakar kuat pada kebutuhan insani.
Inti Kemanusiaan dan Ekspresi: Dulu, Kini, dan Nanti
Samsung Design tengah memperluas cakrawala mereka, bergerak melampaui sekadar pengalaman pengguna yang biasa. Fokusnya kini bergeser tajam pada bagaimana orang benar-benar hidup dan merasakan setiap momen dalam rutinitas mereka. Ini bukan lagi tentang antarmuka yang mulus atau navigasi yang intuitif semata; ini adalah tentang memahami denyut kehidupan sesungguhnya.
"Desain seharusnya merefleksikan keberagaman umat manusia — merangkul berbagai gaya hidup, nilai, dan cara orang menjalani hidup," ujar Mauro Porcini, Presiden dan Chief Design Officer (CDO) dari Device eXperience (DX) Division di Samsung Electronics. Pernyataannya ini bukan sekadar slogan kosong, tapi sebuah manifesto tentang bagaimana desain seharusnya menjadi cermin dari kompleksitas eksistensi manusia. Ini bukan hanya tentang menciptakan objek fungsional, melainkan tentang merangkai pengalaman yang terasa relevan, personal, dan bermakna. Samsung Design Open Lab menjadi panggung untuk memamerkan cara pandang baru ini, sebuah jendela menuju pemahaman yang lebih dalam tentang masa depan living.
Inti dari visi Samsung terletak pada pendekatan human-centric terhadap kecerdasan buatan. Rumus mereka, AI x (EI+HI), menempatkan nilai sejati bukan pada teknologi mentahnya, melainkan pada bagaimana AI itu dibimbing oleh niat manusia, empati, dan imajinasi. Ini adalah pergeseran paradigma; AI tidak lagi diposisikan sebagai entitas superior yang mengambil alih, melainkan sebagai alat yang diperkaya oleh kecerdasan emosional dan kapasitas imajinatif manusia. Pendekatan ini menjanjikan kolaborasi yang harmonis, di mana teknologi berfungsi sebagai perpanjangan dari kehendak dan kreativitas manusia, bukan sebagai pengganti.
Meskipun pameran ini menyoroti arah-arah baru dalam dunia desain, ia juga merefleksikan sebuah filosofi yang telah membimbing Samsung selama lebih dari 30 tahun: menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. Ide-ide yang disajikan dalam pameran ini hanyalah perpanjangan dari fondasi yang sudah kokoh itu, menerjemahkannya ke dalam cara-cara hidup yang baru dan terus berevolusi. Ini menunjukkan konsistensi visi, sebuah perjalanan panjang yang terus diperkaya oleh inovasi tanpa pernah melupakan akar kemanusiaannya.
Cinta dalam Desain: 12 Adegan Kehidupan yang Dipertontonkan
Lebih dari 120 produk dari 36 kategori berbeda ditampilkan dalam 12 zona pameran ini, mencakup spektrum luas dari konsep desain mutakhir hingga produk yang sudah tersedia di pasaran. Ini adalah perpaduan antara visi masa depan yang ambisius dan realitas produk yang dapat dijangkau, sebuah jembatan antara imajinasi dan aplikasi praktis dalam kehidupan nyata para konsumen.
Beberapa highlight dari pameran ini patut dicermati lebih dalam:
- The Welcome Show: Sebuah presentasi terkoordinasi yang memperkenalkan visi Samsung tentang AI sebagai sistem terpadu. Konsep ini memadukan AI personal dan berbagi di berbagai perangkat dan lingkungan, menciptakan ekosistem cerdas yang mulus. Bayangkan sebuah rumah di mana semua perangkat berkomunikasi satu sama lain secara intuitif, merespons kebutuhan penghuninya bahkan sebelum diminta. Ini bukan lagi fiksi ilmiah, tapi visi yang mulai terwujud.

- Unfold Your Story: Zona ini mengeksplorasi desain lipat Galaxy dalam berbagai bentuk, warna, dan pengalaman. Tujuannya adalah menangkap keberagaman gaya hidup dan cara-cara baru untuk hidup, berkreasi, dan terhubung. Fleksibilitas perangkat lipat dihadirkan bukan hanya sebagai fitur teknis, tetapi sebagai sarana untuk membebaskan ekspresi diri dan adaptasi terhadap berbagai skenario kehidupan.

- Wearable & Culinary Intelligence: Zona ini menyajikan eksplorasi desain yang responsif terhadap berbagai gaya hidup. Mulai dari perangkat personal seperti wearables yang terintegrasi mulus dengan keseharian, hingga lingkungan dapur dan ruang keluarga yang terhubung secara cerdas. Ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menyatu tanpa disadari, meningkatkan kualitas hidup tanpa menambah kerumitan.
- Transparent Symphony & All That Music: Pengalaman audio-visual imersif dihadirkan melalui speaker dan layar transparan, dipadukan dengan Music Studio 5 dan 7, serta berbagai konsep desain. Tujuannya adalah menciptakan harmoni di mana elemen-elemen yang beragam bersatu, dan musik mampu menerjemahkan emosi analog menjadi pengalaman digital yang kohesif. Ini adalah bagaimana teknologi dapat memperkaya pengalaman sensorik dan emosional.

- Two Expressions of the Same Technology: Pameran ini menampilkan dua ekspresi desain berbeda dari layar 130 inci Micro RGB, yang dibangun di atas teknologi terobosan yang sama. Hal ini menunjukkan bagaimana performa superior dan individualitas dapat berjalan beriringan, membuktikan bahwa satu inovasi teknologi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk estetika yang memanjakan mata.
- Artful Living: Sebuah visi kehidupan di mana layar bukan lagi sekadar alat fungsional, melainkan medium ekspresif untuk kepribadian, budaya, dan emosi. Konten visual dan karya seni ditampilkan dengan cara yang lebih imersif melalui TV OLED S95H dengan bentuk penceritaan baru yang didukung AI. Ini adalah tentang bagaimana teknologi dapat mentransformasi ruang hidup menjadi galeri seni yang dinamis.

- The Goodbye Show: Sebagai penutup, zona ini membawa kembali nuansa dari Welcome Show. AI pendamping yang dibagikan berinteraksi secara alami melalui AI, diakhiri dengan pertunjukan sensorik musik, cahaya, dan sentuhan manusia. Tujuannya adalah menumbuhkan koneksi emosional dan rasa kehadiran dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah sebuah encore yang dirancang untuk meninggalkan kesan mendalam.
Pameran “Design is an Act of Love” Samsung berlokasi di Superstudio Più, Via Tortona 27, Milan. Pintu masuk gratis. Jadwal kunjungan adalah sebagai berikut:
- 20 April, pukul 11.00 – 21.00
- 21 April, pukul 11.00 – 16.00
- 22 April, pukul 11.00 – 17.00
- 23-25 April, pukul 11.00 – 21.00
- 26 April, pukul 11.00 – 18.00
Untuk berita terbaru, foto, dan video, kunjungi Samsung Newsroom dan Samsung Design selama Milan Design Week 2026.
