Siapa bilang musik metal cuma soal distorsi gitar dan lirik tentang kegelapan abadi? California glam metal jokesters, STEEL PANTHER, siap membuktikan bahwa metal juga bisa jadi sarana penyebaran virus keceriaan—dan sedikit bumbu seksualitas yang kelewat batas. Bersiaplah, Eropa! Mereka akan mengguncang panggung-panggung kalian dengan "Twenty Twenty S€x" tour. Apakah ini pertanda kiamat sudah dekat? Mungkin. Tapi setidaknya kita akan berdansa menuju kehancuran dengan iringan riff gitar yang bikin merinding disko.
STEEL PANTHER: Dari Studio 606 ke Panggung Eropa
Band yang terkenal karena parodi musik hair metal era 80-an ini memang nggak pernah kehabisan akal untuk membuat sensasi. Sebelum mengumumkan tur Eropa, STEEL PANTHER juga sempat bikin heboh dengan masuk studio rekaman legendaris milik Dave Grohl, Studio 606. Bersama produser langganan mereka, Jay Ruston, mereka merekam materi baru yang dijanjikan akan menjadi penerus album "On The Prowl" (2023). Tapi, jangan tanya kapan rilisnya. Stix Zadinia, sang drummer, dengan santai menjawab, "Kami nggak punya tanggal rilis." Sebuah pernyataan yang jujur, mengingat STEEL PANTHER adalah band DIY sejati yang mengurus semuanya sendiri, dari merchandise hingga label rekaman.
Proses rekaman kali ini juga berbeda dari biasanya. Mereka memutuskan untuk fokus pada beberapa lagu saja, sehingga energi yang dikeluarkan bisa lebih maksimal. Stix juga nggak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Studio 606, yang menurutnya adalah "ruangan rock terbaik di L.A." Lengkap dengan Sound City Neve board yang pernah ditandatangani Paul McCartney. Kalau kata Stix, "Kalau mau bikin rock and roll drums, gitar, dan bass, 606 adalah tempatnya." Apakah ini berarti album baru mereka akan lebih "rock" dari biasanya? Mari kita tunggu saja kejutan dari para badut metal ini.
"Twenty Twenty S€x" Tour: Jadwal Kencan dengan Glam Metal
Setelah puas merekam di studio legendaris, STEEL PANTHER siap menaklukkan panggung-panggung Eropa. Tur "Twenty Twenty S€x" akan dimulai pada 15 Juni di Paris, Prancis, dan berakhir pada 25 Juli di Southampton, Inggris. Negara-negara seperti Jerman, Polandia, Slovakia, Republik Ceko, Austria, Swiss, Spanyol, Italia, Belanda, Belgia, dan tentu saja, Inggris Raya, akan menjadi saksi bisu kegilaan STEEL PANTHER. Untuk para "Fanthers" (sebutan untuk fans STEEL PANTHER), jangan sampai kelewatan kesempatan untuk menyaksikan langsung aksi panggung mereka yang penuh energi dan keabsurdan.
Berikut adalah jadwal lengkap tur "Twenty Twenty S€x":
June 15 - Paris, France - Bataclan
June 17 - Cologne, Germany – Essigfabrik
June 18 - Aschaffenburg, Germany – Colos-Saal
June 19 - Hamburg, Germany – Docks
June 21 - Leipzig, Germany – Hellraiser
June 22 - Berlin, Germnay – Metropol
June 23 - Warsaw, Poland – Progresja
June 25 - Snina, Slovakia – Rock Pod Kamenon
June 26 - Spalene Porici, Czech Republic – Basinfire Fest
June 27 - Linz, Austria – Posthof Frischluft Open Air
June 29 - Braunschweig, Germany – Schöhn & Fröhlich
June 30 - Munich, Germany – Backstage Werk
July 2 - Regensburg, Germany – Eventhall Airport
July 3 - Zurich, Switzerland – Volkshaus
July 5 - Barcelona, Spain – Barcelona Rock Fest
July 7 - Milan, Italy – Alcatraz
July 8 - Stuttgart, Germany – Lka
July 10 - Weert, Netherlands -Bospop Festival
July 11 - Zottegem, Belgium – Rock Zottegem Festival
July 12 - Coesfeld, Germany – Fabrik
July 14 - Saarbrücken, Germany – Garage
July 16 - Saint-Julien-En-Genevois, France – Guitare En Scene
July 18 - London, United Kingdom – O2 Forum Kentish Town
July 20 - Norwich, United Kingdom – Uea
July 21 - Manchester, United Kingdom – Academy
July 22 - Birmingham, United Kingdom – O2 Academy
July 24 - Bristol, United Kingdom – O2 Academy
July 25 - Southampton, United Kingdom – O2 Guidhall
Lebih dari Sekadar Musik: Sentuhan Emas dan Kontroversi
Selain persiapan tur dan rekaman album baru, STEEL PANTHER juga patut berbangga hati karena album debut mereka, "Feel The Steel", berhasil meraih sertifikasi emas dari British Phonographic Industry (BPI). Ini berarti album yang dirilis pada tahun 2009 itu telah terjual lebih dari 100.000 kopi di Inggris Raya. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa selera humor dan musik metal yang unik dari STEEL PANTHER tetap digemari oleh banyak orang.
Untuk merayakan kesuksesan ini, STEEL PANTHER merilis "Feel The Steel - 15th Anniversary Edition" pada November 2024. Edisi spesial ini menampilkan dua lagu yang sebelumnya hanya dirilis di Jepang, yaitu "You Don't Make Me Feel Dumb" dan "I Want Your Tits". Sebuah hadiah yang sempurna untuk para fans setia yang ingin menikmati kegilaan STEEL PANTHER secara maksimal.
Kenapa STEEL PANTHER Tetap Relevan?
Lantas, apa yang membuat STEEL PANTHER tetap eksis dan digemari hingga saat ini? Jawabannya mungkin terletak pada kemampuan mereka untuk menyajikan parodi hair metal dengan sentuhan humor yang cerdas dan nggak kenal ampun. Mereka nggak takut untuk mengeksploitasi aspek-aspek kurang menyenangkan dari era 80-an, mulai dari lirik-lirik cabul hingga penampilan yang kelewat batas. Namun, semua itu disajikan dengan gaya self-aware yang membuat kita tertawa, bukan tersinggung.
Bahkan, Stix Zadinia sendiri mengakui bahwa lirik-lirik kontroversial mereka adalah salah satu kunci kesuksesan STEEL PANTHER. Menurutnya, lirik-lirik tersebut membuat orang tertarik dan merasa terhubung dengan musik mereka. Di tengah dunia yang semakin sensitif dan penuh dengan political correctness, STEEL PANTHER hadir sebagai tempat pelarian bagi mereka yang ingin bersenang-senang tanpa harus khawatir menyinggung siapa pun.
Ironi di Balik Lirik yang Kontroversial
Namun, bukan berarti STEEL PANTHER kebal terhadap kritik. Lirik-lirik mereka yang seringkali dianggap rasis, misoginis, dan cabul tetap menjadi perdebatan. Ada yang menganggapnya sebagai humor yang nggak berbahaya, ada juga yang menganggapnya sebagai bentuk eksploitasi dan penghinaan terhadap kelompok-kelompok tertentu. Di sinilah letak ironi dari STEEL PANTHER: mereka mengolok-olok budaya hair metal era 80-an yang penuh dengan seksisme dan rasisme, tapi di saat yang sama, mereka juga menggunakan elemen-elemen tersebut sebagai daya tarik utama.
Stix Zadinia sendiri menyadari bahwa STEEL PANTHER berada di "masa yang sangat aneh". Namun, mereka merasa "diwarisi" karena telah membangun reputasi sejak era 90-an, di mana political correctness belum begitu ketat. Dengan kata lain, mereka merasa bebas untuk menulis lagu apa pun yang mereka inginkan, tanpa harus khawatir dicap sebagai band yang nggak sensitif. Sebuah sikap yang patut diacungi jempol, atau justru dikritik habis-habisan? Itu semua tergantung dari sudut pandang masing-masing.
STEEL PANTHER: Lebih dari Sekadar Band Parodi
Terlepas dari kontroversi yang mengelilinginya, STEEL PANTHER tetaplah sebuah fenomena unik dalam dunia musik metal. Mereka bukan sekadar band parodi yang meniru gaya musik era 80-an. Mereka adalah satiris yang menggunakan humor untuk mengkritik budaya dan masyarakat. Mereka adalah entertainer yang mampu menghibur penonton dengan aksi panggung yang gila dan lagu-lagu yang catchy. Dan yang terpenting, mereka adalah diri mereka sendiri: band yang nggak takut untuk melanggar aturan dan melakukan apa pun yang mereka inginkan.
Masa Depan STEEL PANTHER: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Dengan tur Eropa yang sudah di depan mata dan album baru yang sedang dalam proses, masa depan STEEL PANTHER terlihat cukup cerah. Mereka akan terus menghibur para fans dengan musik mereka yang unik dan aksi panggung yang nggak terlupakan. Mereka akan terus memprovokasi dan mengundang perdebatan dengan lirik-lirik mereka yang kontroversial. Dan yang pasti, mereka akan terus menjadi STEEL PANTHER: band metal yang nggak pernah bisa diprediksi.
Jadi, siapkah kalian untuk berdansa dengan para badut metal ini? Kalau iya, segera siapkan tiket dan jadilah bagian dari kegilaan "Twenty Twenty S€x" tour. Tapi ingat, jangan terlalu serius. Ini cuma STEEL PANTHER, kok. Atau... apakah mereka sebenarnya lebih dari sekadar badut metal?
