Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Antibodi Baru Bangkitkan Sistem Imun: Terobosan Kanker Pankreas & Masa Depan Pengobatan

Panasnya Jakarta memang bikin emosi jiwa bergejolak. Tapi, tahu nggak sih, ada yang lebih bikin naik darah daripada macet dan harga kopi kekinian? Yap, kanker pankreas. Penyakit yang satu ini bukan cuma susah dilawan, tapi juga punya trik licik buat ngumpet dari sistem kekebalan tubuh kita. Udah kayak main petak umpet, tapi hadiahnya nyawa. Tapi, jangan panik dulu, karena ada secercah harapan dari para ilmuwan Northwestern Medicine.

Ketika Kanker Pankreas Jadi Ninja Hatori

Bayangin deh, sel kanker pankreas itu kayak ninja Hatori yang jago banget nyamar. Mereka pakai lapisan gula spesial buat ngecoh sistem imun tubuh. Ibaratnya, mereka pasang plang “Jangan Diganggu, Lagi Meditasi” padahal lagi nyusun rencana jahat. Nah, para ilmuwan ini akhirnya berhasil membongkar trik licik tersebut dan menciptakan antibodi yang bisa ngebongkar kedok si ninja kanker.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Mohamed Abdel-Mohsen ini butuh waktu enam tahun buat ngorek-ngorek rahasia kanker pankreas. “Setelah bertahun-tahun, akhirnya kami tahu kenapa imunoterapi nggak mempan buat lawan kanker pankreas. Sel kanker ternyata lebih pinter dari yang kita kira,” kata Abdel-Mohsen, profesor dari Northwestern University Feinberg School of Medicine.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Cancer Research ini nunjukkin kalo antibodi yang mereka buat bisa ngebangunin sel imun buat nyerang balik sel kanker. Hasilnya? Tumor pada tikus percobaan tumbuh lebih lambat. Lumayan kan, daripada nggak ada sama sekali?

Survival Rate Kanker Pankreas yang Bikin Merinding

Kanker pankreas ini emang nggak main-main. Selain susah dideteksi, opsi pengobatannya juga terbatas. Bayangin aja, survival rate lima tahunnya cuma 13%. Artinya, dari 100 orang yang kena kanker pankreas, cuma 13 orang yang masih bertahan hidup setelah lima tahun. Serem banget kan? Nggak heran kalo banyak yang bilang kanker pankreas ini “silent killer” alias pembunuh diam-diam.

Salah satu penyebab kenapa kanker pankreas susah dilawan adalah karena sistem imun tubuh di dalam tumornya itu kayak lagi mati suri. “Kami pengen tahu kenapa sistem imun tubuh nggak mau nyerang sel tumor, malah kayak diem aja atau bahkan bantuin sel tumornya. Makanya, kami coba buat ‘membangunkan’ mereka,” jelas Abdel-Mohsen.

Trik Licik Lapisan Gula Kanker Pankreas

Ternyata, sel kanker pankreas ini punya trik licik buat ngumpet dari kejaran sistem imun. Mereka memanfaatkan sistem keamanan alami yang ada di sel sehat. Sel sehat biasanya punya lapisan gula bernama asam sialat di permukaannya. Lapisan gula ini berfungsi buat ngasih sinyal ke sistem imun, “Woi, jangan ganggu, gue lagi nggak bikin onar nih.”

Nah, sel kanker pankreas ini malah memanfaatkan lapisan gula yang sama buat nyamar. Mereka nempel lapisan gula itu di protein bernama integrin α3β1. Alhasil, protein yang udah ketempelan gula ini jadi bisa berinteraksi sama sensor di sel imun bernama Siglec-10. Akibatnya, sel imun jadi salah paham dan malah ngasih sinyal “stand down” alias nggak usah nyerang.

“Gampangnya gini, sel tumor itu kayak bungkus dirinya pakai gula-gula biar dikira permen. Padahal di dalamnya racun semua. Ini sih udah kayak serigala berbulu domba, klasik banget,” sindir Abdel-Mohsen.

Antibodi Ajaib yang Bikin Sel Imun Melek

Setelah berhasil membongkar trik licik sel kanker pankreas, para ilmuwan Northwestern ini langsung gercep bikin antibodi yang bisa ngeblokir lapisan gula tersebut. Hasilnya? Sel imun yang tadinya kayak orang linglung langsung melek dan mulai nyerang sel kanker. Tumor pada tikus yang dikasih antibodi ini juga tumbuh lebih lambat daripada tikus yang nggak diobatin.

Bikin antibodi ini juga nggak segampang bikin mie instan. “Kami harus nyaring ribuan hybridoma, sel yang bisa menghasilkan antibodi, buat nemuin satu yang bener-bener ampuh,” kata Abdel-Mohsen. Ibaratnya, nyari jarum dalam tumpukan jerami, tapi jeraminya ada ribuan ton.

Selanjutnya, tim peneliti ini pengen nyobain kombinasi antibodi ini sama kemoterapi dan imunoterapi yang udah ada. “Kami yakin banget kalo kombinasi terapi ini bisa bikin pasien kanker pankreas sembuh total. Kita nggak cuma pengen tumornya mengecil atau tumbuh lebih lambat, tapi pengen bener-bener ngilangin kankernya,” tegasnya.

Lima Tahun Lagi, Mungkinkah Jadi Kenyataan?

Abdel-Mohsen memperkirakan kalo antibodi ini butuh waktu sekitar lima tahun lagi buat bisa dipake ke manusia. Tapi, itu juga kalo semua prosesnya lancar jaya. Sambil nunggu, mereka juga lagi nyobain kombinasi antibodi ini sama kemoterapi dan imunoterapi. Selain itu, mereka juga lagi bikin tes khusus buat nentuin pasien mana yang cocok diobatin pake terapi ini.

Apakah Ini Cuma Buat Kanker Pankreas?

Ternyata, penemuan ini nggak cuma buat kanker pankreas doang lho. Abdel-Mohsen bilang kalo trik lapisan gula ini mungkin juga dipake sama jenis kanker lain yang susah diobatin, kayak glioblastoma. Bahkan, mungkin juga dipake sama penyakit non-kanker yang bikin sistem imun tubuh salah sasaran. Wah, makin banyak aja nih kerjaan buat para ilmuwan.

Semoga Bukan Sekadar Mimpi di Siang Bolong

Semoga aja penelitian ini beneran bisa jadi kenyataan dan bukan cuma jadi mimpi di siang bolong. Soalnya, kalo beneran berhasil, ini bisa jadi harapan baru buat para pasien kanker pankreas dan penyakit lainnya. Ya, walaupun mungkin butuh waktu lima tahun lagi, tapi tetep aja ada harapan kan? Daripada nggak ada sama sekali, mending kita dukung terus para ilmuwan ini biar makin semangat ngembangin penelitiannya. Siapa tahu, suatu saat nanti kita bisa bilang, “Bye-bye kanker, game over!”

Previous Post

Rockstar Games PHK Massal Karyawan: Skandal ‘Union Busting’ Terburuk?

Next Post

Radiohead: Teori Binary Code ‘OK Rainbows’, Konspirasi Musik yang Menggemparkan Penggemar

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *