Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Bar Italia: ‘Some Like It Hot’ Bakal Jadi Album Indie Rock Terpanas Tahun Ini?

Bayangkan skenario ini: tiga anak manusia—dua cowok London slacker dan seorang ekspatriat Italia—terjebak dalam satu flat saat pandemi. Alih-alih meratapi nasib, mereka malah membentuk band indie yang *pretensiusnya minta ampun*. Bar Italia, nama bandnya, muncul dari kancah rock London dengan gitar yang bikin candu dan aura misterius yang bikin penasaran. Apakah mereka hanya sekadar hype, atau memang ada sesuatu yang spesial dari band yang satu ini?

Bar Italia: Lebih dari Sekadar Band Indie London

Bar Italia mencuri perhatian di tahun 2023 dengan dua album keren untuk Matador, Tracey Denim dan The Twits. Tapi, album terbaru mereka, Some Like It Hot, justru lebih percaya diri, lebih beruap, dan lebih… memaksa? Album ini bisa dibilang salah satu indie-rock thriller paling nendang tahun ini. Tiga vokalisnya—Jezmi Tarik Fehmi, Sam Fenton, dan Nina Cristante—saling bergantian menyajikan vokal deadpan yang khas. Fehmi dengan kegelisahan cintanya yang akut, Fenton dengan sikap dingin yang cerdas, dan Cristante dengan gaya menggoda ala chanteuse.

Jangan harap Bar Italia malu-malu kucing soal pengaruh musik mereka. Ada sedikit Slowdive, banyak The Cure, dan segudang The Velvet Underground, Spacemen 3, dan Sonic Youth. Di Some Like It Hot, mereka mencampur aduk postpunk, Britpop, shoegaze, dan psychedelia dengan gaya melodramatis mereka sendiri. Bahkan, nama band mereka terinspirasi dari kedai kopi di Soho yang menginspirasi lagu klasik Pulp. Kurang indie apa coba?

Kisah terbentuknya Bar Italia ini kayak plot sinetron anak band zaman sekarang: dua cowok London slacker ngekos bareng sambil bikin proyek lo-fi bernama Double Virgo (duh, kok bisa kepikiran nama itu?). Lalu, mereka sadar tetangga Italia di atas mereka punya bakat nyanyi. Saat pandemi mengurung mereka di tahun 2020, ketiganya mulai serius dengan band baru mereka. Mereka merilis demo rumahan yang langsung viral di seluruh dunia. Tiba-tiba, mereka sudah manggung, main di festival, tur Amerika, sambil tetap jadi diri mereka yang *pretensiusnya kebangetan*. (“Gue tertarik sama fenomena budaya band, tapi gue nggak suka musik,” kata Fehmi tahun lalu. “Gue bahkan nggak suka musik kita sendiri.”) *Lah, terus ngapain, Bang?*

Some Like It Hot: Ketika Marilyn Monroe Bertemu Sonic Youth

Judul album Some Like It Hot diambil dari film klasik Billy Wilder tentang tiga musisi jalanan—Marilyn Monroe, Tony Curtis, Jack Lemmon—yang semuanya menyimpan rahasia. Bar Italia merasa relate dengan film ini. Vokal mereka terdengar sangat santai, entah saat menyampaikan nafsu, keputusasaan, atau kerinduan. Ketiganya jelas sepakat bahwa puncak seni vokal adalah saat Robert Smith bergumam “Must’ve been asleep for daaaays.” Dan jujur saja, siapa yang bisa menyalahkan mereka? (Di salah satu rekaman awal mereka, mereka tiba-tiba menyanyikan “Boys Don’t Cry” di tengah instrumental yang sendu, dan entah kenapa pas aja gitu.)

Tapi, Bar Italia mencari secercah keindahan dalam kebosanan sehari-hari, dari waltz akustik “Bad Reputation” hingga lurch rock “Omni Eyebrows” dan “Eyepatch”. Lagu-lagu mereka cenderung bercerita tentang tiga kisah cinta yang berbeda, dengan narator yang saling tumpang tindih. “Cowabella” menyanjung objek hasrat yang tidak jelas, dilihat dari berbagai sudut pandang—tapi tidak pernah benar-benar dilihat. “Rooster” adalah koneksi larut malam yang salah sambung. Seperti yang dinyanyikan Fenton, “You can’t forget about a target you missed / I was lost to the world from the moment we kissed.” *Wah, dalem banget, Mas.*

Angst Metropolitan yang Dikemas dengan Gitar Berdenging

“Marble Arch” adalah sketsa angst metropolitan yang berkualitas tinggi, dipenuhi dengan dentingan gitar mod. “Rain in London Town, it reflects all the feelings of people around,” nyanyi Fenton, sementara Cristante tersedak air matanya sendiri. Semua orang di lagu itu terlalu sibuk dengan kesedihan pribadi mereka sendiri untuk memperhatikan orang lain. Bahkan di momen klimaks, saat suara mereka bergabung untuk bertanya, “What are you doing in my head again? / You don’t belong here, you never did.” *Hmm, relatable banget buat anak Jaksel yang suka hujan-hujanan sambil dengerin The Smiths.*

Lagu-lagu di Some Like It Hot terdengar detached di permukaan, tapi gelisah di bawahnya, penuh dengan gejolak emosi dan ketegangan seksual dalam gitarnya. Yang terbaik dari semuanya, band ini nge-rock habis-habisan di “I Make My Own Dust”, dengan Cristante melolong “borrowed, stolen, from someone, anyone!,” di atas groove yang semakin cepat. Mau ke mana pun Bar Italia dari sini, kayaknya bakal worth it buat diikuti.

Jadi, Apakah Bar Italia Layak Didengarkan?

Setelah mendengarkan Some Like It Hot, pertanyaan yang muncul adalah: apakah Bar Italia ini sekadar band indie yang lagi naik daun, atau memang ada sesuatu yang lebih dari itu? Jawabannya, menurut saya, ada di kemampuan mereka untuk menggabungkan pengaruh musik yang beragam dengan gaya mereka sendiri yang unik. Mereka tidak takut untuk bereksperimen, tapi tetap mempertahankan identitas mereka. Mereka juga tidak berusaha untuk menjadi sesuatu yang bukan diri mereka sendiri. Mereka adalah Bar Italia, dan mereka bangga dengan itu.

Tapi, ada satu hal yang perlu diingat: Bar Italia ini *pretensiusnya minta ampun*. Mereka tahu betul bagaimana cara menciptakan aura misterius dan eksklusif di sekitar mereka. Mereka juga tahu bagaimana cara membuat orang penasaran dengan musik mereka. Tapi, di balik semua itu, ada band yang benar-benar berbakat dan punya sesuatu untuk dikatakan. Apakah Anda siap untuk masuk ke dunia Bar Italia yang aneh dan mempesona? Kalau iya, selamat menikmati perjalanan yang tak terlupakan.

Previous Post

Seni Governors Island: Sabtu Terakhir Penuh Warna di Bulan Oktober

Next Post

Project Ethos: Mantan Kepala Produksi Apex Legends Pimpin Pengembangan, Apa Implikasinya?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *