Imagine mencoba mengoordinasikan tiga proyek besar sekaligus yang masing-masing membutuhkan perhatian detail, apalagi jika itu proyek pembangunan berskala monumental. Rasanya seperti mencoba memimpin tiga tim raid berbeda di game MMORPG favorit pada waktu yang sama, atau mungkin lebih pusing daripada mencari kunci yang hilang saat sudah telat janji. Nah, dalam kategori multitasking epik dan koordinasi tingkat tinggi, Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir baru saja mencatatkan momen langka, yang mungkin akan membuat para event organizer di seluruh dunia tercengang. Untuk kelima kalinya sepanjang sejarahnya, upacara peletakan batu pertama untuk tiga bait suci dilaksanakan pada hari yang sama.
Momen bersejarah ini terjadi pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025, menandai sebuah milestone yang menunjukkan ekspansi global yang signifikan. Tiga bait suci yang memulai konstruksinya secara serentak adalah Bait Suci Tampa Florida, Bait Suci Brazzaville Republik Kongo, dan Bait Suci Vancouver Washington. Peristiwa ini bukan hanya sekadar seremoni peletakan batu pertama; ini adalah simbol dari pertumbuhan komunitas Latter-day Saint di berbagai belahan dunia.
Keunikan acara ini tak lepas dari logistik dan persiapan yang rumit, mengingat lokasi ketiga bait suci tersebar di benua yang berbeda. Setiap upacara dipimpin oleh seorang pemimpin Gereja yang berwenang, memberikan arahan spiritual dan harapan bagi komunitas setempat. Para pemimpin ini menegaskan kembali tujuan utama pembangunan bait suci: sebagai rumah kudus Tuhan, tempat di mana perjanjian sakral dibuat dan keluarga dipersatukan.
Fenomena ‘Triple Combo’ yang Bikin Sejarah
Upacara peletakan batu pertama untuk Bait Suci Tampa Florida dipimpin oleh Elder Neil L. Andersen dari Kuorum Dua Belas Rasul. Dalam doa dedikasinya, Elder Andersen memohon agar tanah ini dan bait suci yang akan dibangun menjadi “terang dan kekuatan bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir dan seluruh komunitas.” Harapannya, bait suci ini dapat membantu para sahabat dan tetangga merasakan Roh Allah, serta meningkatkan iman mereka kepada Yesus Kristus.
Elder Brook P. Hales dari Tujuh Puluh turut memimpin upacara di Florida, menandakan pentingnya peristiwa ini. Bait Suci Tampa Florida sendiri telah diumumkan oleh Presiden Russell M. Nelson pada konferensi umum April 2022. Saat itu, Presiden Nelson menekankan bahwa “momentum rohani yang positif meningkat seiring dengan kita beribadah di bait suci dan bertumbuh dalam pemahaman kita tentang luas dan dalamnya berkat-berkat yang kita terima di sana.”
Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir memiliki sejarah yang cukup panjang di Florida, dengan kongregasi pertama terbentuk pada tahun 1897. Saat ini, terdapat lebih dari 176.000 anggota Latter-day Saint di hampir 280 kongregasi di Florida, yang merupakan bagian dari wilayah tenggara Amerika Serikat. Selain Tampa, Florida juga memiliki bait suci lain yang telah diumumkan, sedang dibangun, atau telah beroperasi di Fort Lauderdale, Jacksonville, Orlando, dan Tallahassee.
Dari Jantung Afrika hingga Pasifik Barat Laut: Jejak Baru Bait Suci
Bergeser ke benua Afrika, Bait Suci Brazzaville Republik Kongo juga mengadakan upacara peletakan batu pertama yang dipimpin oleh Elder Thierry K. Mutombo, Presiden Area Afrika Tengah. Elder Mutombo menyampaikan kesaksian kuat, bahwa “sesuatu yang istimewa terjadi ketika rumah Tuhan dibangun di suatu tempat.” Ia juga menambahkan, “kekuatan surga diwujudkan dalam tata cara sakral yang dilakukan di bait suci, dan Republik Kongo tidak akan pernah sama lagi.”
Bait Suci Brazzaville Republik Kongo ini juga diumumkan oleh Presiden Nelson pada konferensi umum April 2022, menjadikannya rumah Tuhan pertama yang diumumkan, sedang dibangun, atau beroperasi di negara tersebut. Di wilayah terdekat, tepatnya di Republik Demokratik Kongo, Bait Suci Kinshasa telah didedikasikan pada tahun 2019, dan Bait Suci Lubumbashi sedang dalam tahap pembangunan. Ada juga pengumuman untuk Bait Suci Kananga dan Mbuji-Mayi Republik Demokratik Kongo.
Kisah Gereja di Republik Kongo bermula pada tahun 1980-an, ketika anggota Latter-day Saint yang dibaptis di luar negeri kembali dan berkumpul di Brazzaville untuk mengorganisasi Gereja. Pada tahun 1992, ketika Elder Russell M. Nelson (saat itu masih seorang Rasul) dan Elder Richard G. Scott mengunjungi negara tersebut untuk mendedikasikan wilayah itu bagi pemberitaan Injil, distrik pertama telah terbentuk. Kini, negara ini menjadi rumah bagi hampir 14.000 anggota Latter-day Saint di hampir 40 kongregasi.
Sementara itu, di sisi lain dunia, Elder Mark A. Bragg, seorang Tujuh Puluh, memimpin upacara peletakan batu pertama untuk Bait Suci Vancouver Washington. Ia menyatakan, “Sebuah bait suci benar-benar adalah rumah Tuhan, perlindungan kudus dari dunia di mana tata cara sakral Injil dilakukan oleh dan bagi yang hidup serta atas nama leluhur kita, karena kita tahu bahwa kita hidup setelah kehidupan ini dan dapat kembali untuk hidup bersama Bapa Surgawi kita.”
Bait Suci Vancouver Washington juga diumumkan oleh Presiden Nelson, kali ini pada konferensi umum Oktober 2023. Setelah selesai, bait suci ini akan menjadi yang keenam di negara bagian Washington. Negara bagian ini sudah memiliki bait suci lain yang telah diumumkan, sedang dibangun, atau beroperasi di Columbia River, Moses Lake, Seattle, Spokane, dan Tacoma, menunjukkan pertumbuhan komunitas Latter-day Saint yang dinamis.
Sejarah Gereja di Washington State juga kaya, dengan banyak anggota turut membantu pembangunan jalur kereta api untuk Northern Pacific Oregon Short Line pada tahun 1880-an. Pada tahun 1930, keanggotaan Gereja di negara bagian ini mencapai 1.900 orang di delapan kongregasi. Dengan selesainya Bendungan Grand Coulee di Sungai Columbia pada awal 1940-an, banyak lagi anggota yang pindah ke negara bagian tersebut. Saat ini, Washington adalah rumah bagi lebih dari 282.000 anggota Latter-day Saint di lebih dari 470 kongregasi.
Bukan Sekadar Bangunan: Mengapa Bait Suci Itu Penting
“Sebuah rumah Tuhan membawa harapan, terang, sukacita, dan kehidupan kekal melalui Juruselamat kita Yesus Kristus,” ujar Elder Bragg. Ia juga memberikan kesaksian bahwa Yesus Kristus hidup dan kasih-Nya adalah abadi. Pernyataan ini merangkum esensi dari mengapa pembangunan bait suci begitu penting bagi komunitas Latter-day Saint di seluruh dunia.
Fenomena “tiga peletakan batu pertama dalam sehari” ini, seperti yang telah disebutkan, sangatlah langka. Empat kejadian serupa sebelumnya adalah: pada 17 Agustus 2024 untuk Bait Suci Santiago Barat Chile, Londrina Brazil, dan Austin Texas; pada 4 Mei 2019 untuk Bait Suci Yigo Guam, Praia Cape Verde, dan San Juan Puerto Rico; pada 13 Maret 1999 untuk Bait Suci Oaxaca Meksiko, Nashville Tennessee, dan Kona Hawaii; serta pada 29 Mei 1999 untuk Bait Suci Veracruz Meksiko, Adelaide Australia, dan Louisville Kentucky.
Bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir, ibadah di bait suci memiliki beberapa alasan mendalam. Mereka datang ke bait suci untuk merasakan kasih dan kedamaian Tuhan, untuk belajar lebih banyak tentang rencana Allah bagi anak-anak-Nya dan Injil Yesus Kristus, untuk membuat perjanjian dengan Allah dan dengan pasangan hidup, serta untuk menyatukan keluarga di kehidupan ini dan di kehidupan yang akan datang melalui tata cara sakral. Ini bukan hanya tentang bangunan fisik, melainkan tentang pengalaman rohani dan perjanjian kekal yang terjalin di dalamnya.
Peristiwa langka ini menjadi bukti nyata pertumbuhan dan ketahanan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di berbagai penjuru dunia. Dari Florida yang subur, jantung Afrika yang berdenyut, hingga Pasifik Barat Laut yang hijau, pembangunan bait suci menjadi mercusuar harapan dan pusat spiritual bagi ribuan orang. Setiap peletakan batu pertama adalah janji masa depan, sebuah fondasi bagi komunitas yang semakin kuat, dan sebuah undangan untuk merasakan kedekatan dengan ilahi di tengah hiruk pikuk dunia.


