Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

COC Skateboards: Corrosion Of Conformity Luncurkan Lini Papan Skate Berenergi Tinggi!

Corrosion of Conformity (C.O.C.), band yang namanya sudah kayak mata kuliah wajib di jurusan metal, baru saja mengumumkan kolaborasi yang bikin para skater mendadak pengen headbang di atas papan. Mereka meluncurkan COC Skateboards, lini papan skate yang konon katanya terinspirasi dari semangat pemberontakan dan akar outsider band ini. Pertanyaannya, apakah papan skate ini bisa lebih liar dari aksi panggung mereka?

Ketika Metal Bertemu Aspal: Lahirnya COC Skateboards

Buat yang belum tahu, C.O.C. ini bukan cuma sekadar band metal. Mereka adalah manifestasi energi mentah, kebebasan berpikir, dan ekspresi yang meledak-ledak. Dari klub-klub bawah tanah North Carolina sampai arena skate, C.O.C. selalu jadi simbol perlawanan. Sekarang, semangat itu hadir dalam bentuk papan skate yang siap diajak ngebut.

Dalam kemitraan dengan Volatile Skateboards, COC Skateboards menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan. Bayangkan saja, meluncur di atas papan dengan desain yang terinspirasi dari album-album legendaris C.O.C., sambil membayangkan riff gitar Pepper Keenan yang menggema di telinga. Ini bukan sekadar merch, ini adalah gaya hidup.

“Skating dan C.O.C. itu sudah kayak kopi sama rokok, nggak bisa dipisahkan,” kata band ini dengan nada meyakinkan. “Ini lebih dari sekadar merchandise – ini adalah sebuah gerakan. Tanpa kompromi. Tanpa permintaan maaf. Hanya sikap murni.” Apakah ini berarti kita harus mulai mempertimbangkan untuk nge-skate sambil pakai jaket kulit dan celana robek-robek?

COC Skateboards diklaim dibuat untuk membuat para ibu menangis sejak tahun 1982. Entah apa hubungannya, tapi yang jelas, ini adalah pernyataan yang cukup berani. Apakah papan skate ini benar-benar se-rebel itu? Atau hanya sekadar gimmick marketing?

Dari Studio ke Panggung, Sampai ke Atas Papan

Sebelumnya, C.O.C. sempat merilis versi spesial dari “Fire And Water” milik FREE. Lagu klasik ini direkam secara spontan saat mereka sedang istirahat di studio, di tengah proses rekaman album baru mereka. Versi C.O.C. ini menjadi yang pertama dari “Riffissippi Studio Jam Sessions”, sebuah koleksi interpretasi lagu-lagu favorit band ini. Sebuah proyek sampingan yang cukup menarik untuk diikuti.

C.O.C. juga baru saja menyelesaikan tur Amerika Utara bersama JUDAS PRIEST dan Alice Cooper. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa mereka masih relevan di kancah musik metal dunia. Tur ini juga diselingi dengan beberapa konser headlining C.O.C., yang semakin memantapkan posisi mereka sebagai band yang patut diperhitungkan.

Evolusi Riff: Empat Dekade Mengguncang Dunia Metal

Sejak dibentuk pada tahun 1982, C.O.C. telah menorehkan riff-riff khas mereka ke dalam sejarah heavy metal selama lebih dari empat dekade. Dengan sepuluh album yang diakui secara kritis, band ini terus berevolusi. Dari era thrash hingga metal yang lebih bernuansa blues, C.O.C. selalu berhasil membuat para penggemar dan kritikus penasaran.

No Cross No Crown: Puncak Tangga Lagu

Album terakhir C.O.C., “No Cross No Crown”, dirilis pada tahun 2018 melalui Nuclear Blast Entertainment. Direkam bersama produser lama John Custer, album ini menandai rekaman studio pertama dengan gitaris/vokalis Pepper Keenan dalam lebih dari satu dekade. Album ini berhasil meraih posisi No. 67 di Billboard Top 200, No. 12 di Billboard Top Current Albums, dan No. 3 di Top Hard Music Albums pada minggu pertama perilisannya. Ini adalah album dengan peringkat tertinggi dalam karir band ini.

Studio Rahasia Barry Gibb: Tempat Riff Metal Dilahirkan?

Beberapa sesi rekaman gitar untuk LP C.O.C. mendatang dilakukan di studio pribadi milik Barry Gibb dari BEE GEES di Miami, Florida. Bayangkan saja, riff-riff metal yang mengguncang jiwa dilahirkan di tempat yang sama dengan lagu-lagu disko yang bikin goyang pinggul. Sebuah ironi yang menarik.

Bobby Landgraf: Dari Bass Tech PANTERA ke Anggota C.O.C.

Oktober lalu, C.O.C. merekrut mantan gitaris DOWN dan bass tech PANTERA saat ini, Bobby Landgraf, untuk bermain bass untuk band ini di edisi 2024 dari Headbangers Boat cruise. Dia sejak itu bergabung dengan C.O.C. di studio dan di atas panggung konser. Sebuah tambahan amunisi yang menjanjikan gebrakan baru.

Mike Dean: Sang Pendiri Meninggalkan Band

Pada September 2024, bassis pendiri C.O.C., Mike Dean, mengumumkan kepergiannya dari band. Sebuah berita yang cukup mengejutkan bagi para penggemar setia C.O.C. Pertanyaannya, apakah kepergian Mike Dean akan mempengaruhi arah musik C.O.C. di masa depan?

Kembalinya Stanton Moore: Drum yang Kembali Menggebrak

Dua tahun lalu, C.O.C. mengkonfirmasi kembalinya drummer Stanton Moore untuk album mendatang mereka. Sebuah kabar baik bagi para penggemar yang merindukan gebukan drum Stanton Moore yang khas.

Reed Mullin: Kepergian Sang Legenda

Reed Mullin meninggal pada Januari 2020 pada usia 53 tahun. Drummer, yang ikut mendirikan C.O.C. pada tahun 1982 sebagai band hardcore punk bersama gitaris Woody Weatherman dan Dean, telah melewatkan sejumlah pertunjukan dalam empat tahun sebelumnya karena berbagai masalah kesehatan, termasuk kejang terkait alkohol yang dideritanya pada Juni 2016 lalu. Kepergian Reed Mullin meninggalkan luka yang mendalam bagi para penggemar dan anggota C.O.C.

Jadi, COC Skateboards ini bukan sekadar papan skate biasa. Ini adalah perwujudan semangat C.O.C. yang liar dan tak kenal kompromi. Apakah Anda berani menaklukkan aspal dengan papan skate ini? Siapkan jaket kulit, celana robek, dan mental baja. Karena COC Skateboards siap membawa Anda ke level pemberontakan yang baru.

Previous Post

Norris Pole Position! Antonelli & Leclerc Siap Beri Kejutan di Interlagos

Next Post

Vladi Pilih Fnatic: Karmine Corp Setujui Transfer, Bagaimana Nasib Poby?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *