Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

D’Angelo Diabadikan: Busta Rhymes Rilis “Magic” dengan Sentuhan Voodoo

Busta Rhymes, sang MC extraordinaire, baru saja merilis single berjudul “Magic.” Bukan sembarang single, ini adalah tribut untuk D’Angelo, legenda R&B yang musiknya bisa bikin bulu kuduk merinding sekaligus bikin pengen joged. Lantas, apa yang membuat Busta sampai segitunya memuji D’Angelo? Apakah karena D’Angelo punya resep rahasia bikin mie instan rasa bintang lima? Mari kita kulik lebih dalam.

D’Angelo: Antara Dewa Musik dan Tukang Sihir

“D’Angelo itu titipan Tuhan!” Begitu kata Busta Rhymes dengan nada penuh penghormatan. Bukan “was,” tapi “is.” Sekarang, bayangkan seorang rapper sekelas Busta Rhymes, yang biasanya nge-rap soal jalanan dan kehidupan keras, tiba-tiba bicara soal titipan Tuhan. Ini seperti melihat Saitama dari One Punch Man tiba-tiba melankolis soal indahnya bunga sakura. Ada apa gerangan?

Ternyata, “Magic” ini bukan cuma sekadar lagu tribut. Ini adalah ungkapan kekaguman Busta pada D’Angelo, yang menurutnya adalah sosok yang mengubah lanskap musik dunia. Busta mengenang pertemuan pertamanya dengan D’Angelo di studio A Tribe Called Quest, dan sejak itu, ia terpukau dengan aura dan bakat D’Angelo yang luar biasa.

Dalam liriknya, Busta nge-rap, “The man never needed a co-sign, he never needed a voucher/He touched them keys like Escobar in the Medellín/And he touched the souls of the people and everything between/We gotta feel it/And embrace all of his spirit/From the music, whenever we hear it.” Kalau diterjemahkan bebas, kira-kira begini: “D’Angelo nggak butuh validasi dari siapa pun. Dia main piano kayak Escobar masak sabu. Musiknya menyentuh jiwa semua orang. Kita harus rasakan dan peluk semangatnya setiap kali kita dengar musiknya.” Deep banget, kan?

Lagu “Magic” ini dirilis via Okayplayer, situs yang didirikan oleh Questlove, sahabat dekat D’Angelo. Busta juga sempat ngobrol dengan Okayplayer soal persahabatannya dengan D’Angelo dan apa yang membuat musiknya begitu monumental. Ini seperti reuni keluarga musisi yang saling menginspirasi satu sama lain. Jadi, bukan cuma sekadar kolaborasi bisnis, tapi juga bentuk apresiasi dari hati ke hati.

Kenapa D’Angelo Begitu Spesial? Ini Kata Busta

“Dia itu teman saya selama 34 tahun,” kata Busta. “Saya menghormatinya sebagai teman dulu, baru sebagai seorang jenius. Dia adalah salah satu kontributor paling signifikan dalam budaya ini. Bumi ini seperti bergeser ketika D datang dan bermusik. Dia adalah perwujudan keseimbangan antara apa yang diciptakan nenek moyang kita dan ke mana dia membawanya.”

Busta menambahkan, “Nggak ada yang baru di dunia ini. Tapi, membuat sesuatu jadi milikmu sendiri dan menggabungkan apa yang sudah ada dengan apa yang belum ada itu adalah hal lain. Ada banyak musisi soul yang main dan nyanyi sebelum dan sesudah dia. Tapi, dampaknya nggak ada yang bisa menyamai D’Angelo, padahal dia cuma merilis tiga album dalam 34 tahun.” Ini seperti bilang, “D’Angelo itu one-hit wonder yang efeknya kayak bom atom.”

D’Angelo memang bukan tipe musisi yang produktif. Tapi, setiap album yang dia rilis selalu jadi masterpiece yang abadi. “Brown Sugar,” “Voodoo,” dan “Black Messiah” adalah tiga album yang mendefinisikan ulang musik R&B modern. Musiknya adalah perpaduan antara soul, funk, gospel, dan blues yang diolah dengan sentuhan jenius D’Angelo. Nggak heran kalau banyak musisi yang terinspirasi olehnya.

Sayangnya, D’Angelo meninggal dunia awal bulan ini setelah berjuang melawan kanker yang nggak pernah diungkapkan ke publik. Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik. Tapi, warisannya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang. Ini seperti kode rahasia yang diwariskan turun-temurun dari satu musisi ke musisi lainnya.

Tribut untuk Sang Legenda: Dari Beyoncé Sampai Obama

Selain Busta Rhymes, banyak musisi dan tokoh publik lainnya yang memberikan tribut untuk D’Angelo. Mulai dari Anthony Hamilton, Lauryn Hill, Beyoncé, Nile Rodgers, Missy Elliott, Justin Timberlake, sampai Barack Obama. Semua memberikan penghormatan terakhir untuk sang legenda. Ini seperti parade bintang yang berkumpul untuk memberikan penghormatan pada matahari.

Lauryn Hill, misalnya, menyebut D’Angelo sebagai “saudara” dan “teman seperjuangan.” Beyoncé mengatakan bahwa D’Angelo adalah “inspirasi” dan “salah satu musisi paling berbakat yang pernah ada.” Bahkan, Barack Obama, yang notabene bukan musisi, ikut memberikan tribut untuk D’Angelo. Ini membuktikan bahwa musik D’Angelo memang lintas batas dan bisa menyentuh hati siapa saja.

Tribut-tribut ini adalah bukti nyata bahwa D’Angelo bukan cuma sekadar musisi. Dia adalah fenomena budaya yang mengubah cara kita memandang musik R&B. Musiknya adalah cerminan dari jiwa dan semangatnya yang nggak pernah padam. Jadi, nggak heran kalau banyak orang yang merasa kehilangan dan ingin memberikan penghormatan terakhir untuknya.

Warisan D’Angelo: Lebih dari Sekadar Musik

Kepergian D’Angelo memang menyisakan duka. Tapi, warisannya akan terus hidup dan menginspirasi. Musiknya akan terus diputar dan dinikmati oleh jutaan orang di seluruh dunia. Dia adalah contoh nyata bahwa musik bisa menjadi jembatan yang menghubungkan kita semua. Ini seperti pesan dalam botol yang terus mengalir dari satu generasi ke generasi lainnya.

Jadi, kalau kamu belum pernah dengar musik D’Angelo, sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai menjelajahinya. Siapa tahu, musiknya bisa mengubah hidupmu seperti yang terjadi pada Busta Rhymes dan jutaan orang lainnya. Dan ingat, jangan cuma dengerin “Untitled (How Does It Feel),” tapi coba dengerin album-albumnya secara utuh. Dijamin, kamu bakal terpukau dengan kejeniusan D’Angelo.

Pada akhirnya, “Magic” adalah tribut yang sempurna untuk D’Angelo. Lagu ini bukan cuma sekadar ungkapan kekaguman Busta Rhymes, tapi juga refleksi dari betapa besar pengaruh D’Angelo dalam dunia musik. Semoga, lagu ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghargai dan mengapresiasi para musisi yang telah memberikan kontribusi besar bagi budaya kita. Karena, tanpa mereka, dunia ini pasti akan terasa lebih hampa. Atau mungkin, lebih kayak skripsi tanpa bab penutup.

Previous Post

Game Dev: Cara Pitching Truckful Bikin Pocketpair Langsung Jatuh Hati!

Next Post

AI Adobe Max: Hapus Objek, Ubah Pencahayaan Foto Semudah Klik!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *