Bradford, sebuah kota di Inggris, bersiap menjadi tuan rumah Intercultured Festival. Bukan festival biasa, gaes. Bayangkan, sebuah perayaan yang begitu meriah hingga bisa membuat perbedaan pendapat soal warna cat tembok rumah jadi damai sentosa. Atau setidaknya, begitulah klaimnya.
Festival Interkultural: Ketika Perbedaan Jadi Kekuatan (atau Setidaknya, Alasan untuk Pesta)
Intercultured Festival, yang memasuki tahun kelima, akan digelar di berbagai lokasi di Bradford hingga 2 November. Festival ini didedikasikan untuk merayakan keberagaman komunitas migran dan pengungsi di kota tersebut. Pendirinya, Mussarat Rahman, punya visi mulia: memberikan wadah bagi suara-suara yang selama ini kurang terdengar.
Rahman merasa bahwa orang-orang dari berbagai negara seringkali tidak mendapatkan pengakuan yang layak di masyarakat. Ia ingin menyoroti kualifikasi, seni, dan keterampilan yang mereka bawa ke Bradford. Sebuah misi yang, kalau dipikir-pikir, lebih berat dari grinding di game online demi mencapai level 99.
Tentu saja, festival ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul sambil makan sate. Ada agenda yang lebih serius di baliknya. Rahman ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah aset, bukan masalah. Ia ingin menciptakan ruang di mana orang-orang dari berbagai latar belakang bisa saling berinteraksi, belajar, dan merayakan perbedaan mereka.
Tapi, mari kita jujur. Di dunia yang penuh dengan drama Korea dan persaingan Mobile Legends ini, apakah sebuah festival benar-benar bisa mengubah segalanya? Apakah kita semua akan tiba-tiba berpegangan tangan sambil menyanyikan lagu kebangsaan dunia? Mungkin tidak. Tapi, setidaknya, kita bisa mendapatkan beberapa foto Instagram yang keren.
Dari Mushaira Hingga Commoners’ Ball: Agenda Festival yang Lebih Padat dari Jadwal Skripsi
Festival ini menawarkan beragam acara, mulai dari pemutaran film, pembacaan puisi, hingga hidangan kuliner dari berbagai belahan dunia. Rahman menyebutkan beberapa sorotan utama, termasuk malam Pashari Poetry Mushaira yang mengeksplorasi bahasa banyak warga Pakistan-Inggris, Poetry in the Wild dengan Otley Poets di Shipley, dan makan malam Peace in the Middle East.
Acara puncak, Commoners’ Ball, akan diadakan di Midland Hotel pada Sabtu, 1 November. Bayangkan sebuah pesta dansa mewah di mana semua orang, tanpa memandang status sosial atau latar belakang budaya, bisa berdansa bersama. Sebuah adegan yang mungkin hanya bisa kita lihat di film-film Disney.
Rahman, yang berasal dari Halifax tetapi pindah ke Bradford pada usia 18 tahun, telah bekerja dengan pencari suaka dan pengungsi selama hampir dua dekade. Pengalamannya ini memberinya pemahaman mendalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh komunitas-komunitas ini.
“Seluruh festival dirancang agar siapa pun dari komunitas mana pun atau anggota masyarakat mana pun dapat bergabung,” katanya. Sebuah pernyataan yang terdengar indah, tapi juga sedikit naif. Di dunia yang penuh dengan filter Instagram dan cancel culture ini, apakah benar-benar mungkin untuk menciptakan ruang inklusif yang sejati?
Bradford: Kota Suaka atau Sekadar Label?
Rahman mengatakan bahwa acara yang didanai oleh Arts Council England ini juga bertujuan untuk “menyatukan” orang-orang mengingat status Bradford sebagai Kota Suaka, yang telah disandang sejak 2010. Sebuah gelar yang terdengar keren, tapi juga menimbulkan pertanyaan: Apa artinya menjadi Kota Suaka di dunia nyata?
Apakah itu berarti bahwa semua pengungsi dan migran di Bradford hidup bahagia selamanya? Tentu saja tidak. Seperti yang kita ketahui, hidup tidak pernah semudah itu. Tapi, setidaknya, status ini memberikan harapan dan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.
Namun, jangan salah paham. Bradford bukan surga tanpa cela. Kota ini juga memiliki masalahnya sendiri, mulai dari kemiskinan hingga segregasi. Tapi, di tengah semua itu, ada upaya yang tulus untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil.
Intercultured Festival adalah salah satu upaya tersebut. Ini adalah kesempatan untuk merayakan keberagaman, belajar dari satu sama lain, dan membangun jembatan antara budaya yang berbeda. Sebuah misi yang, kalau berhasil, bisa membuat dunia ini sedikit lebih baik.
Mengapa Kita Perlu Festival Interkultural di Era Media Sosial?
Di era media sosial, di mana semua orang bisa menjadi selebriti dadakan dan menyuarakan pendapat mereka, keberagaman seringkali menjadi bahan perdebatan yang panas. Kita hidup di dunia di mana orang-orang lebih suka berteriak satu sama lain daripada mendengarkan.
Festival seperti Intercultured Festival adalah pengingat bahwa ada cara lain. Ini adalah kesempatan untuk keluar dari gelembung kita sendiri, bertemu dengan orang-orang yang berbeda, dan belajar tentang budaya yang berbeda. Sebuah pengalaman yang bisa memperluas wawasan kita dan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.
Tapi, mari kita jujur. Tidak semua orang tertarik dengan hal-hal seperti itu. Ada orang-orang yang lebih suka menghabiskan waktu mereka dengan menonton Netflix atau bermain game online. Dan itu tidak masalah. Tapi, setidaknya, kita bisa mencoba untuk membuka diri terhadap ide-ide baru dan perspektif yang berbeda.
Pada akhirnya, Intercultured Festival adalah tentang menciptakan ruang untuk dialog dan pemahaman. Ini adalah kesempatan untuk merayakan perbedaan kita dan menemukan kesamaan kita. Sebuah misi yang, kalau berhasil, bisa membuat dunia ini sedikit lebih damai dan harmonis. Meskipun, mungkin, hanya untuk sementara waktu.
Jadi, Apakah Intercultured Festival Layak Dikunjungi?
Jika Anda mencari pengalaman yang unik dan memperkaya, Intercultured Festival mungkin adalah tempat yang tepat untuk Anda. Ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, belajar tentang budaya yang berbeda, dan merayakan keberagaman Bradford. Tapi, jangan berharap akan terjadi keajaiban. Festival ini tidak akan menyelesaikan semua masalah dunia.
Namun, setidaknya, ini adalah awal yang baik. Ini adalah pengingat bahwa kita semua adalah bagian dari komunitas global yang lebih besar. Dan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil. Sebuah tanggung jawab yang, kalau kita ambil dengan serius, bisa membuat perbedaan yang nyata. Atau setidaknya, itulah yang kita harapkan.


