Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

FKA Twigs: Kontroversi, Kolaborasi PinkPantheress, dan Evolusi Album ‘EUSEXUA’

FKA twigs, nama yang kalau diucapkan lengkap bikin lidah keseleo, lagi naik daun banget. Tapi, alih-alih ge-er, doi malah santai bilang, “Jadi terkenal itu lucu.” Bayangin, seorang FKA twigs, yang lagunya bisa bikin hati hancur berkeping-keping kayak cellophane kena blender, bisa-bisanya ngomong gitu. Apakah ini fase baru Twigs, atau jangan-jangan dia habis kena hack alien?

Singkat cerita, di lagu barunya, “Wild and Alone,” Twigs menggandeng PinkPantheress, si ratu komedi di dunia pop. Mereka berdua nyanyiin tema-tema yang sering diangkat Twigs, kayak mencari jati diri dan ngusir kesepian di tengah hiruk pikuk ketenaran. Tapi, kali ini dibawain dengan lebih enteng. Mungkin biar nggak bikin pendengar depresi massal.

Tapi, ketenaran Twigs tahun ini nggak sepenuhnya mulus. Albumnya, EUSEXUA, yang keren abis dan masuk nominasi Grammy, sempet bikin heboh karena tur Amerika Utaranya dibatalin. Katanya sih, tim produksinya salah urus visa. Klasik!

Visa Nggak Beres, Fans Kebakaran Jenggot

Nggak cuma itu, Twigs juga sempet kena semprot gara-gara postingan defensifnya di Discord. Doi nyindir fans yang terlalu “parasocial” gara-gara tur yang ditunda. Padahal, namanya juga fans, ya kan? Pengennya deket sama idola, eh malah dibilang “mimpi buruk parasocial.” Kan sedih.

Belum selesai sampai di situ, cuplikan obrolan Twigs di Resident Advisor juga sempet viral. Doi nanya, “Di mana para pemikir?” Pertanyaan yang sebenarnya nggak salah, tapi timing-nya kurang pas. Soalnya, banyak yang nyaut, “Para pemikir lagi bokek dan capek, Twigs!” Tapi, ya sudahlah ya, setidaknya Twigs udah nyoba memprovokasi pemikiran (meski akhirnya malah diprovokasi balik).

Di tengah semua kekacauan ini, Twigs malah bikin gebrakan yang lebih kacau lagi: rollout album teraneh sepanjang sejarah. Gimana nggak aneh, coba? EUSEXUA edisi deluxe tiba-tiba berubah jadi album kedua, Afterglow, yang diumumin di atas panggung festival Lowlands. Ini kayak beli mie instan rasa kari ayam, eh tiba-tiba dikasih bumbu rasa soto.

EUSEXUA: Deluxe, Remix, atau Reinkarnasi?

Tiga bulan kemudian, pas Afterglow dirilis, Twigs juga langsung ngerilis versi baru EUSEXUA. Jadi, sekarang ada dua album EUSEXUA di platform streaming. Yang bikin bingung, covernya beda: yang baru matanya Twigs jadi kayak alien abis diculik. Kan jadi serem.

Versi baru EUSEXUA ini nggak cuma nambahin empat lagu baru dan remix lagu “Striptease” bareng Eartheater, tapi juga ngilangin beberapa lagu lama dan nyebarin lagu baru di sepanjang tracklist. Ini bukan album deluxe, bukan album remix, tapi semacam versi bayangan dari album aslinya. Rumit?

Bingung, kan? Sama. Tapi, ya itulah FKA twigs. Selalu bikin kejutan, selalu bikin penasaran, dan selalu bikin kita garuk-garuk kepala sambil mikir, “Ini sebenarnya apa, sih?”

Artis Eksperimental atau Tukang Bikin Bingung?

Beberapa orang mungkin mikir Twigs ini artis yang terlalu eksperimental, yang karyanya cuma bisa dinikmati sama kalangan tertentu. Tapi, di sisi lain, justru itu yang bikin dia unik. Doi nggak takut buat bereksperimen, nggak takut buat ngasih sesuatu yang beda, dan nggak takut buat bikin pendengarnya mikir keras.

Di era musik yang serba instan dan generik ini, Twigs hadir sebagai antitesis. Doi nggak cuma nyanyiin lagu, tapi juga nyiptain pengalaman. Pengalaman yang kadang bikin nyaman, kadang bikin nggak nyaman, tapi selalu bikin kita ngerasa hidup.

Mungkin, itulah kenapa Twigs bisa tetep relevan di tengah persaingan industri musik yang makin ketat. Doi nggak cuma ngikutin tren, tapi juga nyiptain tren sendiri. Doi nggak cuma nyenengin pendengar, tapi juga nantang pendengar. Dan, yang paling penting, doi nggak pernah berhenti jadi dirinya sendiri.

FKA Twigs: Lebih dari Sekadar Musisi

Jadi, FKA twigs itu sebenarnya apa, sih? Musisi? Seniman? Provokator? Mungkin, semuanya. Tapi, yang pasti, doi adalah salah satu sosok paling menarik di dunia musik saat ini. Sosok yang nggak bisa ditebak, sosok yang nggak bisa dilabelin, dan sosok yang selalu bikin kita penasaran dengan apa yang bakal doi lakuin selanjutnya.

Dengan kata lain, FKA twigs adalah easter egg di tengah game industri musik yang makin membosankan. Nggak semua orang bisa nemuin, nggak semua orang bisa ngerti, tapi begitu nemuin, dijamin bakal ketagihan. Ya, kayak nyari Wi-Fi gratis di warung kopi.

Jadi, daripada bingung mikirin kenapa Twigs bikin album yang ribetnya kayak soal matematika, mendingan dengerin aja lagunya. Siapa tahu, dari situ kita bisa nemuin sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar jawaban. Siapa tahu, kita bisa nemuin diri sendiri.

Previous Post

Daigo Umehara Ungkap Masa Depan Akuma di Street Fighter 6: Beralih ke Ryu?

Next Post

Monarch Money Diskon 50%! Aplikasi Keuangan Terbaik Pengganti Mint?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *