Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Game Awards 2025: Mungkinkah ‘Hollow Knight: Silksong’ Gagal Raih Game Of The Year?

Kabar buruk bagi para gamer yang sudah menyiapkan jari-jari untuk memenangkan penghargaan Game of the Year (GOTY). Tim di balik Hollow Knight: Silksong, game yang lebih dinanti daripada gaji di akhir bulan, dengan rendah hati menyatakan diri mereka tidak akan membawa pulang piala bergengsi itu. Apakah ini strategi merendah untuk meroket, atau memang ada alasan lain? Mari kita kulik lebih dalam.

Perebutan Takhta Game of The Year yang Sengit

The Game Awards 2025 akan segera digelar, dan persaingan untuk GOTY tahun ini ketatnya bikin nagih, seperti antrean konser boyband Korea. Hollow Knight: Silksong harus berhadapan dengan judul-judul kelas berat seperti Death Stranding 2: On the Beach (yang mungkin lebih banyak pasir daripada pantai), Donkey Kong Bananza (pisang oh pisang), Hades 2 (neraka jilid 2), Clair Obscur: Expedition 33 (judulnya bikin lidah keseleo), dan Kingdom Come: Deliverance 2 (semoga kali ini kerajaannya beneran datang). Dengan daftar pesaing yang seberat ini, wajar jika Team Cherry merasa sedikit minder.

Namun, ada yang lebih menarik dari sekadar daftar nominasi. Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg, Ari Gibson dan William Pellen, dua otak di balik Team Cherry, mengungkapkan alasan di balik ketidakpercayaan diri mereka. Bukan karena game mereka jelek, tentu saja. Tapi, karena alasan yang lebih… manusiawi.

Alasan Absurd di Balik Ketidakpercayaan Diri Team Cherry

Gibson dan Pellen mengaku mungkin “terlalu sibuk” untuk hadir di acara penghargaan pada 11 Desember mendatang. Sibuk ngapain? Mungkin sibuk menghitung royalti, atau sibuk main game lain untuk mencari inspirasi. Atau, jangan-jangan, mereka sibuk menghindari fans yang marah karena Silksong tak kunjung rilis? Siapa tahu.

“Tahun ini, sepertinya kami aman,” ujar Gibson ketika ditanya tentang kemungkinan merekam pidato penerimaan GOTY. “Saya pikir Expedition 33 – itu luar biasa dan secara luas dapat diterima. Sementara kami berada di ujung pisau itu, di mana itu menarik bagi sebagian orang dan membuat marah orang lain.” Sebuah pernyataan yang jujur, sekaligus menyiratkan bahwa selera gamer memang seberagam rasa mi instan.

Pellen menambahkan bahwa penerimaan Silksong sangat berbeda dengan Hollow Knight. “Volume-nya bisa sedikit membebani,” katanya. “Bahkan tidak dengan cara yang buruk, tetapi ada begitu banyak yang masuk sekaligus. Sedangkan Hollow Knight adalah pembakaran yang lambat.” Ibaratnya, Silksong ini seperti kopi tubruk yang langsung nendang, sementara Hollow Knight itu kopi saring yang dinikmati perlahan.

Hollow Knight: Silksong: Antara Cinta dan Benci

Pernyataan Gibson tentang Silksong yang “menarik bagi sebagian orang dan membuat marah orang lain” sangat menarik untuk dianalisis. Mengapa sebuah game bisa menimbulkan reaksi yang begitu ekstrem? Apakah karena ekspektasi yang terlalu tinggi? Atau karena standar kualitas yang sudah ditetapkan oleh Hollow Knight pertama?

Mungkin juga karena Silksong mencoba sesuatu yang baru dan berbeda. Dalam dunia gaming, inovasi seringkali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia bisa membawa angin segar dan pengalaman yang tak terlupakan. Di sisi lain, ia bisa membuat pemain setia merasa kecewa dan ditinggalkan. Seperti gebetan yang tiba-tiba mengubah gaya rambut dan bikin kita bertanya-tanya, “Ini siapa, ya?”

Bisa jadi, Team Cherry sadar betul akan risiko ini. Mereka tahu bahwa Silksong tidak akan bisa memuaskan semua orang. Dan mungkin, itulah yang membuat mereka merasa tidak pantas untuk memenangkan GOTY. Sebuah pengakuan yang jujur dan berani, di tengah industri game yang penuh dengan kepalsuan dan pencitraan.

DLC Hollow Knight: Silksong: Sedikit Harapan di Tengah Ketidakpastian

Namun, jangan terlalu bersedih dulu. Di tengah wawancara yang penuh dengan keraguan dan ketidakpastian, Team Cherry memberikan sedikit secercah harapan. Mereka mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengerjakan DLC untuk Hollow Knight: Silksong. Sebuah kabar yang bisa membuat para fans sedikit lega, meskipun belum bisa sepenuhnya mengobati rasa penasaran mereka.

“Saya tidak benar-benar tahu apa lagi yang ingin didengar orang selain apa yang sudah kami katakan. Ya, kami terus mengerjakan game ini, kami mengejar hal-hal yang membuat kami bersemangat,” kata Gibson. Sebuah pernyataan yang terdengar meyakinkan, meskipun diiringi dengan nada sedikit defensif. Seperti pacar yang bilang, “Aku masih sayang kamu, kok,” setelah ketahuan chatting dengan mantan.

Namun, Gibson juga mengakui bahwa ini masih tahap awal. “Kami mungkin memiliki beberapa ide yang samar-samar, tetapi kami belum menetapkan. Saya tidak mencoba mengecilkan, karena kami senang dengan apa yang kami buat. Mungkin hanya saja kami tidak ingin menjanjikan sesuatu yang besar,” jelasnya. Sebuah pengakuan yang jujur, sekaligus menunjukkan bahwa Team Cherry tidak ingin memberikan janji palsu kepada para fans.

Clair Obscur: Expedition 33: Kuda Hitam di Balik Layar

Lalu, bagaimana dengan Clair Obscur: Expedition 33, game yang diprediksi Gibson akan memenangkan GOTY? Guillaume Broche, creative director game tersebut, mengaku bahwa kesuksesan game mereka di luar ekspektasi. “Saya pikir kita semua merasakan hal yang sama. Ini akan keren. Itu tidak akan menjadi besar, itu akan keren. Dan apa yang terjadi hari ini… tidak ada yang benar-benar mengerti apa yang terjadi.”

Sebuah pengakuan yang jujur, sekaligus menunjukkan bahwa kesuksesan di industri game seringkali tidak bisa diprediksi. Seperti meme yang tiba-tiba viral tanpa alasan yang jelas, atau lagu yang tiba-tiba nangkring di puncak tangga lagu. Kadang, yang “keren” justru lebih menarik daripada yang “besar”.

Jadi, Siapa yang Akan Memenangkan GOTY?

Dengan semua drama dan intrik ini, siapa yang akan memenangkan GOTY 2025? Apakah Hollow Knight: Silksong akan membuat kejutan dan membawa pulang piala? Atau Clair Obscur: Expedition 33 akan membuktikan diri sebagai kuda hitam yang tak terduga? Atau jangan-jangan, ada game lain yang akan mencuri perhatian di menit-menit terakhir?

Yang jelas, persaingan untuk GOTY tahun ini sangat menarik untuk diikuti. Seperti sinetron yang penuh dengan intrik dan plot twist, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan seperti hidup, kadang yang menang adalah yang paling tidak kita duga.

Previous Post

Assassin’s Creed 4: Black Flag Remake? Perubahan Besar Bakal Bikin Nostalgia!

Next Post

Nyanyi: Manfaat Tak Terduga untuk Otak, Emosi, dan Koneksi Sosial?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *