Bayangkan, Anda sedang asyik scrolling TikTok, eh tiba-tiba muncul berita tentang reuni band legendaris. Bukan reuni biasa, tapi reuni yang lebih rumit dari hubunganmu dengan mantan. Ya, kita bicara soal kemungkinan kolaborasi antara personel BLACK SABBATH. Tapi, jangan keburu banting handphone karena terlalu senang, ada drama yang lebih seru dari sinetron azab Indosiar.
Akankah Geezer dan Tony Bersatu Kembali?
Di tengah hiruk pikuk Steel City Con 2025, seorang penggemar bertanya pada Geezer Butler, sang bassist legendaris, tentang kemungkinan kolaborasi dengan Tony Iommi dan Bill Ward. Jawaban Geezer bikin jantung berdebar sekaligus bikin mikir keras. Katanya, Tony lagi sibuk garap album solo yang bakal rilis tahun 2026. Nah, Tony pengen Geezer ngisi tiga bass track. Masalahnya, Tony maunya rekamannya di Inggris, sementara Geezer baru bisa ke sana Juni 2026. Jadi, pertanyaannya, apakah Tony sabar menunggu?
Kisah ini mirip sinetron, penuh intrik dan ketidakpastian. Kita semua tahu, reuni band itu kayak nyusun skripsi: banyak revisi dan drama. Tapi, mari kita berharap semoga Tony punya kesabaran setinggi gunung dan Geezer bisa terbang ke Inggris tanpa hambatan berarti. Demi musik, demi para penggemar, dan demi menghindari kita semua terkena serangan jantung karena terlalu penasaran.
Kita semua tahu, BLACK SABBATH adalah legenda. Musik mereka menemani kita dari zaman masih dengerin radio butut sampai zaman streaming Spotify. Tapi, di balik gemerlap panggung dan distorsi gitar, ada cerita panjang tentang persahabatan, perseteruan, dan tentu saja, musik yang luar biasa. Jadi, wajar kalau kita berharap mereka bisa bersatu kembali, walau cuma buat satu lagu.
Album Solo Tony Iommi: Sebuah Penantian Panjang
Kabar tentang album solo Tony Iommi ini sebenarnya sudah lama beredar. Bahkan, Tony sendiri sudah memberi kode-kode lewat video di akhir tahun lalu. Katanya, album ini bakal “definitely, definitely” rilis tahun 2026. Wah, kalau Tony sudah bilang begitu, berarti tinggal nunggu tanggal mainnya. Kita semua tahu, Tony Iommi itu kayak developer game favorit: selalu kasih update, tapi tanggal rilisnya selalu bikin penasaran. Tapi, kita tetap setia menunggu, kan?
Menurut pengakuan Tony, album ini awalnya mau jadi album instrumental. Tapi, kemudian dia kepikiran buat nyoba dengan penyanyi. Akhirnya, diajaklah seorang penyanyi dari Swedia yang namanya masih dirahasiakan. Hmm, jadi makin penasaran, kan? Siapa tahu, penyanyi Swedia ini punya suara seberat palu Thor dan bisa bikin album ini makin dahsyat. Kita tunggu saja kejutan dari Tony Iommi.
Selain album solo, Tony juga sempat kolaborasi dengan Robbie Williams di lagu “Rocket”. Lagu ini ditulis bareng dan menampilkan solo gitar khas Tony Iommi. Kolaborasi ini membuktikan bahwa Tony itu fleksibel dan nggak cuma jago main musik metal. Dia juga bisa main di lagu pop dan tetap terdengar keren. Salut buat Tony yang selalu membuka diri untuk hal-hal baru.
Tony Iommi: Nggak Bisa Berhenti Berkarya
“I can’t stop. I have to carry on,” kata Tony. Kalimat ini menggambarkan semangatnya yang nggak pernah padam. Dia selalu ingin berkarya dan menciptakan musik. Buat Tony, musik itu kayak candu: sekali nyoba, susah berhenti. Dan kita sebagai penggemar tentu senang mendengar ini. Kita pengen Tony terus berkarya sampai jari-jarinya keriput dan gitarnya berkarat.
Selain musik, Tony juga terlibat dalam proyek-proyek lain yang nggak kalah menarik. Salah satunya adalah BLACK SABBATH ballet. Ya, Anda nggak salah baca. Ballet dengan musik BLACK SABBATH. Ini adalah bukti bahwa musik metal itu bisa dipadukan dengan seni lain dan menghasilkan sesuatu yang unik dan memukau. Kita tunggu saja kejutan-kejutan lain dari Tony Iommi.
Sebelumnya, Tony juga merilis lagu instrumental berjudul “Deified” untuk promosi parfum baru. Lagu ini hasil kolaborasi dengan Mike Exeter, Laurence Cottle, dan Karl Brazil. Uniknya, Tony juga merilis parfum bernama “Scent Of Dark” yang terinspirasi dari musiknya. Wah, ini sih levelnya sudah beyond musisi. Tony Iommi sudah jadi brand ambassador parfum.
Saatnya Tony Iommi Unjuk Gigi
Kalau album solo Tony Iommi ini benar-benar rilis, ini bakal jadi album solo ketiganya setelah “Iommi” (2000) dan “Fused” (2005). Kita semua tentu penasaran, album ini bakal seperti apa? Apakah bakal seberat “Iommi” atau secatchy “Fused”? Kita tunggu saja kejutan dari sang legenda.
Di album “Fused”, Tony berkolaborasi dengan Glenn Hughes dan Kenny Aronoff. Kolaborasi ini menghasilkan album yang energik dan penuh semangat. Tony bilang, proses rekaman album ini seru banget karena semua personelnya pada “gila”. Wah, kalau dengar cerita ini, jadi makin penasaran pengen dengerin albumnya, kan?
Di album “Iommi”, Tony juga menggandeng banyak musisi keren seperti Billy Corgan, Dave Grohl, Philip Anselmo, dan masih banyak lagi. Album ini adalah bukti bahwa Tony Iommi itu disegani dan dihormati oleh banyak musisi dari berbagai genre. Jadi, wajar kalau kita semua berharap album solonya nanti bakal nggak kalah keren dari album-album sebelumnya.
Setelah menyelesaikan tur “The End” pada tahun 2017, BLACK SABBATH resmi bubar. Tur ini adalah tur terakhir mereka karena Tony Iommi didiagnosis lymphoma pada tahun 2011 dan nggak bisa lagi melakukan perjalanan jauh dalam waktu lama. Tapi, semangat Tony untuk berkarya nggak pernah padam. Dia terus menciptakan musik dan terlibat dalam proyek-proyek lain yang membuatnya tetap eksis di dunia musik.
Jadi, mari kita tunggu dengan sabar album solo Tony Iommi. Semoga album ini bisa mengobati kerinduan kita akan musik BLACK SABBATH dan membuktikan bahwa Tony Iommi adalah legenda yang nggak akan pernah mati.


