Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Gempa Kalapana 1975: Mengenang Dahsyatnya Tsunami dan Dampaknya Bagi Hawaii

Bayangkan begini: lagi asyik-asyiknya main game, skor udah tinggi, eh tiba-tiba listrik mati. Gelap gulita, skor hilang, emosi membara. Nah, kira-kira begitulah dahsyatnya gempa bumi, bedanya ini game over buat kehidupan nyata. Mari kita bahas gempa Kalapana 1975 yang mengguncang Hawaii, bukan cuma bangunin warga dari tidur, tapi juga ngasih “kejutan” tsunami yang nggak kalah bikin sport jantung.

Ketika Alam Ikut Main Rumble: Gempa Kalapana 1975

Gempa Kalapana, yang episentrumnya dekat kota Kalapana di sisi tenggara Pulau Hawaii, terjadi sekitar 9 km di bawah permukaan tanah. Ibarat boss battle, gempa ini nggak langsung muncul. Ada dulu mini-boss alias gempa-gempa kecil berkekuatan 4 hingga 5 SR sebulan sebelumnya. Puncaknya? Gempa 5,7 SR yang terjadi beberapa jam sebelum gempa utama 7,7 SR mengguncang.

Bayangkan alarm jam weker paling nyaring yang pernah ada, tapi getarannya bikin seisi rumah ikut joget. Itulah yang dirasakan warga Hawaii saat gempa 7,7 SR terjadi. Guncangan berlangsung lebih dari 30 detik dan terasa hingga Maui dan Oahu. Kerusakan ditaksir mencapai \$2,7 juta, termasuk jalanan retak, pipa air pecah, tembok jebol, dan perabotan berjatuhan. Tapi, kerusakan ini belum seberapa dibandingkan “hadiah” tsunami yang menyusul.

Lebih ngeri dari tagihan akhir bulan adalah tsunami yang menghantam pantai Hawaii setelah gempa. Para campers di Halapē, Hawaiʻi Volcanoes National Park, terbangun bukan cuma karena guncangan, tapi juga karena longsoran batu dari tebing di atas mereka. Insting bertahan hidup langsung aktif. Mereka sadar tsunami bisa datang kapan saja setelah gempa. Begitu air laut naik, mereka langsung kabur ke tempat yang lebih tinggi. Sayangnya, alam lebih cepat.

Tsunami: Bukan Sekadar Ombak Biasa

Tsunami ini bukan sekadar ombak yang bikin basah kuyup. Menurut laporan USGS, para campers yang tersapu tsunami menggambarkan pengalaman mereka seperti berada di dalam mesin cuci raksasa. Air surut sekitar 10 menit setelah gempa. Satu camper hilang ditelan ombak, satu lagi tewas, dan tujuh lainnya dilarikan ke rumah sakit. Ini bukan lagi soal camping seru, tapi soal bertahan hidup di tengah amukan alam.

Tsunami ini “jalan-jalan” keliling Pulau Hawaii, merusak dermaga, menenggelamkan perahu, menghancurkan rumah dan bisnis di Punaluʻu, dan membanjiri Aliʻi Drive di Kona. Tinggi gelombang tertinggi diperkirakan mencapai 14,6 meter di atas garis pantai timur Halapē. Total kerusakan akibat tsunami diperkirakan mencapai \$1,4 juta, sehingga total kerugian akibat gempa dan tsunami mencapai \$4,1 juta. Ini bukan lagi soal nominal, tapi soal nyawa dan kehidupan yang berubah dalam sekejap.

The submerged coconut grove at Halapē, in Hawaiʻi Volcanoes National Park, marks the former coastline that was submerged during the ground movement associated with the November 29, 1975, magnitude-7.7 earthquake. USGS image. 

Speedrun Tsunami Lokal: Lebih Cepat dari Notifikasi Olshop

Gelombang tsunami tiba di Hilo hanya 20 menit setelah gempa terjadi. Ini jauh lebih cepat dari tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi di tempat yang jauh. Misalnya, pada 29 Juli 2025, gempa berkekuatan 8,8 SR mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik memperkirakan gelombang tsunami dari gempa Kamchatka akan tiba di Hawaii lebih dari lima jam setelah gempa, memberi waktu untuk evakuasi zona pantai.

Pelajaran pentingnya? Di Hawaii, kalau terasa guncangan kuat, itu adalah peringatan potensi tsunami. Segera cari tempat yang lebih tinggi. Tsunami lokal bisa datang secepat notifikasi diskon dari olshop, bahkan sebelum sirene berbunyi atau pesan darurat dikirimkan. Jadi, jangan sampai terlambat!

Ketika Tanah Ikut Bergoyang: Bukan Cuma Soal Guncangan

Munculnya tsunami lokal tergantung pada pergerakan tanah vertikal bawah laut yang signifikan terkait dengan gempa. Pada tahun 1975, daerah di sepanjang pantai selatan Pulau Hawaii, dari Honuʻapo ke Kaimū, bergeser hingga 8 meter secara horizontal dan ambles hingga 3,5 meter. Akibatnya, vegetasi tenggelam dan garis pantai lama terendam. Gempa ini juga menyebabkan retakan besar di sepanjang 25 km sistem patahan Hilina, dengan offset vertikal hingga 1,5 meter.

Kīlauea Ikutan Nimbrung: Erupsi Dadakan Setelah Gempa

Kīlauea sedang dalam kondisi inflasi tinggi pada November 1975. Gempa ini memicu erupsi kecil dan singkat di Kaluapele, kaldera puncak Kīlauea. Erupsi dimulai kurang dari satu jam setelah gempa dan berakhir dalam waktu 24 jam. Ibarat kombo serangan, gempa bumi dan erupsi gunung berapi terjadi bersamaan, menambah daftar panjang “kejutan” yang diberikan alam.

Pentingnya Siaga Gempa: Jangan Sampai Jadi Korban Lag

Aliran lava dan air mancur memang sering mengubah topografi sebagian Pulau Hawaii, tetapi gempa bumi besar dan pergerakan tanah yang jarang terjadi berpotensi membentuk kembali garis pantai dan menyebabkan kerusakan di area yang lebih luas. Ibarat main game, kita nggak bisa cuma fokus sama satu skill. Kita juga harus siap menghadapi “boss battle” lain yang lebih dahsyat.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kesiapsiagaan gempa bumi, kunjungi https://www.shakeout.org/hawaii/. Minggu depan, kita akan membahas bagaimana pemahaman dan pemantauan kita terhadap sisi selatan Kīlauea, dan bahaya terkait dengan pergerakannya, telah berubah sejak tahun 1975. Pada hari Sabtu, 29 November, Pacific Tsunami Museum di Hilo akan mengadakan serangkaian acara khusus untuk mengenang peristiwa hari itu 50 tahun lalu; pelajari lebih lanjut di sini: https://tsunami.org/events/.

Update Aktivitas Gunung Berapi: Jangan Sampai Ketinggalan Info!

Kīlauea telah meletus secara episodik di dalam kaldera puncak sejak 23 Desember 2024. Tingkat Peringatan Gunung Berapi USGS adalah WATCH.

Episode 36 air mancur lava terjadi selama 5 jam pada hari Minggu, 4 November. Cahaya dari ventilasi teramati selama seminggu terakhir selama jam malam. Puncak gunung berapi mengalami inflasi ulang dan model perkiraan menunjukkan bahwa episode 37 kemungkinan akan dimulai antara 21 dan 26 November. Tidak ada aktivitas tidak biasa yang tercatat di sepanjang Zona Celah Timur atau Zona Celah Barat Daya Kīlauea.

Mauna Loa tidak meletus. Tingkat Peringatan Gunung Berapi USGS berada di NORMAL.

Tidak ada gempa bumi yang dilaporkan terasa di Kepulauan Hawaii selama seminggu terakhir.

HVO terus memantau Kīlauea dan Mauna Loa dari dekat.

Silakan kunjungi situs web HVO untuk artikel Volcano Watch sebelumnya, pembaruan Kīlauea dan Mauna Loa, foto gunung berapi, peta, informasi gempa bumi terbaru, dan lainnya. Kirim pertanyaan melalui email ke askHVO@usgs.gov.

Belajar dari Masa Lalu: Biar Nggak Kaget Pas Kena “Surprise Attack” Alam

Gempa Kalapana 1975 adalah pengingat bahwa alam punya caranya sendiri untuk “bermain”. Kita nggak bisa mengendalikan alam, tapi kita bisa belajar dari masa lalu dan mempersiapkan diri untuk menghadapi “surprise attack” berikutnya. Jadi, jangan anggap remeh gempa bumi dan tsunami. Siapkan diri, cari informasi, dan selalu waspada. Karena, alam nggak pernah main-main.

Previous Post

Nas Puji Kendrick Lamar, SZA, Doechii di Album De La Soul: Implikasinya Bagi Generasi Muda

Next Post

Clair Obscur: Expedition 33 Sabet Game of the Year! Implikasi di Industri Game?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *