Godox kembali meramaikan pasar lampu video dengan dua amunisi baru: ML80Bi dan ML150Bi. Bayangkan, di tengah persaingan ketat produsen lampu yang berlomba-lomba mengeluarkan inovasi, Godox malah asyik meracik lampu yang bisa dibongkar pasang layaknya mainan LEGO. Apa nggak takut ketinggalan kereta? Atau justru ini strategi jenius untuk menjaring para content creator yang doyan fleksibilitas?
Sebelumnya, Godox sudah memperkenalkan KNOWLED MG4K Series dan MG4K LED Light yang bertenaga 2000W sebagai alternatif HMI 4K. Kali ini, mereka mencoba peruntungan dengan konsep modular dan portabel. Pertanyaannya, apakah konsep ini benar-benar dibutuhkan di era serba ringkas dan praktis? Atau hanya gimmick marketing belaka?
Desain Modular yang Bikin Penasaran
ML80Bi dan ML150Bi hadir dengan rentang temperatur warna 2800K hingga 6500K, serta rating CRI dan TLCI sekitar 96. Artinya, akurasi warna yang dihasilkan cukup bisa diandalkan. Keduanya mengadopsi sistem mount modular khas Godox yang mendukung berbagai aksesori, mulai dari diffuser hingga reflektor. Tapi yang paling menarik adalah lensa zoom ML-Z yang diklaim mampu meningkatkan output cahaya secara signifikan. ML80Bi bisa mencapai 29.600 lux pada jarak satu meter, sedangkan ML150Bi tembus 61.000 lux. Lumayan, setara lampu 100W.

Konsep modular ini memang menarik. Kita bisa dengan mudah mengganti-ganti aksesori sesuai kebutuhan. Tapi, bukankah semakin banyak komponen, semakin besar pula potensi masalah? Belum lagi risiko kehilangan komponen kecil saat dibawa-bawa di lokasi syuting. Ibarat main game, semakin banyak modifikasi, semakin rentan bug.
Daya, Kendali, dan Teknologi: Apakah Cukup Menggoda?
Urusan daya, ML80Bi dan ML150Bi bisa ditenagai oleh baterai ML-BA yang mampu bertahan lebih dari satu jam pada output penuh. Selain itu, ada juga opsi menggunakan baterai NP-F dan V-mount dengan bantuan adapter plate. Konon, untuk mendapatkan output maksimal dari ML150Bi, disarankan memasangkannya dengan ML-VMA dan baterai V-mount. Godox nggak mau nanggung kalau hasilnya kurang nendang.
Kedua lampu ini menawarkan pengaturan dimming 0-100% dan sebelas mode FX untuk penyesuaian cepat di lokasi. Kontrol bisa dilakukan melalui aplikasi Godox Light. Khusus ML150Bi, ada tambahan DMX dan RDM untuk integrasi studio. Fitur yang cukup lengkap, tapi apakah semudah itu diaplikasikan di lapangan?
Dari segi bobot, ML80Bi hanya 519 g (1.1 lb) dan ML150Bi 770 g (1.7 lb). Ringan dan ringkas, cocok untuk dibawa-bawa atau digunakan sebagai handheld light. Tapi, jangan lupa, berat ini belum termasuk aksesori dan baterai tambahan. Kalau sudah lengkap, mungkin bisa bikin pegal juga kalau dipegang terlalu lama.
Aksesori yang Bikin Mata Melirik
Godox memang jago merayu konsumen dengan berbagai aksesori. ML80Bi dan ML150Bi kompatibel dengan berbagai aksesori melalui mount Godox, dan bisa juga menggunakan adapter Bowens. Ada juga filter difusi magnetik yang bisa ditumpuk dengan tiga pilihan ketinggian. Desainnya diklaim simpel dan portabel.

Tapi, hati-hati, jangan sampai kalap membeli aksesori yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Ingat, semakin banyak aksesori, semakin repot juga kita saat membawa-bawanya. Lebih baik fokus pada aksesori yang benar-benar penting dan sesuai dengan kebutuhan kita.
Harga dan Ketersediaan: Siap-Siap Merogoh Kocek
Godox ML80Bi dibanderol sekitar $229, sedangkan ML150Bi sekitar $259. Harga yang cukup bersaing di kelasnya. Tapi, ingat, harga ini belum termasuk aksesori tambahan. Jadi, siapkan dana lebih jika ingin memaksimalkan potensi kedua lampu ini.

Jadi, Apakah Godox ML80Bi dan ML150Bi Layak Dibeli?
Keputusan ada di tangan Anda. Jika Anda seorang content creator yang sering berpindah lokasi dan membutuhkan lampu yang fleksibel, modular, dan mudah dibawa-bawa, Godox ML80Bi dan ML150Bi bisa menjadi pilihan menarik. Tapi, jika Anda lebih mengutamakan lampu yang ringkas, praktis, dan minim ribet, mungkin ada pilihan lain yang lebih sesuai.
Yang jelas, sebelum memutuskan membeli, pertimbangkan baik-baik kebutuhan dan anggaran Anda. Jangan sampai tergoda dengan fitur-fitur canggih yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan. Ingat, lampu video hanyalah alat bantu. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan Anda dalam menghasilkan konten yang berkualitas.


