Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

GotoOne Kembali ke LEC: Jadi Asisten Pelatih Natus Vincere Setelah Setahun di LFL!

Dunia esports itu memang penuh kejutan, ya. Kadang, pemain yang tadinya jagoan di satu liga, eh, tiba-tiba pindah haluan jadi asisten pelatih. Kayak sinetron aja, penuh plot twist yang bikin kita bertanya-tanya, “Ini beneran terjadi atau cuma mimpi?” Nah, kali ini, giliran Adrien “GotoOne” Picard yang bikin heboh jagat League of Legends. Setelah setahun lamanya malang melintang di LFL bersama Gentle Mates, doi memutuskan untuk kembali ke LEC, tapi bukan sebagai pemain, melainkan sebagai asisten pelatih. Sebuah keputusan yang cukup… unik.

GotoOne Kembali ke LEC: Dari Gentle Mates ke Natus Vincere

Jadi, ceritanya begini. Adrien “GotoOne” Picard, yang lebih dikenal dengan nickname GotoOne, resmi bergabung dengan Natus Vincere (NAVI) di LEC sebagai asisten pelatih. Doi bakal mendampingi Vasilis “TheRock” Voltis, sang kepala pelatih, untuk meramu strategi dan menggembleng para pemain NAVI. Keputusan ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Kenapa GotoOne, yang notabene punya pengalaman sebagai kepala pelatih di Gentle Mates, malah memilih jadi asisten? Apakah ini langkah mundur atau justru strategi jenius yang belum kita pahami?

Sebelumnya, GotoOne berhasil membawa Gentle Mates meraih dua kali podium di LFL, serta melaju hingga perempat final EMEA Masters Spring dan babak 16 besar di edisi Summer. Prestasi yang sebenarnya nggak bisa dibilang jelek-jelek amat. Tapi, entah apa yang ada di benak GotoOne, doi memutuskan untuk menerima pinangan NAVI dan kembali ke kompetisi yang lebih tinggi, yaitu LEC. Mungkin doi merasa butuh tantangan baru, atau mungkin juga ada faktor lain yang nggak bisa kita tebak.

NAVI sendiri tampaknya sangat serius dalam membangun tim impian. Sebelum mengumumkan kedatangan GotoOne, mereka sudah lebih dulu mengamankan tanda tangan Enes “Rhilech” Uçan, jungler asal Turki, untuk memperkuat lini tengah tim. Bahkan, Rhilech sudah dikontrak sebelum dimulainya Summer Split 2025, yang mana posisi jungler NAVI masih diisi oleh Francisco “Thayger” Mazo Sánchez. Ini menunjukkan bahwa NAVI punya visi jangka panjang dan nggak main-main dalam berinvestasi.

Proses Panjang di Balik Layar: NAVI Pilih yang Terbaik

Ternyata, proses perekrutan asisten pelatih di NAVI ini nggak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut sumber terpercaya, NAVI, yang dipimpin langsung oleh TheRock, sudah mewawancarai banyak sekali kandidat pelatih. Bahkan, nama-nama besar seperti Ali “Craft1x” Aklan, Nicolas “Nicolas Perez” Perez, dan Erik “Treatz” Wessén juga sempat masuk dalam daftar incaran. Tapi, pada akhirnya, NAVI menjatuhkan pilihan pada GotoOne, yang dianggap paling cocok dengan kebutuhan tim.

Keputusan ini tentu saja bukan tanpa alasan. NAVI pasti punya pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk merekrut GotoOne. Mungkin, pengalaman GotoOne sebagai kepala pelatih di LFL menjadi nilai tambah yang nggak dimiliki kandidat lain. Atau, mungkin juga ada faktor chemistry antara GotoOne dan TheRock yang membuat mereka merasa cocok untuk bekerja sama. Yang jelas, NAVI nggak mau sembarangan dalam memilih asisten pelatih, karena posisi ini sangat krusial dalam menentukan kesuksesan tim.

NAVI Pegang Kendali: Era Baru Dimulai

Kedatangan GotoOne ini menandai era baru bagi NAVI. Setelah mengakuisisi slot Rogue di LEC, NAVI memang harus mengambil alih semua kontrak pemain dan staf yang ada. Alhasil, mereka menjalani Summer Split dengan skuad yang hampir sama dengan Rogue, hanya dengan beberapa perubahan kecil. Tapi, kali ini, NAVI punya kesempatan untuk membangun tim dari nol, tanpa terbebani kontrak-kontrak lama. Ini adalah kesempatan emas bagi NAVI untuk menunjukkan kualitas mereka sebagai organisasi esports yang profesional dan kompetitif.

Dengan hadirnya TheRock sebagai kepala pelatih dan GotoOne sebagai asisten pelatih, NAVI diharapkan bisa memberikan warna baru di LEC. Keduanya punya pengalaman yang mumpuni di dunia League of Legends, dan kombinasi keduanya diharapkan bisa menghasilkan sinergi yang positif bagi tim. Tentu saja, kita semua berharap NAVI bisa meraih prestasi yang membanggakan di LEC, dan membuktikan bahwa investasi yang mereka lakukan nggak sia-sia.

Kembali ke LEC Setelah Dua Tahun: Sebuah Nostalgia?

Buat GotoOne sendiri, kembalinya ke LEC ini bisa dibilang sebagai sebuah nostalgia. Karir kepelatihan GotoOne dimulai pada tahun 2019 di turnamen-turnamen kecil di Prancis. Setelah berhasil menjuarai turnamen tersebut, doi direkrut oleh Immortals di LCS pada tahun 2020 sebagai asisten pelatih Thomas “Zaboutine” Si-Hassen. Setahun kemudian, doi kembali ke Prancis dan menjadi kepala pelatih GameWard (yang sekarang sudah bubar) dan kemudian BDS Academy. Bersama BDS Academy, GotoOne berhasil mencapai final LFL dua kali dan final EMEA Masters, meskipun akhirnya kalah dari Team Heretics.

Pada tahun 2023, GotoOne dipromosikan menjadi pelatih tim utama BDS di LEC. Hasilnya cukup memuaskan: mereka berhasil mencapai final LEC Spring (meskipun kalah dari MAD Lions) dan finis di posisi keempat pada LEC 2023 Season Finals. Prestasi ini membawa mereka lolos ke Worlds Qualifying Series 2023, di mana mereka berhasil mengalahkan Golden Guardians dengan skor 3-0. Di babak Play-In Worlds, mereka tampil gemilang dengan mengalahkan Detonation FocusMe, CTBC Flying Oyster, dan PSG Talon. Sayangnya, di babak Swiss Stage, mereka harus mengakui keunggulan JD Gaming, MAD, dan Dplus KIA.

Setelah itu, GotoOne memutuskan untuk rehat selama setahun sebelum akhirnya kembali ke LFL pada tahun 2025 bersama M8. Meskipun nggak berhasil meraih gelar juara, M8 berhasil menjadi salah satu tim papan atas di LFL, dengan meraih podium di Spring dan Summer Split. Dan yang terbaru, Gentle Mates, tim yang pernah dilatih GotoOne, dikabarkan akan meninggalkan scene League of Legends setelah dua tahun berkiprah di LFL. Sebuah ironi yang cukup menggelitik, ya.

Jadi, Apa yang Bisa Kita Harapkan dari NAVI di Masa Depan?

Dengan formasi pelatih yang baru dan beberapa pemain baru yang potensial, NAVI diharapkan bisa menjadi salah satu kekuatan baru di LEC. TheRock dan GotoOne punya pengalaman yang cukup untuk meramu strategi yang jitu, dan Rhilech punya potensi untuk menjadi salah satu jungler terbaik di Eropa. Tapi, tentu saja, semua ini masih sebatas harapan. Dunia esports itu dinamis, dan segala sesuatu bisa terjadi di luar dugaan. Yang jelas, kita semua akan terus memantau perkembangan NAVI dan berharap mereka bisa memberikan kejutan yang menyenangkan di LEC.

Well, kita tunggu saja kejutan apa yang akan disuguhkan NAVI di musim depan. Siapa tahu, dengan tangan dingin GotoOne, NAVI bisa menjelma menjadi tim yang disegani di LEC. Atau, mungkin juga, kita akan melihat drama-drama lain yang lebih seru di balik layar. Yang pasti, dunia esports itu nggak pernah membosankan, dan selalu ada cerita menarik untuk diikuti.

Natus Vincere’s reported 2026 Winter split roster:

  • Top: TBD
  • Jungle: Enes “Rhilech” Uçan
  • Mid: TBD
  • ADC: Lee “Hans SamD” Jae-hoon
  • Support: TBD
  • Head Coach: Vasilis “TheRock” Voltis
  • Assistant Coach: Adrien “GotoOne” Picard

Intinya, mari kita tunggu saja sepak terjang GotoOne dan NAVI di LEC. Apakah mereka akan sukses besar atau justru terpuruk? Waktu yang akan menjawab. Tapi yang jelas, keputusan GotoOne untuk menjadi asisten pelatih adalah sebuah langkah yang menarik untuk disimak. Siapa tahu, doi punya rencana tersembunyi yang akan membuat kita semua terkejut. Esports memang penuh misteri, gaes!

Previous Post

Dana PSLF Kucur Rp23 Miliar untuk Ceko: Infrastruktur Hijau & Inklusif!

Next Post

Iron Maiden: Adrian Smith Ungkap Dampak Perubahan Drummer & Vokalis!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *