Andrew Huberman, seorang neuroscientist Stanford yang ngetop berkat podcastnya, Huberman Lab, bisa dibilang adalah Elon Musk-nya dunia kesehatan. Bedanya, kalo Elon Musk bikin roket, Huberman bikin roadmap hidup sehat yang panjangnya bisa ngalahin durasi film Oppenheimer. Tapi anehnya, jutaan orang malah ketagihan. Ini kayak nonton tutorial masak Indomie tapi dibawain sama profesor yang pernah nge-hack otak Einstein.
Huberman, dari Podcast Panjang ke Goop Kitchen: Kok Bisa?
Podcast Huberman itu kayak kuliah S3 tapi gratis dan bisa didengerin sambil nyetir ojol. Dia ngebahas semua hal, mulai dari manfaat berendam magnesium biar cepet tidur (yang mana, jujur, kayak ritual dukun modern), terapi lampu merah buat ngatur jam biologis (ini kayak upgrade diri jadi tanaman), sampe teknik “physiological sigh” buat nenangin saraf (yang ternyata cuma narik napas panjang, tapi versi ilmiah). Intinya, semua tips-nya itu science-backed, tapi tetep aja ada yang nyebut dia “Goop for bros”.
Nah, yang bikin geleng-geleng kepala, si Huberman ini malah nrimo aja julukan itu. Bahkan, dia sekarang kolaborasi sama Goop Kitchen-nya Gwyneth Paltrow. Iya, Goop yang itu. Yang jual batu kristal buat ngobatin penyakit hati (bukan yang patah hati ya). Ini kayak kolaborasi antara tukang jamu sama dokter bedah plastik. Aneh, tapi nyata.
Kolaborasi ini menghasilkan menu khusus: organic turkey chili. Harganya $16.95, dan katanya sih, rasanya lebih mirip daging sapi daripada kalkun. Yang jelas, semua bahan-bahannya organik, bebas gula olahan, minyak sayur, dan gluten. Ini kayak makan di warteg tapi level sultan. Tapi, apa yang bikin Huberman, si “ilmuwan otak”, mau endorse makanan kayak gini?
Mencari Menu Sehat: Antara DoorDash dan Bisikan Gwyneth Paltrow
Huberman cerita, awalnya dia iseng nyari makanan organik di DoorDash. Eh, Goop Kitchen nongol. Dia nyobain, dan ketagihan sama saus wortel-jahenya. Saking sukanya, dia sampe ngomongin Goop Kitchen ke semua orang. Sampe akhirnya, obrolan itu nyampe ke telinga Gwyneth Paltrow sendiri. Dan terjadilah kolaborasi yang bikin netizen garuk-garuk kepala.
Huberman sadar, banyak orang ngira dia cuma fokus sama “optimasi” dan “protein segambreng”. Padahal, dia udah 50 tahun dan udah fitnes dari umur 16. Buat dia, sehat itu bukan cuma soal otot gede, tapi juga soal bisa gerak, tidur nyenyak, dan semuanya gampang dicapai. Makanya, dia milih kolaborasi sama Goop Kitchen, yang menurutnya udah “melakukan semua vetting sumber bahan”. Ini kayak nyari jodoh yang udah di-screening sama biro jodoh profesional.
Cortisol Rollercoaster: Rahasia Sehat Ala Huberman di Tahun 2026
Lalu, gimana sih cara Huberman menjaga kesehatannya di tahun 2026? Jawabannya agak mind-blowing: “Intentionally high cortisol di pagi hari dan intentionally low cortisol di malam hari.” Singkatnya, dia pengen kita “naik roller coaster” hormon kortisol setiap hari.
Banyak orang mikir kortisol itu hormon stres yang bikin perut buncit. Padahal, kortisol itu juga yang bikin kita melek di pagi hari. Kalo kortisol nggak naik di pagi hari, dia malah naik di sore atau malam hari, dan semuanya jadi berantakan. Jadi, Huberman nyaranin kita buat “spike” kortisol di pagi hari, minimal 30 kali lipat dari kadar kortisol di malam hari.
Cara Gampang “Spike” Kortisol Pagi: Bukan Cuma Cold Plunge
Caranya gimana? Gampang. Dapetkan cahaya terang (idealnya dari matahari) di mata dalam satu jam pertama setelah bangun tidur. Kalo nggak bisa, beli lampu 10.000 Lux. Kalo nggak punya duit, nyalain aja semua lampu di rumah. Intinya, jangan biarin pagi hari redup dan malam hari terang benderang. Itu resep insomnia permanen.
Selain itu, olahraga di pagi hari juga bagus. Kalo nggak sempet, gerak-gerakin badan aja. Lari di tempat, jumping jacks, atau sekadar goyang-goyang TikTok juga boleh. Yang penting, ada gerakan yang memicu produksi kortisol dan adrenalin. Kalo malam hari, lakukan sebaliknya: redupkan lampu, hindari kafein, dan jangan olahraga terlalu berat. Cold plunge? Skip dulu.
Diet 2026: Micronutrient is The New Black
Soal diet, Huberman punya prinsip sederhana: makan protein berkualitas tinggi (terutama dari hewan atau kombinasi tumbuhan) dengan rasio protein-kalori yang tinggi. Jangan kayak orang Indonesia kebanyakan yang makan nasi sebakul lauknya tempe setipis kartu kredit.
Dia juga bilang, yang bakal ngetren di tahun 2026 itu bukan cuma makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), tapi juga mikronutrien (vitamin, mineral, dll). Soalnya, gampang banget dapet kalori dan protein murah di Amerika (bahkan di Indonesia juga), tapi susah dapet mikronutrien yang cukup. Jadi, daripada makan burger dua lapis, mending makan ikan kecil yang kaya protein, lemak sehat, dan mikronutrien.
Bye-bye Fibermaxxing, Hello Fermented Foods!
Kalo soal serat, Huberman nyaranin kita buat dapet sebagian besar serat dari sayuran dan buah-buahan rendah gula (beri, jeruk, apel). Tapi, yang bakal jadi “the next big thing” itu bukan fibermaxxing, tapi makanan fermentasi rendah gula.
Makanan fermentasi (acar, sauerkraut, kimchi, natto) itu bagus buat kesehatan usus. Sebuah studi di Stanford nunjukkin kalo konsumsi makanan fermentasi rendah gula bisa ngurangin inflamasi dan ningkatin kesehatan otak dan usus. Kalo serat, efeknya beda-beda tiap orang. Jadi, kita harus nyari makanan berserat yang cocok buat tubuh kita.
Alkohol: Nol Tetap yang Terbaik, Tapi Hidup Harus Dinikmati
Soal alkohol, Huberman blak-blakan: nol itu tetep yang terbaik. Apalagi buat perempuan, karena risiko kanker payudara dan kanker terkait hormon lainnya. Tapi, dia juga mengakui manfaat sosial dari minum alkohol sesekali. Jadi, intinya: hidup itu lebih penting daripada jadi “mutan” yang hidup lebih lama. Optimasi itu termasuk kesehatan mental, dan kesehatan mental itu termasuk menikmati hidup.
Jadi, Apakah Huberman Itu Goop for Bros?
Huberman nggak masalah dengan julukan itu. Dia ngakuin kalo Gwyneth Paltrow adalah pionir di dunia kesehatan. Dan dia juga ngakuin kalo dia pengen bikin hidup sehat itu gampang diakses oleh semua orang. Jadi, apakah dia Goop for bros? Mungkin iya. Tapi, setidaknya, dia Goop yang berbasis sains.


