Pernahkah merasa seperti butiran debu di tengah badai korporat, di mana semua orang harus mencetak diri agar pas di cetakan yang sama? Atau mungkin, mencoba mengekspresikan diri di kantor serasa bermain Among Us dengan impostor tersembunyi? Nah, ternyata tidak semua tempat kerja menganut filosofi ‘seragam total’. Ada perusahaan yang justru sibuk membangun kapal anti-badai, memastikan setiap awaknya, dari kapten hingga juru masak, merasa aman dan punya tempat untuk bersinar. Mereka sadar bahwa keberagaman bukan cuma buzzword cantik di laporan tahunan, melainkan upgrade sistem yang bikin tim makin kuat dan inovatif.
Globe, yang sebelumnya sudah dikenal karena membangun lingkungan kerja yang inklusif, kini mengambil langkah lebih jauh dalam merangkul keberagaman di tempat kerja. Mereka paham betul bahwa menciptakan komunitas yang aman dan suportif bukan cuma soal kebijakan di atas kertas, tapi tentang membangun koneksi nyata antar individu. Ini seperti meng-upgrade sistem operasi perusahaan dari versi beta ke versi paling stabil, di mana setiap fitur baru bertujuan untuk kenyamanan penggunanya.
Baru-baru ini, Globe memperkenalkan Globe Inclusion Networks, yang bisa dibilang semacam guild atau kelompok dukungan bagi karyawan. Jaringan-jaringan ini dirancang untuk menjadi ruang aman bagi karyawan untuk saling terhubung, bertukar pikiran, dan berkembang bersama. Ini bukan sekadar klub kopi, melainkan komunitas yang mendorong pertumbuhan pribadi dan profesional dalam suasana yang benar-benar suportif.
Di antara jaringan-jaringan tersebut, ada G Network, sebuah lingkaran yang dipimpin oleh perempuan, berdedikasi untuk mempromosikan kesetaraan gender. Lalu, ada juga Pride Network, yang berfungsi sebagai ruang aman bagi karyawan LGBTQIA+ dan para sekutunya. Di sini, mereka bisa berbagi pengalaman, mencari dukungan, dan bersama-sama menciptakan budaya kepemilikan yang kuat, jauh dari drama dan prasangka.
G Network dan Pride Network ini sejalan dengan kolaborasi Globe bersama Philippine Financial & Inter-Industry Pride (PFIP). Melalui kerja sama ini, Globe telah menjadi tuan rumah diskusi-diskusi penting seputar SOGIE (Orientasi Seksual, Identitas Gender, Ekspresi Gender), inklusi transgender, dan keselamatan psikologis di tempat kerja. Diskusi ini membantu membuka pikiran dan hati, membuat lingkungan kerja terasa lebih nyaman dan pengertian.
Globe secara aktif mendorong percakapan rutin mengenai allyship, microaggressions, dan bahasa inklusif. Mereka juga memberi ruang untuk refleksi, pembelajaran, dan koneksi yang otentik. Ini menunjukkan komitmen bahwa inklusi bukan cuma slogan di spanduk, melainkan praktik sehari-hari yang harus terus diasah dan diperbarui, seperti patch update untuk sebuah game yang semakin disempurnakan.
Kenapa Beda Itu Keren: Filosofi Inklusi Globe
“Di Globe, kami merangkul interseksionalitas sebagai dasar kekuatan budaya kami,” kata Carl Cruz, presiden dan CEO Globe. Ia menambahkan bahwa ini bukan hanya tentang mencentang kotak-kotak daftar periksa, tetapi tentang memastikan setiap orang merasa aman, dihargai, dan bebas membawa seluruh diri mereka ke tempat kerja, setiap hari. Ini seperti memiliki tim Avengers yang tidak hanya kuat, tetapi juga saling menghargai kekuatan unik masing-masing.
Ivan Garong, Corporate Secretary dan Trustee PFIP, juga mengungkapkan apresiasinya. “Kolaborasi ini mencerminkan bagaimana perusahaan seperti Globe mendorong perubahan nyata dengan menciptakan ruang di mana komunitas LGBTQIA+ diberdayakan, dihormati, dan ditegaskan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah Globe bukan sekadar basa-basi, melainkan fondasi kokoh untuk masa depan yang lebih adil.
Untuk semakin memperkuat komitmen ini, Globe telah menandatangani PFIP Pledge of Support. Ini adalah afirmasi industri yang luas mengenai tempat kerja yang inklusif dan saling menghormati, menunjukkan bahwa Globe serius dalam janji-janji mereka. Seperti menandatangani kontrak epik yang menjamin hak-hak semua pihak di sebuah proyek besar.
Melalui Kode Etik dan komitmen Kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI), Globe menegaskan nol toleransi terhadap diskriminasi. Mereka berjanji untuk menghormati dan menjunjung tinggi martabat setiap individu. Globe merangkul keberagaman dalam segala bentuk, memperkuat keyakinan bahwa ini bukan hanya pernyataan belaka, melainkan fondasi masa depan di mana tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Statistik yang Bicara: Lebih dari Sekadar Angka
Angka-angka di Globe juga tidak main-main. Perempuan membentuk 44 persen dari organisasi Globe, menunjukkan representasi yang kuat. Sementara itu, keberagaman generasi di dalamnya termasuk Gen Z (5 persen), milenial (64 persen), Gen X (31 persen), dan Baby Boomers (0,5 persen). Ini adalah bukti nyata bahwa kantor bukan cuma didominasi satu generasi, melainkan perpaduan berbagai perspektif dan pengalaman.
Karyawan yang mengidentifikasi diri sebagai penyandang disabilitas juga hadir dalam perusahaan ini. Hal ini semakin menegaskan komitmen Globe untuk membangun sistem inklusif yang memungkinkan semua individu berpartisipasi penuh. Ini bukan tentang menyediakan jalur khusus, melainkan merancang sistem yang secara inheren dapat diakses oleh semua, bagaikan user interface yang intuitif untuk setiap penggunanya.
Kesuksesan Inklusi: Dari Budaya Kerja Hingga Penghargaan
Budaya kepedulian dan keaslian ini terus membawa Globe pada berbagai pengakuan. Mereka dinobatkan sebagai Employer of the Year oleh HR Excellence Awards pada tahun 2024 untuk tiga tahun berturut-turut. Ini seperti memenangkan hat-trick di liga perusahaan. Selain itu, mereka juga menjadi pemenang lima kali berturut-turut di HR Asia’s Best Companies to Work For in Asia – The Philippines Chapter.
Dan itu belum semua! Globe juga menjadi pemenang delapan kali berturut-turut untuk Top Workplaces in Asia oleh ACES Awards 2024. Penghargaan-penghargaan ini bukan sekadar piala pajangan, melainkan validasi bahwa investasi pada manusia dan budaya inklusif benar-benar membuahkan hasil. Bagi Globe, inklusi bukanlah tren musiman atau kampanye sesaat. Ini adalah standar yang membentuk cara perusahaan bekerja, memimpin, dan tumbuh bersama karyawannya.


