Di tengah gempuran konser K-Pop dan festival musik EDM yang bikin dompet menjerit, ada satu nama yang tetap bersinar terang: Leigh-Anne. Bukan, bukan Le Minerale, tapi mantan personel Little Mix yang kini bersolo karier. Kabarnya, penampilannya di Capital FM Jingle Bell Ball 2025 sukses membuat para penonton amnesia sejenak soal cicilan yang menanti.
Leigh-Anne, sang mantan anggota Little Mix, memang punya daya magis tersendiri. Di panggung Jingle Bell Ball 2025, ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar “mantan”. Dengan dukungan para penari latar yang enerjik, Leigh-Anne membakar panggung dengan lagu-lagu andalannya, seperti ‘My Love’ dan ‘Don’t Say Love’. Tapi, bukan itu saja kejutan yang ia siapkan.
Para penggemar juga dimanjakan dengan penampilan perdana dari lagu-lagu yang akan ada di album debut solonya, ‘My Ego Told Me To’ yang dijadwalkan rilis pada 20 Februari 2026. ‘Been A Minute’ dan ‘Dead and Gone’ sukses membuat para penonton bergoyang dan lupa diri. Bahkan, Leigh-Anne tak lupa membawakan beberapa hits Little Mix seperti ‘Sweet Melody’ dan ‘Touch’ yang langsung disambut histeria.
Dari Little Mix ke Panggung Solo: Transformasi Leigh-Anne
Perjalanan Leigh-Anne dari girlband hingga menjadi solois memang menarik untuk disimak. Banyak yang meragukan apakah ia mampu bersinar tanpa “teman-teman seperjuangan”. Tapi, Leigh-Anne membuktikan bahwa ia bukan sekadar “numpang lewat”. Ia punya talenta, karisma, dan sense of style yang membuatnya berbeda. Ibarat karakter RPG, Leigh-Anne telah melakukan leveling up dan siap menghadapi tantangan baru.
Namun, tentu saja, transformasi ini tidak datang dengan mudah. Ada tantangan, keraguan, dan tekanan yang harus dihadapi. Apalagi, industri musik kejamnya nggak kalah sama ibu-ibu kompleks yang hobi nanya “kapan nikah?”. Tapi, Leigh-Anne berhasil membuktikan bahwa ia mampu mengatasi semua itu dan menemukan jati dirinya sebagai seorang solois.
Leigh-Anne sendiri mengakui bahwa ia sempat merasa tidak percaya diri sebelum naik panggung. “I wasn’t feeling 100 per cent and can’t lie kinda freaking out before the show but I had about 10 cups of honey tea, steamed, went on partial voice rest lol and we got through it!” curhatnya di Instagram. Untungnya, dengan dukungan tim yang solid dan secangkir teh madu, ia berhasil mengatasi rasa gugupnya.
Jingle Bell Ball: Pembuktian Seorang Ratu
Penampilan Leigh-Anne di Jingle Bell Ball bukan sekadar konser biasa. Ini adalah panggung pembuktian, ajang untuk menunjukkan bahwa ia layak disebut sebagai “ratu”. Bukan ratu FTV yang hobinya nangis di pojokan, tapi ratu yang percaya diri, berani, dan mampu menginspirasi banyak orang. Seperti kata pepatah, “Queen doesn’t need a king“.
Bahkan, momen ini semakin spesial karena kedua putrinya hadir untuk menyaksikan penampilannya. “This show was an extra special one for me to because my beautiful girls watched me perform for the first time excluding LM tour when they were 8 months lol I was beaming from the moment I got on that man lift to go to stage. And then throughout the whole show, they were all I could think about ❤️ everything is for them,” tulis Leigh-Anne. Pengakuan ini menunjukkan bahwa keluarga adalah sumber motivasi terbesarnya.
Namun, di balik gemerlap panggung dan sorak sorai penonton, ada pesan yang lebih dalam yang ingin disampaikan Leigh-Anne. Ia ingin menginspirasi para penggemarnya untuk tetap menjadi diri sendiri dan mengejar mimpi, tanpa peduli apa kata orang. “It’s been a whirlwind. But I swear, they are my encouragement to keep being authentic, to keep carving my lane. To keep doing me,” tegasnya.
Album ‘My Ego Told Me To’: Antara Ambisi dan Realita
Judul album debut solo Leigh-Anne, ‘My Ego Told Me To’, memang cukup provokatif. Seolah-olah, ia ingin mengakui bahwa ada sisi ambisius dalam dirinya yang mendorongnya untuk terus maju. Tapi, tentu saja, ego tidak selalu menjadi hal yang buruk. Ego yang sehat justru bisa menjadi sumber motivasi dan kepercayaan diri.
Namun, yang menarik adalah bagaimana Leigh-Anne menyeimbangkan antara ambisi dan realita. Ia tidak ingin menjadi sosok yang arogan dan sombong. Sebaliknya, ia ingin tetap rendah hati dan menghargai orang-orang yang telah mendukungnya selama ini. Ibarat bermain game, Leigh-Anne sadar bahwa ia tidak bisa mencapai level tertinggi sendirian.
Sentuhan Magis Little Mix yang Tak Terlupakan
Meskipun kini bersolo karier, Leigh-Anne tidak melupakan akar musiknya. Ia tetap memasukkan beberapa lagu hits Little Mix dalam penampilannya. Ini bukan berarti ia tidak percaya diri dengan materi solonya. Justru, ini adalah cara untuk menghormati masa lalunya dan menunjukkan bahwa ia bangga menjadi bagian dari Little Mix.
Namun, tentu saja, ada perbedaan antara membawakan lagu Little Mix dengan membawakan lagu solo. Ketika membawakan lagu Little Mix, Leigh-Anne harus berbagi panggung dengan tiga rekannya. Sementara, ketika membawakan lagu solo, ia memiliki kebebasan untuk berekspresi dan menunjukkan identitas musiknya sendiri.
Leigh-Anne: Lebih dari Sekadar Mantan Anggota Girlband
Penampilan Leigh-Anne di Jingle Bell Ball 2025 adalah bukti bahwa ia lebih dari sekadar “mantan anggota girlband”. Ia adalah seorang artis yang berbakat, pekerja keras, dan memiliki visi yang jelas. Ia tidak takut untuk bereksperimen, mengambil risiko, dan menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.
Jadi, bagi kamu yang masih meragukan kemampuan Leigh-Anne, sebaiknya segera buang jauh-jauh keraguan itu. Karena, Leigh-Anne siap membuktikan bahwa ia mampu bersinar lebih terang dari sebelumnya. Seperti kata pepatah, “The best is yet to come“.
Di tengah persaingan industri musik yang semakin ketat, Leigh-Anne berhasil menunjukkan bahwa ia memiliki daya tarik tersendiri. Dengan talenta, kerja keras, dan dukungan dari para penggemarnya, ia siap menaklukkan dunia. Pertanyaannya, apakah kamu siap menjadi bagian dari perjalanan sukses Leigh-Anne?


