Siapa sangka, sebuah proyek ambisius dari Bungie, studio yang melahirkan legenda seperti Halo dan Destiny, kini diterpa badai angka yang jauh dari kata gemilang. Marathon, game yang digadang-gadang menjadi penantang serius di genre Extraction Shooter, ternyata mulai menunjukkan geliatnya yang tak sekuat yang dibayangkan. Alih-alih euforia sambutan hangat, kini yang beredar adalah data-data yang memaksa para analis memutar otak dan menahan tawa getir.
Angka-angka yang beredar ini, walau bukan rilis resmi dari Bungie, bukan pula sekadar angin lalu. Sumber terpercaya, yang notabene memiliki koneksi langsung ke markas Bungie, mengkonfirmasi bahwa estimasi dari Alinea Analytics ini mendekati kenyataan pahit yang sedang dihadapi. Jadi, lupakan saja anggapan ‘hanya perkiraan pihak ketiga’; realitasnya, ini adalah gambaran yang cukup akurat tentang performa sang penjelajah antariksa.
Mari kita bedah satu per satu angka yang membuat jidat berkerut ini. Total penjualan diperkirakan menyentuh angka 1.2 juta unit, sebuah capaian yang, jika dilihat dari banderol $40 ditambah paket deluxe, terasa kurang memuaskan untuk sebuah IP baru dari studio sekaliber Bungie. Angka ini, walau tampak besar bagi sebagian orang, menjadi ironis ketika kita mengintip ekspektasi besar yang menyertainya, terutama mengingat investasi waktu dan sumber daya yang dikucurkan untuk menghidupkan kembali game klasik ini dalam balutan modern.
Dominasi Steam dan Senjakala Konsol
Di ranah platform, Steam tampil sebagai raja tak terbantahkan, menyedot 70% total populasi pemain Marathon. Ini bukan kejutan besar, mengingat Steam memang menjadi habitat utama bagi banyak gamer PC. Namun, yang patut digarisbawahi adalah dominasinya yang begitu telak. PlayStation 5 hanya mampu meraup 19%, sementara Xbox tertinggal di angka 11%. Fakta bahwa konsol sekelas PS5, yang notabene multiplatform, tidak mampu menembus angka 20% untuk sebuah game first-party dari Bungie, sungguh menyedihkan.
Perbandingan ini semakin menarik ketika disandingkan dengan game-game lain. Angka 19% untuk PS5 terbilang rendah, bahkan untuk game yang dirilis di berbagai platform. Ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi distribusi dan penerimaan game di kalangan pengguna konsol. Apakah ada elemen yang kurang menarik bagi mereka, atau adakah faktor lain yang membuat mereka lebih memilih untuk menunda keputusan membeli?
Angka Daily Active Users (DAU) pun tak luput dari sorotan. Setelah memuncak di angka 478 ribu pada akhir pekan peluncuran, kini angka tersebut stabil di kisaran 345 ribu. Bahkan, pada akhir pekan teraktual, tercatat ada 380 ribu pemain aktif harian. Jika dibandingkan dengan angka puncak, terjadi penurunan sekitar 20% dalam dua minggu. Angka ini, walaupun masih terbilang sehat, mengindikasikan adanya tantangan dalam mempertahankan basis pemain dalam jangka panjang.
Perhatian pada Durasi Bermain yang Signifikan
Meski angka pemain aktif harian mengalami fluktuasi, ada satu data yang cukup menggembirakan: durasi bermain. Rata-rata waktu bermain di Steam mencapai 28 jam, sebuah angka yang jauh melampaui durasi bermain di konsol. Lebih menarik lagi, 22% pemain Steam dilaporkan telah menghabiskan lebih dari 50 jam di dalam game, dan 7% lainnya bahkan sudah menembus 100 jam. Data ini, walau terdengar kontradiktif dengan angka penjualan yang tak spektakuler, menunjukkan bahwa pemain yang bertahan benar-benar menikmati pengalaman yang ditawarkan.
Fakta bahwa sebagian besar pemain yang terpaku pada game ini menghabiskan waktu berjam-jam menyiratkan kualitas gameplay yang memikat. Ini adalah bukti bahwa Marathon, di balik angka penjualannya yang belum memenuhi ekspektasi, memiliki daya tarik tersendiri bagi segmen pemain tertentu. Pertanyaannya, bagaimana cara menarik lebih banyak pemain ke dalam “lingkaran setan” durasi bermain panjang ini?
Harapan Masa Depan yang Masih Menggantung
Bungie sendiri, tampaknya, tidak berniat melakukan perombakan besar-besaran atau menghentikan pengembangan konten baru. Rencana untuk musim-musim mendatang masih berjalan, menunjukkan keyakinan bahwa game ini masih memiliki potensi untuk berkembang. Namun, patut dicatat bahwa ekspektasi awal untuk Marathon memang sangatlah tinggi, bahkan ada yang membandingkannya dengan kesuksesan besar proyek-proyek sebelumnya. Perbandingan ini, seperti yang terlihat, kini justru menjadi beban.
Pengembangan Marathon memakan waktu, biaya, dan tentu saja, harapan besar dari Sony sebagai pemilik baru Bungie. Mengingat ini adalah IP baru pertama yang lahir di bawah naungan Sony, kegagalan untuk mencapai target yang ditetapkan tentu menjadi pukulan telak. Namun, bukan berarti akhir dari segalanya. Pengembang tetap berkomitmen untuk meneruskan perjuangan, walau jalan terjal harus dilalui.
Perlu diingat, Marathon tidak pernah diposisikan sebagai penerus takhta kesuksesan seperti “Highguard” atau “Concord”. Menganggapnya demikian sejak awal adalah sebuah kekeliruan. Kenyataan bahwa angka penjualannya belum memenuhi ekspektasi, bukan berarti game ini gagal total. Ini lebih kepada penyesuaian ekspektasi terhadap realitas pasar dan posisi game itu sendiri dalam lanskap persaingan yang semakin ketat.
Keheningan Bungie dan Analisis Kritis
Bungie sendiri memilih bungkam perihal angka penjualan dan pemain aktif sejak peluncuran. Kemungkinan besar, tidak akan ada pernyataan resmi yang keluar dalam waktu dekat. Keheningan ini, walau bisa menimbulkan spekulasi, juga memberikan ruang bagi analisis mendalam seperti yang disajikan oleh Alinea Analytics dan dikonfirmasi oleh sumber internal. Data-data ini, betapapun tidak resminya, menjadi satu-satunya jendela untuk melihat kondisi sebenarnya dari Marathon.
Meskipun angka penjualan dan pemain aktif belum mencapai titik yang diharapkan, Marathon masih memiliki kesempatan untuk bangkit. Komitmen terhadap pengembangan konten baru dan dedikasi pemain yang sudah ada adalah modal berharga. Tantangannya kini adalah bagaimana Bungie dapat menerjemahkan kualitas gameplay yang disukai segelintir pemain menjadi daya tarik yang mampu memikat audiens yang lebih luas, serta meyakinkan pemangku kepentingan bahwa investasi ini akan membuahkan hasil di kemudian hari. Perjalanan Marathon masih panjang, dan pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.


