Dunia musik sedang ramai. Bukan karena ada album baru dari Tulus atau kolaborasi epik antara Agnez Mo dan Rich Brian. Bukan, bukan itu. Ini lebih heboh dari sekadar chart-topping hits. Bayangkan, band legendaris yang bikin stadion bergetar, yang lagunya menemani masa puber kita, dikabarkan akan reuni lagi! Oasis, band yang personilnya lebih sering berantem daripada bikin lagu, katanya mau manggung lagi. Siap-siap, dompetmu bakal bergetar lebih kencang dari bass gitar Noel Gallagher.
Oasis: Dulu Berantem, Sekarang Bikin Duit?
Oasis itu kayak sinetron. Drama persaudaraan antara Liam dan Noel Gallagher lebih seru dari episode terakhir Ikatan Cinta. Dulu, mereka berantem nggak jelas, saling sindir di media sosial (jauh sebelum medsos jadi ladang cari nafkah), dan akhirnya bubar jalan. Tapi, namanya juga keluarga, ada kalanya kangen juga. Apalagi kalau ada tawaran manggung dengan angka nol yang bikin mata berbinar.
Setelah sukses dengan tur reuni Live ’25 yang mengguncang dunia, Liam Gallagher, si vokalis nyentrik dengan gaya jalan tengil, kembali memberikan kode-kode misterius di Twitter (eh, sekarang X). Katanya, masih banyak lagu klasik Oasis yang belum dimainkan. Apakah ini pertanda baik? Atau cuma Liam yang lagi halu karena kebanyakan minum teh?
Beberapa waktu lalu, Liam sempat nyeletuk di konser Wembley kalau Oasis bakal balik lagi tahun depan. Tapi, dia buru-buru meralat, bilang harus “duduk dan diskusi” dulu sama Noel. Ya iyalah, namanya juga bisnis, semua harus diomongin baik-baik. Jangan sampai kayak dulu, konser batal gara-gara lempar-lemparan mikrofon.
Setlist: Nostalgia atau Eksperimen?
Satu hal yang bikin penasaran adalah setlist. Di tur Live ’25 kemarin, setlistnya itu-itu aja. Persis kayak playlist di radio-radio yang muterin lagu yang sama tiap hari. Padahal, Oasis punya seabrek lagu hits yang bisa bikin penonton sing along dari awal sampai akhir. Apakah kali ini mereka berani bereksperimen? Atau tetap main aman dengan lagu-lagu yang sudah terbukti laku?
Melalui akun X-nya, Liam memberikan sedikit bocoran. Katanya, lagu-lagu seperti “The Hindu Times”, “Columbia”, dan “Go Let It Out” bakal masuk setlist. Bahkan, dia juga mempertimbangkan untuk membawakan “The Shock Of The Lightning”, single dari album terakhir mereka. Wah, ini sih bikin fans makin nggak sabar!
Liam Pengen Keliling Eropa, Fans Pengen Keliling Dunia
Keinginan Liam sederhana: tur Eropa. Katanya, dia kangen manggung di benua biru. Tapi, fans Oasis tersebar di seluruh dunia. Ada yang di Amerika Latin, Asia, bahkan Antartika (siapa tahu ada penguin yang doyan “Wonderwall”). Jadi, kalau bisa, jangan cuma Eropa dong, Liam. Sekalian aja bikin tur keliling dunia kayak Pokemon Go.
Seorang fans bahkan nyeletuk kalau Live ’25 adalah tur terbaik sepanjang masa. Liam pun menjawab dengan gaya khasnya, “Sampai tur berikutnya, terima kasih.” Ini bukan cuma sekadar ucapan terima kasih, tapi juga janji terselubung. Janji bahwa Oasis akan kembali, lebih besar, lebih berisik, dan lebih pecah dari sebelumnya.
Noel: Tetap Cool atau Ikut Heboh?
Di tengah kehebohan ini, Noel Gallagher tetap kalem. Teman dekatnya, Matt Morgan, bilang kalau Noel nggak mau mengubah setlist. Katanya, dia lebih suka main aman dengan lagu-lagu yang sudah familiar. Wah, ini sih tipikal Noel banget. Selalu menjaga image cool dan nggak mau ikut-ikutan tren.
Tapi, di balik sikap cool-nya, siapa tahu Noel juga menyimpan kerinduan untuk manggung bareng Liam. Siapa tahu, di dalam hatinya yang paling dalam, dia juga pengen merasakan lagi euforia panggung dan sorak sorai penonton. Siapa tahu…
Rumor Knebworth dan Etihad: Mitos atau Kenyataan?
Rumor tentang konser Oasis berikutnya beredar liar di internet. Ada yang bilang mereka bakal balik lagi ke Knebworth, tempat konser legendaris mereka di tahun 1996. Ada juga yang bilang mereka bakal bikin residency di Etihad Stadium, kandang Manchester City, klub yang didukung habis-habisan oleh Gallagher bersaudara.
Bahkan, seorang anggota House of Lords (semacam DPR-nya Inggris) sempat keceplosan bilang kalau Oasis bakal main di Knebworth musim panas depan. Tapi, dia buru-buru meralat omongannya. Hmm, mencurigakan. Jangan-jangan dia sebenarnya tahu sesuatu yang kita nggak tahu.
Film Dokumenter: Rahasia di Balik Panggung
Selain konser, ada juga proyek film dokumenter tentang reuni Oasis. Film ini diproduseri oleh Steven Knight, kreator serial Peaky Blinders. Kabarnya, film ini bakal menampilkan rekaman pertemuan pertama Liam dan Noel sebelum tur dimulai. Wah, ini sih wajib ditonton buat para fans!
NME, majalah musik ternama, memberikan review positif untuk konser pertama Oasis di Cardiff. Mereka menyebut Oasis sebagai band stadion quintessential yang memainkan lagu-lagu hits terbaik dari yang terbaik. Pujian ini tentu saja bikin para fans makin bangga dan nggak sabar untuk menyaksikan penampilan mereka lagi.
Oasis: Antara Nostalgia dan Harapan
Reuni Oasis bukan cuma soal nostalgia. Ini juga soal harapan. Harapan bahwa band yang pernah menjadi soundtrack hidup kita ini bisa kembali berjaya. Harapan bahwa Liam dan Noel bisa mengesampingkan ego masing-masing dan bersatu demi musik dan para fans. Harapan bahwa dunia musik rock nggak akan pernah mati.
Jadi, siapkah kalian menyambut kembalinya Oasis? Siapkan dompet kalian, siapkan tiket pesawat, dan siapkan diri untuk sing along sekeras-kerasnya. Karena, siapa tahu, konser Oasis berikutnya adalah konser terbaik dalam hidup kita. Sampai jumpa di sana!


