Bayangkan dunia di mana obat kanker yang sudah ada, yang tadinya cuma buat “itu” eh ternyata ampuh juga buat “ini”. Keren nggak? Nah, penelitian DRUP di Belanda ini kayak membuktikan hal itu, ngumpulin lebih dari 1600 pasien buat nyobain obat-obatan yang belum resmi buat jenis kanker mereka. Hasilnya? Lumayan bikin geleng-geleng kepala, tapi ingat, semua ini cuma boleh kejadian di balik tirai uji klinis, bukan asal nyomot dari apotek trus dicoba sendiri. Jangan sampai malah jadi jurus naga api yang bikin pasien makin panas.
Ini bukan sekadar coba-coba iseng berhadiah. Uji coba DRUP (DUTCH REGISTRY OF UNSEEN PATIENTS) ini berambisi meracik terapi yang lebih pas buat tiap pasien, dengan cara memperluas penggunaan obat-obatan yang sudah terdaftar tapi buat indikasi lain. Selama sepuluh tahun terakhir, program ini udah ngasih kesempatan terapi ‘off-label’ buat lebih dari 1600 pasien kanker stadium lanjut yang udah nggak punya harapan lagi sama terapi standar. Publikasi hasil terbarunya di jurnal Nature hari ini nunjukkin kalo strategi ini beneran bisa ngasih manfaat yang lumayan signifikan.
Ketika Obat Lama Jadi Ksatria Baru
Para peserta uji coba ini dapet obat-obatan yang udah punya izin edar buat jenis kanker lain, tapi ternyata cocok sama profil DNA tumor mereka. Hasilnya, hampir sepertiga pasien menunjukkan respons positif atau penyakitnya stabil minimal empat bulan. Rata-rata angka harapan hidup jadi 8 bulan, walau ya, sekitar 1 dari 4 pasien ngalamin efek samping serius. Angka yang lumayan bikin deg-degan, tapi lihat sisi positifnya: ada kemungkinan buat nemuin ‘senjata’ baru dari gudang senjata yang lama.
Yang lebih bikin takjub lagi, ada 67 pasien yang menunjukkan respons luar biasa. Mereka ini sembuh total atau penyakitnya nggak berkembang sama sekali selama minimal dua tahun, tersebar di berbagai subgrup molekuler. Ini bukti nyata kalo obat-obatan bertarget ini punya potensi ngasih manfaat yang mendalam dan tahan lama, bahkan buat kanker yang udah parah, susah diobatin, atau langka sekalipun. Ibaratnya, nemuin harta karun di tumpukan barang bekas.
Akses Obat: Bukan Cuma Soal Tiket Masuk
Intinya, buat ngebuka potensi ini, obat-obatan antikanker ‘off-label’ itu harus dievaluasi secara sistematis dalam kerangka uji klinis. “Dokter onkologi sering banget ngasih resep obat ‘off-label’ di luar setting uji coba. Ini risiko toksisitasnya gede, biayanya nggak karuan, dan aksesnya nggak merata,” ujar Emile Voest, investigator utama dari Netherlands Cancer Institute dan Oncode Institute. Jelas, ini bukan kayak beli tiket konser dadakan yang bisa berujung zonk.
Selain buat ngehindarin efek samping yang nggak perlu akibat terapi yang nggak efektif, pengumpulan dan analisis data yang sistematis juga bisa memperluas akses pasien ke obat-obatan. Gimana caranya? Dengan ngasih bukti yang cukup buat ngajuin perluasan label indikasi obat. Salah satu contohnya, ada satu kohort ekspansi DRUP yang ngumpulin data cukup buat dapetin penggantian biaya nasional penuh buat opsi terapi baru bagi pasien tumor MSI. Ini kayak bikin jalur tol baru yang dulunya jalan setapak.
Meniru Jejak DRUP: Jaringan Eropa Berkembang
Uji coba ini udah memicu munculnya jaringan uji coba investigator-initiated di seluruh Eropa dengan protokol yang mirip DRUP. Ini bakal jadi sumber bukti yang berharga banget, terutama buat pasien kanker langka yang pilihannya terbatas dan kesempatan ikut uji coba juga minim. Analisis awal data DRUP juga nunjukkin kalo pengujian molekuler yang komprehensif pada pasien kanker langka bisa ngidentifikasi peluang terapi dan manfaat klinis yang nggak kalah sama pasien kanker umum. Jadi, kanker langka nggak otomatis jadi ‘anak tiri’ perobatan.
Di balik layar, studi ini dipimpin oleh investigator utama Emile Voest (NKI), Henk Verheul (Erasmus MC Cancer Institute), dan Hans Gelderblom (LUMC). Riset ini didukung penuh oleh KWF Dutch Cancer Society dan Stelvio for Live. Kelompok riset Emile Voest sendiri merupakan bagian dari Oncode Institute. Semua ini bukti bahwa kolaborasi dan dukungan finansial itu kunci buat ngubah data mentah jadi terobosan medis.
Source:
Journal reference:
Verkerk, K., et al. (2026). Prospective evaluation of genomics-guided off-label treatment. Nature. DOI: 10.1038/s41586-026-10405-x. https://www.nature.com/articles/s41586-026-10405-x


