Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

PCOS Minggir Dulu: Puasa Intermiten ‘Bantai’ Hormon Pria di Tubuh Wanita

Pernah dengar soal PCOS? Bukan sekadar drama hormon, tapi sindrom yang bikin 18% wanita usia subur dunia bergulat dengan anomali hormonal, utamanya kelebihan hormon androgen seperti testosteron. Akibatnya? Siklus haid berantakan, bobot badan melambung tak terkendali, sampai kesuburan terancam. Dulu, pil KB hormonal jadi jurus andalan, tapi efek sampingnya ke mood, gairah seksual, metabolisme, bahkan risiko stroke, bikin mood ikut tertekan.

Untungnya, dunia medis terus bergerak. Profesor nutrisi dari UIC, Krista Varady, menyoroti potensi penurunan testosteron lewat cara yang lebih alami: penurunan berat badan. Ternyata, kehilangan sekitar 5% dari bobot tubuh sudah cukup untuk menekan hormon ‘laki-laki’ itu, tanpa perlu intervensi obat-obatan yang bikin pusing tujuh keliling.

Diet Antar Waktu: Bukan Cuma Menahan Lapar, Tapi Mengatur Ulang Jam Makan

Di sinilah intermittent fasting (IF) masuk ke arena. Studi terbaru yang dipimpin Varady membuktikan bahwa metode ini, khususnya time-restricted eating (TRE) dengan jendela makan enam jam sehari, ampuh menurunkan testosteron tanpa mengacaukan hormon kewanitaan. Hebatnya lagi, penurunan berat badan lewat penghitungan kalori pun terbukti menekan testosteron. Jadi, pilihan ada dua: disiplin hitung kalori atau disiplin atur jam makan.

Beredar anggapan miring bahwa IF itu momok bagi hormon wanita. Varady membantah tegas. “Studi ini dan riset-riset lain dari lab kami serta institusi lain menunjukkan IF justru bisa meningkatkan kadar hormon wanita, terutama pada penderita PCOS,” tegasnya. Metode TRE yang diuji adalah makan hanya dalam rentang waktu enam atau delapan jam per hari, sisanya 18-16 jam berpuasa hanya dengan air dan minuman tanpa kalori.

Intinya, strategi ini membuat porsi makan berkurang secara alami. Varady menambahkan, IF menawarkan keuntungan tambahan selain sekadar mengurangi asupan kalori tanpa perlu repot menghitungnya secara detail. Pengalaman sebelumnya menunjukkan, makan dalam jendela delapan jam bisa memangkas 300-500 kalori per hari.

Lebih dari Sekadar Penurunan Testosteron: Imbas Nyata pada Kesehatan

PCOS bukan sekadar soal testosteron tinggi. Sindrom ini juga rentan memicu kista ovarium, jerawat meradang, hingga pertumbuhan rambut halus di wajah, belum lagi risiko diabetes dan penyakit jantung akibat obesitas serta resistensi insulin. Bayangkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi para wanita penderita PCOS.

Dalam sebuah eksperimen terhadap 76 wanita pre-menopause dengan PCOS, peneliti membandingkan efek TRE (makan antara jam 1-7 malam) dengan metode hitung kalori selama enam bulan. Hasilnya mengejutkan: kedua kelompok mengalami penurunan asupan kalori sekitar 200 kalori per hari dan berhasil menurunkan berat badan rata-rata 10 pon. Namun, TRE menunjukkan keunggulan spesifik.

Tak hanya menurunkan kadar testosteron, TRE juga terbukti mengurangi free androgen index, indikator penting seberapa banyak testosteron aktif mencapai jaringan tubuh. Lebih istimewa lagi, TRE mampu memperbaiki kadar A1C, penanda risiko diabetes. Ini jelas sebuah langkah maju signifikan dalam penanganan PCOS.

Adaptasi Gaya Hidup, Bukan Sekadar Diet Sementara

Meskipun TRE belum secara langsung mengatasi gejala lain seperti siklus haid yang tidak teratur, Varady optimis bahwa durasi diet yang lebih panjang dan penurunan berat badan yang lebih drastis dapat memberikan dampak positif. Bukti nyata dari semangat para partisipan terlihat dari sekitar 80% kelompok TRE yang menyatakan niat untuk melanjutkan gaya makan tersebut.

Kolaborasi lintas disiplin ini melibatkan para profesor nutrisi dari College of Applied Health Sciences UIC. Sofia Cienfuegos memimpin desain dan pelaksanaan studi, didukung oleh Varady, Kelsey Gabel, Lisa Tussing-Humphreys, dan Vanessa Oddo. Semangat kolaborasi inilah yang menghasilkan terobosan penting dalam kesehatan wanita.

Previous Post

BTS Berenang ke Puncak Billboard, ARMY Kembali Tenggelam di Cinta

Next Post

Esports: Taruhan Juara, Prediksi Para Jagoan Terungkap

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *