Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

PlayStation Plus: Seri Doom yang Legendaris Siap Menghantuimu!

Bayangkan dunia ini tanpa Doom. Sunyi senyap. Hampa. Seperti skripsi tanpa revisi, atau Indomie tanpa bumbu. Tapi tenang, dunia masih baik-baik saja karena seri FPS legendaris ini justru lagi naik daun di kalangan pengguna PlayStation Plus. Kalau kamu belum pernah nyobain, inilah saatnya untuk terjun langsung ke neraka, eh, maksudnya ke dunia penuh demon dan shotgun.

PlayStation Plus, ibarat warung kopi digital, menawarkan ratusan game dengan harga yang relatif terjangkau. Dari game AAA yang lagi hits sampai hidden gems yang terlupakan, semuanya ada. Cocok buat kamu yang hobinya gonta-ganti game, atau lagi nyari “jodoh” game yang pas di hati.

Nah, kabar baiknya, PlayStation Plus lagi gencar-gencarnya ngerekomendasiin seri Doom buat para pelanggannya. Hampir semua judulnya tersedia di PlayStation Plus Extra dan Premium. Jadi, buat kamu yang pengen ngerasain sensasi jadi Doom Slayer, sekaranglah saat yang tepat.

Seorang pengguna Reddit dengan bijak berkomentar, “Dengan Premium, kamu bisa akses Doom, Doom 2, Doom 64 (ini bukan port dari yang original, baru tahu!), Doom 3, Doom (2016) dan Eternal. Kalau belum pernah main yang OG, surprisingly masih seru banget!”

Intinya, hampir semua seri utama Doom tersedia, kecuali Doom: The Dark Ages yang baru rilis tahun ini. Tapi, jangan khawatir, koleksi yang ada pun udah cukup buat bikin kamu sibuk ngusir setan sampai tahun depan.

Doom di 2025: Masih Relevan?

Sebagai seseorang yang udah khatam semua seri Doom tahun lalu, saya pribadi sangat merekomendasikan game ini. Dua seri pertama, meski udah berumur 30 tahun lebih, masih asyik buat dimainin. Mungkin kamu butuh walkthrough buat level-level yang susah, tapi itu bagian dari tantangannya.

Pengguna lain juga ikut nimbrung, terutama buat Doom: Eternal yang rilis tahun 2020. “Gue tadinya sama kayak OP,” tulisnya. “Doom Eternal bener-bener ngobatin rasa kangen gue sama game shooter.” Ibarat ketemu mantan yang udah glow up, bikin nagih!

Ada juga yang merekomendasikan Doom (2016) dan Doom: Eternal sekaligus. “Ray tracing di Doom Eternal itu bener-bener memukau, gue jadi betah ngeliatin semua permukaan yang reflektif,” ujarnya. Padahal, ray tracing itu kayak filter Instagram, bikin semuanya keliatan lebih cakep.

Tapi, ada juga peringatan nih. “Dua game ini cara mainnya beda. Di Doom (2016), kamu bebas pakai senjata apa aja. Tapi di Eternal, kamu harus milih senjata yang tepat dan amunisi lebih terbatas. Tempo permainannya juga lebih cepat.” Jadi, siap-siap aja buat mikir taktis sambil lari-larian.

Alternatif Shooter Selain Doom?

Selain Doom, ada juga beberapa game shooter lain yang direkomendasikan di thread yang sama, seperti Sniper Elite 4, Returnal, dan seri Wolfenstein. Nah, Wolfenstein ini rekomendasi yang bagus, apalagi udah ada empat game reboot-nya. Secara DNA, ada kemiripan sama Doom juga.

Wolfenstein ini ibarat sepupu jauhnya Doom. Sama-sama FPS, sama-sama brutal, tapi settingnya beda. Kalau Doom ngelawan setan di neraka, Wolfenstein ngelawan Nazi di dunia alternatif. Sama-sama bikin adrenalin naik, tapi dengan cita rasa yang berbeda.

Buat yang belum tahu, Returnal itu game roguelike shooter yang sadisnya minta ampun. Sekali mati, balik lagi dari awal. Tapi justru itu yang bikin nagih. Ibarat belajar naik sepeda, jatuh bangun terus sampai akhirnya bisa.

Sementara Sniper Elite 4 cocok buat kamu yang suka main diem-diem sambil ngincer kepala musuh dari jauh. Ada kepuasan tersendiri pas ngeliat peluru nembus tengkorak musuh dengan slow motion. Agak sadis sih, tapi ya namanya juga game.

Filosofi Doom: Lebih dari Sekadar Tembak-Tembakan

Sebenarnya, Doom itu lebih dari sekadar game tembak-tembakan. Ada filosofi mendalam di baliknya. Tentang perlawanan terhadap kejahatan, tentang keberanian menghadapi ketakutan, dan tentang pentingnya shotgun dalam menyelesaikan masalah.

Oke, mungkin yang terakhir itu agak berlebihan. Tapi intinya, Doom itu game yang bisa bikin kamu lupa sama masalah dunia. Cukup ambil shotgun, berantas semua setan yang ada, dan rasakan kepuasan yang hakiki.

Grafis boleh jadul, gameplay boleh sederhana, tapi Doom punya daya tarik yang abadi. Seperti halnya cinta pertama, sulit dilupakan dan selalu bikin kangen. Jadi, tunggu apa lagi? Langganan PlayStation Plus, download Doom, dan jadilah Doom Slayer sejati!

Kalau dipikir-pikir, Doom itu kayak metafora kehidupan. Kadang kita harus menghadapi masalah yang berat, seperti setan-setan yang siap menerkam. Tapi dengan senjata yang tepat (baca: skill dan pengetahuan), kita bisa mengatasi semuanya. Asal jangan lupa bawa shotgun, eh, maksudnya jangan lupa berdoa.

Jadi, apakah Doom masih worth it di 2025? Jawabannya: sangat! Game ini bukan cuma hiburan, tapi juga terapi jiwa. Siap-siap aja buat ketagihan dan lupa waktu. Tapi ingat, jangan sampai lupa makan dan tidur ya. Nanti malah jadi zombie beneran.

Previous Post

Scout Moot Kolombia: Ribuan Rover Amerika Latin Bersatu untuk Perdamaian

Next Post

Anbernic RG DS: Harga Terjangkau, Spek Kurang Nampol untuk 3DS?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *