Siap-siap, para penikmat musik! Ternyata, harta karun Pangeran yang legendaris itu bukan cuma dongeng. Sebuah rekaman baru, berjudul “With This Tear,” baru saja merobek kesunyian dari gudang musik sang ikon, Pangeran, melalui NPG Records dan Legacy Recordings. Ini bukan sekadar rilis biasa; ini adalah sebuah bisikan dari masa lalu, sebuah bukti bahwa pundi-pundi kreativitas sang musisi legendaris masih terus menyimpan kejutan yang memukau.
Di balik balutan ballad yang lembut dan didominasi alunan piano ini, terdapat sentuhan magis sang Pangeran sendiri. Beliau tidak hanya menciptakan melodi, tetapi juga memproduseri dan memainkan seluruh instrumen dalam tembang yang direkam di Paisley Park pada November 1991. Lagu ini lantas menjalani proses mixing dan mastering ulang oleh Chris James, seorang insinyur dan produser peraih nominasi Grammy yang juga pernah terlibat dalam proyek-proyek Pangeran sebelumnya seperti HITnRUN Phase Two, Art Official Age, dan Plectrumelectrum. Proses remastering ini memastikan bahwa kualitas audio terkini menghidupkan kembali nuansa otentik dari rekaman klasik tersebut, seolah Pangeran baru saja menyelesaikannya kemarin.
Sebuah Langkah Awal Menuju Gerbang Harta Karun
Rilisan single “With This Tear” ini menandai titik awal dari serangkaian rekaman yang sebelumnya tak pernah terdengar, yang nantinya akan tersusun rapi dalam sebuah album baru dari gudang Pangeran, sesuai dengan pernyataan resmi dari pihak warisan sang seniman. Ini memberikan sinyal kuat bahwa periode Pangeran yang tak terjamah kini perlahan namun pasti mulai dibuka untuk publik. Ekspektasi pun terbangun; apa lagi yang tersembunyi di balik dinding Paisley Park yang penuh misteri?
Peluncuran “With This Tear” bertepatan sehari sebelum peringatan 10 tahun wafatnya sang musisi, yang juga dibarengi dengan berbagai acara di kediaman dan studio rekaman ikoniknya, Paisley Park, yang berlokasi di pinggiran Minneapolis. Momentum ini seolah menjadi penghormatan ganda: merilis karya baru sekaligus mengenang sosok jenius yang telah tiada. Keterkaitan waktu ini jelas bukan sebuah kebetulan, melainkan sebuah strategi yang dirancang untuk membangkitkan gelombang nostalgia dan apresiasi terhadap warisan Pangeran.
Bagi para pendengar setia, komposisi “With This Tear” ini sebenarnya bukanlah sebuah entitas yang benar-benar asing. Jauh sebelum dirilis sebagai karya solo Pangeran, sang maestro pernah menawarkan lagu ini kepada penyanyi Celine Dion. Dion pun menyambut baik tawaran tersebut, merekam versinya sendiri, dan merilisnya dalam album self-titled-nya pada tahun 1992. Pengalaman ini menunjukkan betapa Pangeran memiliki visi artistik yang luas, mampu menciptakan karya yang melintasi batas genre dan vokal.
Panggung Perayaan dan Kilas Balik Legenda
Memasuki bulan Juni, pihak warisan Pangeran akan menggelar sebuah perayaan akbar yang didedikasikan untuk mengenang sang musisi. Acara ini akan dimeriahkan oleh sebuah konser yang akan menampilkan para anggota band Pangeran, beserta musisi-musisi ternama lainnya. Nama-nama besar seperti Chaka Khan, Morris Day, Tevin Campbell, Sounds of Blackness, Cassandra O’Neal, dan Bobby Z dipastikan akan turut memeriahkan panggung. Informasi lebih lanjut dan tiket untuk “10th Anniversary Celebration of Life” Pangeran dapat diakses melalui situs web resmi acara. Ini adalah kesempatan emas bagi penggemar untuk merasakan kembali energi dan semangat Pangeran melalui penampilan musisi-musisi yang pernah berkolaborasi dengannya.
Dalam sebuah kesempatan yang cukup menggelitik, drummer Bobby Z baru-baru ini membagikan sebuah cerita anekdot yang menggambarkan betapa Pangeran sangat menjaga privasinya. Dikisahkan bahwa Pangeran tidak mengizinkan tamu kehormatannya, yakni Madonna atau Bruce Springsteen, untuk menggunakan kamar mandi pribadinya. Insiden ini, meskipun terkesan sepele, secara jenaka menyoroti betapa tinggi status dan selera Pangeran dalam hierarki musikal, seolah menunjukkan bahwa bahkan hal terkecil pun harus sesuai dengan standar keagungannya.
Posisi Tak Tergoyahkan dalam Lanskap Musik
Reputasi Pangeran sebagai salah satu musisi terhebat sepanjang masa tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti dengan penempatannya dalam daftar Consequence mengenai gitaris terbaik sepanjang masa. Keterampilan virtuoso dan inovasinya dalam bermain gitar telah mengukuhkannya sebagai sosok yang tak tergantikan. Lebih dari itu, album ikoniknya, Purple Rain, pernah dinobatkan sebagai album terbaik sepanjang masa oleh publikasi yang sama, sebuah pengakuan yang menegaskan dampak monumental Pangeran terhadap industri musik global.
Rilisan “With This Tear” ini bukan sekadar pengobat rindu bagi para penggemar, tetapi juga sebuah pengingat akan kedalaman katalog musik Pangeran yang masih menyimpan banyak permata tersembunyi. Setiap rekaman yang berhasil digali dari gudang tersebut berpotensi membuka kembali babak baru dalam apresiasi terhadap warisan artistiknya. Ini adalah momen penting bagi para kolektor dan pencinta musik untuk menambahkan karya langka ini ke dalam koleksi mereka, sekaligus turut serta dalam perayaan warisan abadi Pangeran.
Artwork Single “With This Tear”:



