Bayangkan begini: Dulu, kakek-nenek kita rebutan radio buat dengerin siaran bola. Sekarang, para legenda rock dunia rebutan studio rekaman buat reuni band. Ironisnya, yang satu bikin stadion penuh gegap gempita, yang satu lagi malah bikin hotel penuh… kekacauan. Ya, begitulah kira-kira kabar terbaru dari dunia permusikan.
Reuni The Faces: Antara Nostalgia dan Tagihan Listrik
Ronnie Wood, gitaris Rolling Stones yang legendaris itu, baru saja membocorkan sedikit rahasia dapur rekaman. Katanya, dia dan Sir Rod Stewart sedang asyik menggarap materi lawas The Faces, band yang pernah berjaya di era 70-an. Sebuah reuni? Mungkin saja. Tapi di dunia musik, “mungkin” itu sama misteriusnya dengan isi dompet tanggal tua.
The Faces, bagi yang belum tahu, adalah band yang lahir dari rahim Small Faces setelah ditinggal Steve Marriott. Mereka sempat mencetak hits seperti “Stay With Me,” lagu yang belakangan dibawakan lagi oleh Wood dan Stewart di Glastonbury. Nostalgia memang candu, tapi apakah kali ini cukup kuat untuk membangkitkan The Faces dari kubur?
Masalahnya, menyatukan kembali band lawas itu seperti menyusun puzzle yang kepingannya sudah tercecer di berbagai dimensi waktu. Ronnie Wood sendiri mengakui bahwa menyelaraskan jadwal mereka adalah tantangan tersendiri. Maklum, namanya juga legenda, kesibukannya pasti lebih padat dari jadwal kampanye politik.
Namun, ada satu hal yang pasti berubah sejak The Faces berjaya: Rod Stewart kini anti amplifier di atas panggung. Mungkin beliau sudah lelah dengan kebisingan atau mungkin juga khawatir tagihan listrik membengkak. Siapa tahu?
Dari Panggung Glastonbury ke Hotel Bintang (Minus) Lima
Selain soal reuni The Faces, Ronnie Wood juga berbagi cerita-cerita liar masa lalu. Salah satunya adalah kisah bagaimana bandnya dulu dibanned dari jaringan hotel Holiday Inn. Gara-garanya sepele: mereka terlalu “kreatif” dalam mendekorasi kamar hotel.
Bayangkan, para rockstar itu dengan santainya memindahkan semua perabotan kamar ke koridor, lengkap dengan lukisan dan sandal. Alhasil, koridor hotel mendadak berubah jadi ruang tamu dadakan. Tentu saja, pihak hotel tidak terima. Jadilah The Faces sebagai persona non grata di Holiday Inn.
Lucunya, para musisi ini tidak kehabisan akal. Mereka kemudian menggunakan nama samaran “Fleetwood Mac” untuk memesan kamar hotel. Sebuah taktik yang cerdik sekaligus ironis, mengingat Fleetwood Mac sendiri punya reputasi yang tidak kalah liar di dunia musik.
Insiden puncak terjadi di Detroit. Seorang resepsionis bernama Ramona melaporkan kelakuan The Faces ke polisi. Sejak saat itu, para personel The Faces terpaksa hidup nomaden dari satu hotel ke hotel lain, dengan identitas palsu dan perabotan yang tetap rapi di dalam kamar.
Standar Musik Semakin Tinggi: Apakah Rockstar Harus Jadi Lebih Waras?
Di tengah hiruk pikuk nostalgia dan kenakalan masa lalu, Ronnie Wood juga menyinggung soal perkembangan dunia musik saat ini. Menurutnya, standar musik semakin tinggi. Para musisi terus berlomba-lomba menciptakan karya yang lebih inovatif dan berkualitas.
Sebagai bukti, Rolling Stones sendiri baru saja merilis album baru berjudul “Hackney Diamonds” pada tahun 2023. Sebuah album yang konon katanya sangat menjanjikan dan membuat Wood semakin bersemangat untuk terus berkarya.
Namun, ada satu hal yang berubah dalam diri Ronnie Wood: dia kini bebas dari narkoba dan alkohol. Setelah berjuang selama bertahun-tahun, akhirnya dia berhasil lepas dari jeratan adiksi. Sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol, mengingat dunia rock ‘n’ roll identik dengan gaya hidup yang serba bebas dan tanpa batas.
Wood mengakui bahwa proses pemulihan dirinya tidaklah mudah. Dia membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, termasuk Mick Jagger. Sebuah sentuhan di bahu dan kata-kata penyemangat dari sang vokalis ternyata sangat berarti baginya.
Reuni The Faces: Akankah Terjadi atau Sekadar Mimpi di Siang Bolong?
Lantas, bagaimana dengan reuni The Faces? Apakah proyek ini akan benar-benar terwujud atau hanya menjadi angan-angan belaka? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, Ronnie Wood dan Rod Stewart sudah mulai mencicil materi lawas mereka. Tinggal bagaimana menyatukan jadwal dan visi mereka.
Satu hal yang pasti, reuni The Faces akan menjadi oase nostalgia bagi para penggemar musik rock era 70-an. Sebuah kesempatan untuk menyaksikan kembali aksi panggung para legenda yang pernah mengguncang dunia. Tapi, jangan berharap mereka akan melempar TV dari jendela hotel lagi. Era itu sudah lewat.


