Sebuah krisis eksistensial yang mengancam integritas usia senja baru saja diungkapkan, dan sumbernya sungguh mengejutkan: sayuran hijau. Legenda musik Ringo Starr, penggebuk drum kawakan The Beatles, membeberkan resep rahasianya untuk menunda pelapukan biologis, dan klaimnya bukanlah pil ajaib atau ritual mistis, melainkan konsumsi brokoli yang masif. “Semua hal baik tentang saya, saya salahkan brokoli,” ujarnya, menyoroti mantra terbarunya yang menggabungkan perdamaian, cinta, dan sayuran cruciferous.
Brokoli: Perisai Performa Sang Legenda
Sang musisi, yang akan merayakan ulang tahun ke-86 pada bulan Juli, tengah mempersiapkan album solo ke-22, ‘Long Long Road’. Proyek ini menampilkan kolaborasi dengan talenta seperti St. Vincent, Sheryl Crow, dan Billy Strings, dijadwalkan rilis 24 April. Namun, jauh sebelum meluncurkan karya terbarunya, Starr tampaknya telah menemukan formula untuk menjaga vitalitasnya di dunia musik yang tak kenal lelah. Wawancara dengan Rolling Stone mengungkap rahasia di balik stamina rekamannya yang konsisten dan jadwal tur yang padat.
Jawaban Starr atas pertanyaan mengenai sumber energinya sungguh sederhana namun provokatif: “Ya, harus makan lebih banyak brokoli.” Pernyataan ini, yang diucapkannya dengan keyakinan tak tergoyahkan, menjadi semacam slogan pribadi. Ia kemudian melanjutkannya dengan sentuhan khasnya, “Jadi sekarang saya berkata, ‘perdamaian dan cinta dan brokoli.'” Sungguh sebuah evolusi dari slogan ikonik yang telah menemani generasi.
Dalam kesempatan sebelumnya, Starr sempat menggemparkan publik dengan pengakuannya yang mengejutkan tentang kebiasaan makannya yang unik. Saat tampil di acara Jimmy Kimmel Live tahun lalu, ia mengkonfirmasi rumor bahwa dirinya belum pernah mencicipi pizza. Namun, gasps audiens semakin keras ketika ia menambahkan, “atau kari.” Pengakuan ini, bagi sebagian orang, mungkin sama mengejutkannya dengan mendapati John Lennon menyukai masakan Padang.
Diet Ketat: Pencegahan Alergi Melampaui Konvensi
Penjelasannya atas kebiasaan makannya yang selektif berakar pada masalah kesehatan yang serius. Starr mengungkapkan bahwa dirinya “alergi terhadap beberapa item,” yang membuat upaya mencoba hidangan seperti pizza dan kari menjadi pertaruhan yang terlalu berisiko. “Kamu tidak tahu apa isinya,” keluhnya, merujuk pada ketidakpastian komposisi kuliner modern. Keputusan untuk menjaga jarak dari makanan yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi adalah bentuk disiplin diri yang ketat demi menghindari dampak kesehatan yang langsung dan parah.
Keputusan ini bukan sekadar tren diet sesaat, melainkan sebuah strategi pencegahan yang dipraktikkan secara konsisten. Bagi Starr, konsumsi makanan yang tidak diketahui kandungannya berpotensi memicu gangguan fisik yang merugikan performanya. Ketaatannya pada pola makan yang aman adalah kunci untuk menjaga kondisinya agar tetap prima, baik saat berada di studio rekaman maupun di atas panggung. Ini adalah pendekatan pragmatis untuk menavigasi kompleksitas kehidupan modern dengan kesadaran akan batasan tubuh.
‘Long Long Road’: Perjalanan Musikal dengan Sentuhan Klasik
Perjalanan musikal Starr terus bergulir dengan peluncuran album barunya, ‘Long Long Road’. Single pertama dari album ini, ‘It’s Been Too Long’, yang diciptakan bersama T-Bone Burnett, telah dirilis bulan lalu. Burnett juga berperan sebagai produser untuk seluruh rekaman, sebuah kolaborasi yang terjalin erat setelah kesuksesan album ‘Look Up’ tahun lalu. Kehadiran Burnett di sisi Starr bukan hanya soal produksi, melainkan sebuah sinergi artistik yang mendalam.
Starr mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran T-Bone Burnett dalam proyek terbarunya. “Saya diberkati memiliki T Bone dalam hidup saya saat ini dan bekerja dengan saya dalam rekaman ini,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa album ini seolah muncul begitu saja setelah kesuksesan album sebelumnya. Pengakuan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang tepat dalam membentuk arah artistik. Pemilihan T-Bone Burnett untuk ‘Look Up’ terbukti menjadi langkah yang tepat, yang kini berlanjut pada ‘Long Long Road’, sebuah judul yang merefleksikan perjalanan panjang sang musisi.
Perjalanan ‘Long Long Road’ tidak hanya terbatas pada studio rekaman. Starr dijadwalkan menggelar tur di Amerika Serikat musim panas ini, mencakup 12 tanggal pertunjukan di bulan Mei dan Juni. Tur ini akan dimulai di Temecula, California pada 28 Mei dan berakhir di Greek Theatre, Los Angeles pada 14 Juni. Jadwal lengkap tur dapat ditemukan melalui tautan yang disediakan, memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk menyaksikan langsung aksi panggung legenda ini.
Ekspansi Visual: Biopik The Beatles Mengisi Layar Lebar
Dunia musik dan layar lebar akan bersinggungan melalui kuartet biopik The Beatles yang akan datang. Ringo Starr akan diperankan oleh Barry Keoghan, aktor yang dikenal dengan penampilannya yang memukau. Sementara itu, Mia McKenna-Bruce, yang namanya mulai dikenal melalui film How To Have Sex, akan memerankan Maureen Starkey, istri Ringo. Proyek ini menjanjikan pandangan mendalam ke dalam kehidupan para ikon musik.
Casting untuk karakter anggota The Beatles lainnya juga telah dikonfirmasi, menambah antisipasi terhadap serial biopik ini. Paul Mescal akan mengambil peran sebagai Paul McCartney, Harris Dickinson sebagai John Lennon, dan Joseph Quinn sebagai George Harrison. Transformasi para aktor ini menjadi anggota Fab Four yang legendaris telah dinanti oleh para penggemar musik dan film, dengan harapan dapat menangkap esensi karisma dan bakat mereka.
Barry Keoghan sendiri telah berbagi pengalamannya dalam mempersiapkan peran sebagai Ringo Starr. Ia mengungkapkan rasa gugup saat bertemu langsung dengan sang drummer. “Saat berbicara dengannya, saya tidak bisa menatapnya. Saya gugup, seperti sekarang,” tuturnya. Namun, Keoghan juga menekankan pesan dukungan dari Starr: “Dia seperti, ‘Kamu boleh menatapku.’ Tugas saya adalah mengamati dan menyerap gerak-gerik serta mempelajarinya.” Keinginan Keoghan untuk menghidupkan karakter Starr dengan sisi emosional yang mendalam, bukan sekadar imitasi, menjadi janji akan sebuah portrayalan yang otentik dan menyentuh.


