Roger Dubuis, nama yang mungkin langsung memunculkan gambaran jam tangan sangar dengan mesin terbuka dan tourbillon yang bikin kepala pusing—bukan karena keren, tapi karena harganya. Tapi, tahu nggak sih, kalau Roger Dubuis *dulu* nggak begini-begini amat? Dulu, jam tangannya lebih kalem, lebih klasik, nggak bikin mata tetangga julid. Nah, di ulang tahunnya yang ke-30 ini, Roger Dubuis kayak lagi nostalgia, bikin jam tangan yang balikin memori ke masa lalu. Kayak band metal yang tiba-tiba rilis album akustik—kaget, tapi penasaran!
Kilasan Balik Sejarah yang (Nggak) Singkat
Oke, sebelum kita nyemplung lebih dalam ke jam tangan baru ini, mari kita sedikit *throwback* ke masa lalu Roger Dubuis. Nggak usah khawatir, ini bukan pelajaran sejarah yang bikin ngantuk. Anggap aja lagi nonton *recap* sebelum mulai maraton serial favorit. Roger Dubuis memulai karirnya di Longines, lalu pindah ke Patek Philippe selama hampir dua dekade. Bayangin, dari benerin jam jadul sampai bikin modul buat merek-merek mewah. Kayak *upgrade* level di game RPG.
Singkat cerita, tahun 1995, Roger Dubuis mendirikan merek jam tangannya sendiri bareng Carlos Dias. Awalnya, jam tangannya terinspirasi dari *stopwatch* klasik Patek, ditenagai mesin Lemania yang diputar manual. Terus, muncul seri Sympathie yang lebih orisinal. Pabrik Roger Dubuis di Geneva berdiri, dan tahun 1999, mereka mulai bikin mesin sendiri. Di tahun 2005, lahirlah Excalibur, yang mengubah total wajah merek ini. Richemont Group lalu mengakuisisi sebagian sahamnya di tahun 2008. Sayangnya, Mister Dubuis meninggal dunia di tahun 2017. Sejarah yang cukup panjang untuk sebuah merek jam tangan, bukan?
Roger Dubuis Hommage La Placide: Balik Kampung Halaman?
Inilah dia, Hommage La Placide. Sebuah jam tangan yang kayaknya pengen ngingetin kita sama Roger Dubuis sebelum era Excalibur yang penuh distorsi. Kombinasi antara komponen orisinal dan yang dibuat ulang, mesin otomatis *in-house* pertama merek ini dengan modul *QP* (Perpetual Calendar), serta desain dan dimensi yang lebih kalem. Edisi terbatas ini dibuat buat ngerayain ulang tahun merek ini yang ke-30, dan namanya diambil dari julukan masa kecil Roger Dubuis, *placide*, yang artinya tenang dan lembut. Kontras banget sama jam tangan Roger Dubuis yang kita kenal sekarang, kayak Bumi dan langit.
Desain yang Bikin Pangling: Dari Sangar ke Kalem
Mari kita bahas desainnya. Kalau biasanya Roger Dubuis itu penuh sudut tajam dan kesan futuristik, Hommage La Placide ini justru hadir dengan desain yang lebih moderat. Casing bulat klasik dari *rose gold* berdiameter 38mm dan tebal 11mm. Dipoles dengan sisi yang disikat, bezel yang halus, dan bevel yang dipoles. Tenang dan konservatif, bahkan cenderung membosankan kalau dibandingkan sama model-model Roger Dubuis lainnya. Tapi, justru di sinilah letak daya tariknya. Kayak dengerin lagu *slow* setelah jedag-jedug semalaman—menenangkan!
Biretrograde Display: Tetap Ada Sentuhan RD
Meski desainnya lebih kalem, tapi dial jam tangan ini tetap punya ciri khas Roger Dubuis, yaitu *Biretrograde display* untuk kalender perpetual. Pelat utama berwarna biru yang dipernis dilengkapi dengan *flange* yang disikat melingkar dan segmen kalender dari *mother-of-pearl* untuk indikasi retrograde hari dan tanggal. Bulan dan tahun kabisat di posisi jam 12 dan bulan di posisi jam 6 juga menggunakan *MoP* dengan sentuhan yang lebih mewah, dan bulan emas bertengger di atas cakram aventurine. Tampilan kalender perpetual ini dimungkinkan berkat modul *RD72*, yang pertama kali digunakan di tahun 1999. Walaupun menggunakan basis teknis yang sudah dikenal, pelat utama, jembatan besar, dan 50% komponen, seperti tuas, pegas, roda, dan pinion, harus dibuat ulang.
Mesin yang Direstorasi: Jantung yang Berdetak Kembali
Modul ini dipadukan dengan kaliber dasar *RD14*, mesin otomatis *in-house* pertama merek ini (diluncurkan tahun 2004), menjadi kaliber Hommage 1472. Mesin-mesin lama ini telah direstorasi dan diperiksa secara menyeluruh, menjalani tes kontrol kualitas dan diagnostik lengkap. Mesin yang halus ini, dengan regulator leher angsa dan pegas keseimbangan Roger Dubuis orisinal, telah ditingkatkan dengan perhitungan ulang lengkap kereta roda gigi untuk kinerja yang lebih baik. Rotor emas yang baru dibuat memutar mesin 4Hz ini dengan cadangan daya 48 jam. Bersertifikasi standar Poinçon de Genève saat ini (sekarang dilakukan pada seluruh jam tangan) dan menampilkan 15 teknik dekorasi.
Hommage La Placide: Lebih dari Sekadar Jam Tangan
Roger Dubuis Hommage La Placide Perpetual Calendar hadir dalam edisi terbatas 28 buah, dikenakan pada tali kulit anak sapi berwarna biru dengan gesper lipat tiga. Harganya? EUR 115,000 (belum termasuk pajak). Buat sebagian besar dari kita, harga segini mungkin setara sama harga rumah atau mobil impian. Tapi, buat kolektor jam tangan, Hommage La Placide ini bukan sekadar jam tangan, tapi juga investasi dan karya seni.
Harga yang Bikin Dompet Menangis: *Worth It*?
Dengan harga sekitar 1,9 Miliar Rupiah (belum termasuk pajak!), jam ini jelas bukan buat semua orang. Pertanyaannya, apakah jam ini *worth it*? Jawabannya tergantung. Kalau kamu adalah kolektor jam tangan yang menghargai sejarah dan inovasi, serta punya dana tak terbatas, maka jam ini mungkin layak untuk dikoleksi. Tapi, kalau kamu adalah orang biasa yang pengen beli jam tangan buat ngasih tahu waktu, maka ada banyak pilihan lain yang lebih terjangkau.
Kembali ke Akar: Strategi yang Cerdas?
Keputusan Roger Dubuis untuk kembali ke akarnya dengan merilis Hommage La Placide ini bisa dibilang sebagai strategi yang cerdas. Di tengah persaingan pasar jam tangan mewah yang semakin ketat, merek ini mencoba untuk menarik perhatian kolektor dan penggemar jam tangan yang merindukan desain klasik dan elegan. Selain itu, langkah ini juga bisa jadi cara untuk menghormati warisan Roger Dubuis sebagai pendiri merek ini.
Roger Dubuis: Antara Kontroversi dan Inovasi
Roger Dubuis memang dikenal sebagai merek jam tangan yang kontroversial. Desainnya yang berani dan futuristik seringkali memicu perdebatan di kalangan penggemar jam tangan. Ada yang suka, ada juga yang benci. Tapi, di balik kontroversi itu, Roger Dubuis juga dikenal sebagai merek yang inovatif. Merek ini seringkali menggunakan material dan teknologi baru dalam pembuatan jam tangannya, serta berkolaborasi dengan seniman dan desainer terkenal.
Masa Depan Roger Dubuis: Akankah Terus Berinovasi?
Dengan dirilisnya Hommage La Placide, muncul pertanyaan tentang masa depan Roger Dubuis. Akankah merek ini terus berinovasi dengan desain-desain yang berani dan futuristik, atau justru kembali ke desain klasik dan elegan? Atau mungkin, merek ini akan mencoba untuk menggabungkan kedua elemen tersebut dalam jam tangan-jam tangan berikutnya? Waktu yang akan menjawab.
Bukan Sekadar Jam Tangan: Simbol Status dan Ekspresi Diri
Pada akhirnya, jam tangan mewah seperti Roger Dubuis Hommage La Placide bukan sekadar alat untuk memberi tahu waktu. Jam tangan ini adalah simbol status, ekspresi diri, dan karya seni yang bisa dinikmati dan dikoleksi. Buat sebagian orang, jam tangan ini adalah investasi yang bisa memberikan keuntungan di masa depan. Tapi, buat sebagian orang lainnya, jam tangan ini adalah *passion* yang nggak bisa dinilai dengan uang.
Jam Tangan: Lebih Penting dari Sekadar Waktu?
Di era digital ini, ketika waktu bisa dilihat di mana saja—dari *smartphone* sampai *smartwatch*—pertanyaan tentang pentingnya jam tangan analog mungkin muncul. Tapi, buat sebagian orang, jam tangan analog punya daya tarik tersendiri yang nggak bisa digantikan oleh teknologi digital. Jam tangan analog adalah warisan budaya, simbol keahlian dan ketelitian, serta objek yang bisa diwariskan dari generasi ke generasi. Jadi, jam tangan itu penting, tapi *lebih* dari sekadar menunjukkan waktu?
Jadi, Roger Dubuis Hommage La Placide ini bukan cuma jam tangan biasa. Ini adalah perayaan sejarah, inovasi, dan warisan. Dan, tentu saja, sebuah pengingat bahwa kadang-kadang, melihat ke belakang bisa jadi langkah terbaik untuk maju ke depan.


