Ternyata, Rolls-Royce bukan cuma tentang mobil mewah yang bikin geleng-geleng kepala melihat harganya; mesin jet mereka juga bikin dompet bergoyang kencang, tapi kali ini berkat performa yang bikin para analis finansial tepuk tangan. Laporan awal tahun ini datang bak badai yang mengguncang ketenangan pasar, tapi justru membawa angin segar berupa profit yang melambung tinggi. Di tengah segala drama geopolitik yang bikin pusing tujuh keliling, perusahaan ini malah santai saja dengan proyeksi profit operasional sebesar £4.0 miliar hingga £4.2 miliar dan arus kas bebas di kisaran £3.6 miliar hingga £3.8 miliar untuk tahun 2026. Kok bisa? Ternyata, kunci utamanya ada di portofolio bisnis yang kokoh macam benteng pertahanan dan manuver strategis yang gesit bak pesulap.
Mesin Jet Rolls-Royce: Semakin Bertenaga, Semakin Menguntungkan
Bayangkan sebuah armada pesawat widebody yang terus bertambah, usianya masih muda, dan pertumbuhannya melampaui rata-rata pasar. Itu dia skenario indah yang sedang dinikmati oleh divisi Civil Aerospace. Bukan cuma itu, sektor business aviation, Defence, dan Power Systems juga menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dengan prospek pertumbuhan yang bikin mata berbinar. Ini bukan sekadar omong kosong, buktinya, jam terbang mesin (engine flying hours – EFH) untuk pesawat besar saja sudah meroket 5% menjadi 115% dari level 2019 di kuartal pertama. Angka ini diprediksi akan terus merangkak naik hingga 115%-120% di akhir tahun 2026.
Apa yang membuat mesin-mesin ini begitu perkasa? Ternyata, jam terbang mesin maskapai Timur Tengah sudah pulih sepenuhnya, bahkan untuk mesin Trent XWB yang sempat terdampak konflik. Di wilayah lain, pertumbuhan EFH juga stabil, berkat gesitrejekasi kapasitas dan perbaikan performa operasional yang membuat pesawat jarang sekali terpaksa Aircraft on Ground (AOG). Kabar baiknya lagi, sebagian besar pengurangan kapasitas maskapai yang didorong oleh faktor ekonomi ternyata hanya berdampak pada pesawat narrowbody. Sementara itu, mesin Trent 700 tetap menjadi primadona di platform Airbus A330ceo berkat efisiensi bahan bakarnya, dengan mayoritas armada sudah terikat kontrak hingga dekade 2030-an.
Momentum operasional yang positif ini nggak main-main. Pengiriman mesin besar (Original Equipment – OE) melonjak 18% di kuartal pertama, dan angka ini diprediksi tidak akan berubah untuk keseluruhan tahun. Kunjungan bengkel (shop visits) untuk mesin besar juga naik 12%. Dengan model bisnis yang berfokus pada layanan total, perusahaan bisa merencanakan kunjungan bengkel dengan lebih baik, sehingga konflik di Timur Tengah tidak serta-merta mengganggu jadwal kunjungan bengkel untuk tahun 2026 dan 2027. Angka AOG sendiri berhasil ditekan hingga level satu digit di akhir April, sebuah pencapaian luar biasa di industri ini, dengan target nol AOG di paruh kedua tahun ini.
Pesanan Menggunung, Inovasi Tak Henti
Permintaan pesawat widebody baru? Masih kokoh berdiri. Rolls-Royce berhasil mengamankan pesanan signifikan, termasuk 40 mesin Trent XWB-97 untuk Atlas Worldwide yang akan memberdayakan 20 pesawat kargo A350F, serta 30 mesin Trent XWB-84 EP dan 32 mesin Trent 7000 untuk Delta Air Lines. Nggak cuma itu, pesanan delapan pesawat Boeing 787 dengan mesin Trent 1000 XE di bulan April menjadi bukti nyata bahwa investasi berkelanjutan pada peningkatan durabilitas telah membuat mesin ini kembali kompetitif dan mampu memenangkan hati pelanggan, sambil terus didukung oleh layanan purna jual yang prima.
Program time on wing juga berjalan sesuai rencana. Setelah fase kedua peningkatan bilah High-Pressure Turbine (HPT) untuk Trent 1000 dan Trent 7000 tersertifikasi di akhir tahun lalu, bilah baru tersebut mulai dipasang pada pengiriman OE dan saat kunjungan bengkel. Lebih dari sepertiga armada operasional Trent 1000 TEN kini telah ditingkatkan dengan bilah HPT yang lebih baik, mencapai standar durabilitas Trent 1000 XE yang ditingkatkan. Kapasitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) juga terus dikembangkan. Di Istanbul, Turkish Technic mulai membangun pusat perawatan independen canggih yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2027, mampu menangani hingga 200 kunjungan bengkel per tahun.
Defence dan Power Systems: Tahan Banting di Segala Medan
Di divisi Defence, awal tahun yang kuat didorong oleh peningkatan kinerja purna jual dan lonjakan pengiriman OE lebih dari 20% secara tahunan. Permintaan tetap tinggi, baik untuk program yang sudah matang maupun yang baru. Kemampuan Rolls-Royce dalam propulsi pesawat otonom generasi mendatang terbukti dengan penerbangan perdana pesawat pengisian bahan bakar otonom MQ-25 milik Angkatan Laut AS pada bulan April, yang ditenagai oleh mesin AE 3007. Di bulan yang sama, Rolls-Royce, sebagai mitra utama dalam konsorsium EUROJET, menerima pesanan mesin EJ200 untuk 20 unit Eurofighter Typhoon baru milik Turki. Bulan April juga menyaksikan pemilihan turbin gas laut MT30 untuk memperkuat hingga 11 kapal fregat serbaguna baru Angkatan Laut Australia, guna meningkatkan kapabilitas perang bawah laut dan pertahanan udara.
Untuk program masa depan, pengujian mesin untuk Cheyenne II MV-75 Angkatan Darat AS berjalan lancar, dengan uji ketahanan dan ketinggian sesuai jadwal tahun ini, sejalan dengan percepatan lini produksi. Pada bulan Maret, kolaborasi erat dengan Boeing dalam tahap tinjauan desain kritis untuk B-52 Angkatan Udara AS, yang akan dilengkapi kembali dengan mesin F-130, menunjukkan komitmen jangka panjang.
Power Systems juga mengawali tahun dengan performa impresif, terutama di sektor pembangkit listrik yang didominasi oleh pusat data dan sektor pemerintahan. Permintaan tinggi, dengan pesanan pembangkit listrik tenaga gas dan diesel di kuartal pertama melonjak sekitar 50% dibanding tahun lalu, diikuti oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat. Bulan Maret mencetak rekor pesanan baru. Akibatnya, order backlog Power Systems mencapai £7.3 miliar pada 31 Maret. Di bulan Januari, diumumkan pasokan 350 mesin mtu Seri 199 yang ditingkatkan untuk kendaraan lapis baja Boxer baru bagi Angkatan Bersenjata Jerman dan pelanggan internasional lainnya. Bulan Maret juga menyaksikan pesanan sekitar 200 mtu PowerPacks kompak untuk pengangkut personel lapis baja Puma milik Bundeswehr, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan raksasa teknologi pertahanan Polandia, Polska Grupa Zbrojeniowa S.A. (PGZ), untuk layanan mesin mtu yang digunakan angkatan bersenjata Polandia. Masih di bulan Maret, Power Systems menjalin kontrak dengan Voltaria Helios Energy Storage untuk membangun fasilitas penyimpanan energi baterai berskala besar di Skotlandia.
Rolls-Royce SMR: Energi Nuklir Masa Depan Mulai Terwujud
Di lini Rolls-Royce SMR, April menandai finalisasi kontrak dengan GBE-N untuk memasok tiga reaktor modular kecil (SMR) di Anglesey, Wales. Kesepakatan komersial dengan ČEZ Group juga telah ditandatangani, memungkinkan pengembangan lokasi Temelin untuk SMR pertama dari total enam unit di Republik Ceko. Kedua kontrak ini kini telah memasuki fase eksekusi, dan diperkirakan akan mulai menghasilkan pendapatan serta keuntungan pada tahun ini. Rolls-Royce SMR menempatkan diri sebagai satu-satunya perusahaan dengan komitmen kontrak berganda untuk pengiriman unit SMR di Eropa, dan berpotensi besar menjadi pemimpin pasar global di sektor ini.
Kondisi neraca keuangan perusahaan tetap kuat, dan lembaga pemeringkat kredit mengakui kemajuan yang dicapai. Moody’s dan Fitch bahkan telah menaikkan peringkat kredit menjadi A3 dan A- dengan pandangan stabil. Di bulan Februari, pembayaran kembali obligasi senilai €750 juta berhasil dilakukan dari arus kas bebas. Upaya pembelian kembali saham senilai £2.5 miliar dari total £7 miliar-£9 miliar yang dialokasikan untuk periode 2026-2028 juga berjalan baik, dengan lebih dari £750 juta telah direalisasikan hingga saat ini. Laporan paruh tahun 2026 akan diumumkan pada 30 Juli 2026, sebuah tanggal yang patut dicatat bagi para investor.


