Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Ruel Rilis ‘Kicking My Feet,’ Awal Babak Baru Lewat ‘The Suburbs’

Pernah merasa bingung saat memilih baju untuk kondangan sampai lemari berantakan? Atau mungkin pusing tujuh keliling saat memilih filter Instagram yang paling aesthetic dari ratusan opsi? Nah, bayangkan level kebingungan itu dikalikan seribu, dan itulah yang mungkin dirasakan Ruel saat harus menyeleksi 200 lagu untuk album terbarunya, Kicking My Feet. Musisi pop Australia berusia 22 tahun ini tidak hanya sekadar membuat album baru, melainkan melakoni maraton kreatif yang ekstrem, seolah-olah seluruh katalog streaming tiba-tiba menjadi bagian dari satu proyek. Memang, siapa yang tidak ingin menghasilkan karya terbaik, namun proses seleksi seperti ini mungkin bisa memicu krisis eksistensial bagi sebagian besar seniman.

Ketika 200 Lagu Berebut Slot di Album Baru

Ruel, musisi muda berbakat asal Australia, bersiap merilis album studio keduanya yang sangat dinantikan, Kicking My Feet, pada 17 Oktober mendatang. Album ini menjadi penerus dari debutnya, 4th Wall, yang sukses diluncurkan pada tahun 2023 lalu. Dengan rentang waktu yang tidak terlalu jauh, ekspektasi publik terhadap evolusi musikalitasnya tentu saja membubung tinggi, terutama setelah mendengar proses kreatif di baliknya. Ini bukan sekadar perilisan album biasa, melainkan sebuah pernyataan ambisius dari seorang seniman yang berani mengambil risiko.

Dalam sebuah pernyataan resminya, Ruel mengungkapkan keinginan kuatnya untuk mendorong batas kemampuannya di proyek kali ini. “Saya tahu saya ingin mendorong diri saya sendiri di album baru ini,” ujarnya, mengisyaratkan adanya tantangan besar yang sengaja ia ciptakan. Namun, ia sendiri terkejut dengan hasil akhirnya. Ia baru menyadari betapa jauh ia melangkah ketika tiba waktunya untuk menyelesaikan daftar lagu final.

Momen “pencerahan” itu datang saat ia harus menyeleksi lagu-lagu yang akan masuk. “Tidak sampai saya harus menyelesaikan daftar lagu, saya menyadari bahwa saya sebenarnya telah membuat lebih dari 200 lagu untuk Kicking My Feet,” ungkapnya. Angka 200 lagu ini tentu saja bukan jumlah yang main-main, bahkan mungkin bisa mengisi beberapa album sekaligus. Ini menunjukkan dedikasi dan intensitas yang luar biasa dalam proses penciptaan.

Bayangkan saja, menyusun playlist untuk perjalanan jauh saja kadang sudah bikin galau, apalagi memilih masterpiece dari 200 karya sendiri. Angka fantastis ini menggambarkan betapa melimpahnya ide dan eksplorasi musikal yang dilakukan Ruel selama proses pengerjaan album. Setiap nada dan lirik seolah bersaing ketat untuk mendapatkan tempat istimewa di hati para pendengar.

Proses ini juga menandai sebuah fase baru bagi perjalanan karier Ruel. Setelah sebagian besar tahun 2023 dihabiskan untuk tur, ia sempat merasa ragu apakah ia sudah siap untuk album keduanya. “Ketika saya mulai menulis lagi, setelah sebagian besar tahun 2023 dihabiskan untuk tur, saya tidak tahu apakah saya siap untuk album #2,” ia berbagi di Instagram. Perasaan ini umum dialami seniman setelah puncak kesuksesan awal.

Sebuah Lompatan Besar: Dari 4th Wall ke Kicking My Feet

Keraguan tersebut diperparah dengan fase transisi penting lainnya: penandatanganan kontrak dengan Giant Music. “Saya baru saja menandatangani kontrak dengan Giant Music, dan saya masih mencari tahu siapa yang ingin saya jadikan sebagai seorang artis,” jelasnya. Ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang identitas dan arah artistik di bawah naungan label baru. Pencarian jati diri ini menjadi fondasi yang kuat bagi seluruh album.

Dari tumpukan 200 lagu, salah satu permata yang berhasil lolos seleksi ketat adalah single terbarunya, “The Suburbs.” Lagu ini menghadirkan nuansa bluesy yang memikat, dipadukan dengan harmoni vokal hangat dan produksi yang terasa menggerakkan. Kombinasi elemen ini menciptakan sebuah pengalaman mendengarkan yang kaya dan mendalam, berbeda dari gaya pop yang mungkin diharapkan sebagian orang.

Lirik dalam “The Suburbs” seolah mengajak pendengar untuk merenung tentang makna rumah dan kesederhanaan. “Saya merasa nyaman di dekatmu/Lihat apa yang telah kamu lakukan padaku,” Ruel bernyanyi, menggambarkan rasa aman yang mendalam. Kemudian ia melanjutkan dengan visualisasi kehidupan yang tenang: “Saya bisa melihat kita di pinggiran kota/Keluar dari jalan tol/Selalu mengemudi di bawah 35 (mph)/Semacam membuat saya bertanya-tanya/Jika kita bisa meninggalkan dunia di belakang/Dan mendirikan kemah, menjalani kehidupan sederhana.”

Visi “kehidupan sederhana” di pinggiran kota ini sangat relevan dengan aspirasi banyak Gen Z dan milenial yang mendambakan ketenangan di tengah hiruk pikuk modern. Jauh dari hingar bingar kota besar, lirik ini menawarkan gambaran pelarian romantis menuju kedamaian. Lagu ini bukan hanya melodi yang indah, tetapi juga sebuah narasi tentang pencarian sanctuary pribadi.

“The Suburbs” dan “I Can Die Now”: Dua Sisi Koin yang Bikin Penasaran

Sebelum “The Suburbs” memikat telinga, Ruel telah merilis single “I Can Die Now” bulan lalu, yang cenderung lebih berorientasi pop. Judul yang terkesan dramatis ini memiliki narasi yang menarik di baliknya. Ruel sendiri mengakui adanya juxtaposition yang unik antara judul dan tema serta energi lagunya.

“Saya suka juxtaposition antara judul dan tema serta energi lagu – begitu Anda mendengarkannya, Anda akan tahu maksud saya,” katanya kala itu. Pernyataan ini jelas mengundang rasa penasaran, memancing pendengar untuk menyelami lirik dan aransemen guna menemukan makna tersembunyi. Seolah Ruel ingin memberikan teka-teki musik yang menyenangkan.

Respons terhadap “I Can Die Now” ternyata sangat positif dan mengharukan bagi Ruel. Dalam unggahan Instagram terbarunya, ia mengungkapkan rasa syukurnya. “Respons terhadap ‘I Can Die Now’ telah menjadi pengingat yang begitu menguatkan bahwa musik saya selalu menemukan jalannya ke orang yang tepat,” tulisnya. Ini menunjukkan koneksi emosional yang kuat antara sang artis dan para penggemar.

Melodi Jujur dari Ruel: Menemukan Diri di Antara Ratusan Nada

Kicking My Feet memang menjadi sebuah awal yang segar bagi Ruel, bukan hanya dalam konteks musikalitas, tetapi juga personal. Proses penulisan lagu untuk album ini adalah sebuah perjalanan introspeksi yang mendalam. Ia harus mencari dan menemukan kolaborator terdekat yang bisa memahami visinya.

Selain itu, Ruel juga tak henti-hentinya menulis dan menulis ulang lebih dari 200 lagu tersebut, mengejar ide-ide yang terasa lebih jujur dan nyata baginya dari sebelumnya. Proses yang melelahkan namun membuahkan hasil ini, mendorongnya untuk menurunkan penjaga dan mengatakan apa yang sebenarnya ia maksudkan. Ini adalah evolusi dari sekadar membuat lagu menjadi menyampaikan pesan yang tulus.

“Dan itulah album ini,” pungkasnya, “kumpulan lagu di mana saya berbagi hal-hal yang benar-benar, benar-benar saya maksudkan.” Pernyataan ini mempertegas bahwa Kicking My Feet bukan hanya sekumpulan melodi yang enak didengar, melainkan sebuah cerminan jiwa yang transparan. Album ini menjadi sebuah memoar musikal tentang pertumbuhan dan kejujuran.

Dengan dedikasi luar biasa yang menghasilkan lebih dari 200 lagu dan proses seleksi yang ketat, Kicking My Feet siap menjadi penanda penting dalam karier Ruel. Album ini bukan hanya bukti ambisinya yang tak terbatas, tetapi juga komitmennya untuk menghadirkan karya yang paling otentik dan jujur. Para penggemar, dan mungkin juga para penikmat musik baru, tentu tak sabar menanti 17 Oktober untuk menelusuri setiap jejak kaki musikal yang Ruel tinggalkan dalam perjalanan pencarian dirinya ini.

Previous Post

Assassin’s Creed Mirage: DLC Gratis Arab Saudi Segera, Dunia Baru Terbuka

Next Post

Kepatuhan Obat Kanker Oral Optimal: Hidup Lebih Bermakna

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *