Lupakan dulu debat kusir soal ekosistem tertutup yang katanya membelenggu. Samsung, sang raksasa teknologi yang tak pernah lelah mengusik ketenangan Apple, kini resmi meruntuhkan sebagian tembok itu. Fitur yang dulunya jadi jurus andalan iPhone untuk transfer file antar perangkat, yaitu AirDrop, kini hadir di lebih banyak Galaxy berkat evolusi Quick Share. Tapi, jangan terlalu euforia dulu, sebab belum semua ponsel Galaxy kebagian jatah istimewa ini, dan tentu saja, ada drama tersendiri di balik layar.
Ekspansi Big Bang ala Samsung: Dari Beta ke Kasta Lebih Tinggi
Momen peluncuran Galaxy S26 dengan One UI 8.5 berbasis Android 16 memang menjadi penanda era baru. Namun, bagi para pemilik perangkat Samsung yang usianya sedikit lebih senior, perjalanan menuju pembaruan terkini masih terjal dan penuh penantian. Ini berarti daftar ponsel Galaxy yang secara resmi dapat merasakan integrasi Quick Share-AirDrop yang baru saja dirilis, masih tergolong eksklusif. Setidaknya, untuk saat ini, daftar tersebut masih sangat minim, membuat beberapa pemilik perangkat merasa seperti terasingkan dari gegap gempita teknologi terbaru.
Kabar baiknya, Samsung tak tinggal diam melihat para penggunanya merana. Perusahaan ini akhirnya mengumumkan ketersediaan fitur AirDrop melalui Quick Share untuk jajaran ponsel andalan mereka di tahun 2024 dan 2025. Syaratnya? Tentu saja, perangkat tersebut harus sudah menjalankan pembaruan beta One UI 8.5. Pengumuman ini disampaikan beriringan dengan perluasan program beta yang kini mencakup lebih banyak model perangkat, bahkan termasuk seri Galaxy S23 yang beberapa waktu lalu dikabarkan ikut mendapatkan pembaruan ini, walau melalui jalur beta.
Berikut adalah daftar lengkap perangkat yang kini mendapatkan dukungan AirDrop melalui Quick Share dengan One UI 8.5 beta: Galaxy S25, Galaxy S25 Plus, Galaxy S25 Ultra, Galaxy Z Fold 7, Galaxy Z Flip 7, Galaxy S24, Galaxy S24 Plus, Galaxy S24 Ultra, Galaxy Z Fold 6, dan Galaxy Z Flip 6. Penting untuk dicatat, ketersediaan dan waktu peluncuran pembaruan bisa saja berbeda antar wilayah. Jadi, jangan heran jika dukungan Quick Share/AirDrop ini belum muncul di ponsel Anda seketika. Samsung sendiri mengindikasikan bahwa peluncuran akan dilakukan secara bertahap.
Jalan Berliku Menuju Interoperabilitas Universal
Di balik gegap gempita fitur baru yang mengusik dominasi Apple, terselip cerita tentang eksklusivitas yang masih membekas. Meskipun Galaxy S23, Galaxy S23 FE, Galaxy Z Fold 5, dan Galaxy Z Flip 5 kini sudah bisa mencicipi program beta One UI 8.5, mereka belum masuk dalam daftar perangkat yang secara resmi mendukung solusi berbagi file lintas platform ini. Belum ada konfirmasi apakah ini akan berubah di masa depan, namun untuk saat ini, fitur ini masih terbatas pada segelintir ponsel Pixel dan belasan perangkat Galaxy, termasuk seri Galaxy S26.
Memang benar, seri Galaxy S25 sudah menjadi bagian dari program beta One UI 8.5 sejak bulan Desember lalu. Namun, upaya Samsung untuk merangkul perangkat yang lebih tua tidak berhenti di situ. Perluasan besar pertama program beta di akhir bulan Maret lalu telah berhasil memasukkan jajaran perangkat unggulan pabrikan tersebut dari tahun 2024 ke dalam lingkaran pembaruan ini. Ini menunjukkan komitmen Samsung untuk terus mengembangkan ekosistem mereka.
Ekspansi terbaru ini mencakup seri Galaxy S23, Galaxy S23 FE, Galaxy Z Fold 5, Galaxy Z Flip 5, dan bahkan Galaxy A36 5G. Samsung menginformasikan bahwa pembaruan akan digulirkan secara bertahap di Amerika Serikat, Inggris, India, dan Korea Selatan. Lebih menarik lagi, perusahaan berjanji untuk menambahkan lebih banyak perangkat ke dalam program beta bulan ini, meskipun detail spesifiknya masih dirahasiakan. Ini tentu saja menambah rasa penasaran para pengguna setia Samsung.
Membongkar “Walled Garden” ala Samsung: Lebih dari Sekadar Transfer File
Kisah integrasi Quick Share-AirDrop ini bukan sekadar tentang memindahkan foto atau video dari ponsel ke tablet dengan lebih mudah. Ini adalah sebuah pernyataan strategis dari Samsung. Selama bertahun-tahun, ekosistem Apple yang tertutup, dengan AirDrop sebagai salah satu pilar utamanya, seringkali menjadi tembok penghalang bagi pengguna Android yang ingin berinteraksi mulus dengan perangkat Apple. Dengan menghadirkan solusi serupa, Samsung secara implisit menantang narasi superioritas ekosistem tertutup dan menunjukkan bahwa interoperabilitas antar platform bukanlah mimpi di siang bolong.
Langkah ini juga bisa diartikan sebagai upaya Samsung untuk menawan hati pengguna yang mungkin selama ini terombang-ambing antara dua kubu besar. Bagi pengguna yang memiliki perangkat dari kedua ekosistem, kehadiran fitur ini tentu sangat disambut baik. Bayangkan saja, kemudahan mengirimkan file tanpa perlu repot menggunakan layanan cloud atau kabel data, langsung dari satu perangkat ke perangkat lain, terlepas dari mereknya. Ini adalah kemenangan bagi kebebasan pengguna dalam memilih dan menggunakan perangkat teknologi mereka.
Namun, di balik layar, ada catatan penting yang perlu diingat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, belum semua perangkat Galaxy mendapatkan fitur ini. Keterbatasan ini, meskipun dapat dipahami mengingat kompleksitas pengembangan perangkat lunak, tetap saja menjadi titik kritis. Pengguna perangkat Galaxy yang lebih tua, yang mungkin tidak mendapatkan pembaruan beta atau bahkan pembaruan OS terbaru, masih harus bersabar atau mencari solusi alternatif. Ironisnya, perangkat yang justru diposisikan sebagai pembuka jalan, yaitu Galaxy S26, adalah yang paling diuntungkan, sementara perangkat yang lebih lama masih tertinggal dalam antrean.
Tantangan Terus Berlanjut: Siapa Selanjutnya yang Akan Bergabung?
Perluasan program beta One UI 8.5 yang mencakup lebih banyak perangkat Galaxy ini menunjukkan bahwa Samsung serius dalam upayanya menciptakan ekosistem yang lebih terbuka dan terintegrasi. Kemampuan berbagi file lintas platform ini, meskipun masih dalam tahap pengembangan dan belum sempurna, adalah langkah maju yang signifikan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen.
Namun, pertanyaan yang menggantung adalah: seberapa jauh Samsung akan melangkah dalam membuka diri terhadap ekosistem lain? Akankah fitur ini nantinya tersedia untuk semua perangkat Galaxy, tanpa terkecuali? Atau apakah ini hanya sebuah langkah awal yang strategis untuk menarik perhatian sebelum kembali merapatkan barisan ekosistem tertutup mereka sendiri? Waktu akan menjawab, tetapi setidaknya untuk saat ini, dunia teknologi menyaksikan sebuah pergeseran menarik yang diprakarsai oleh ambisi Samsung untuk mendobrak batasan.
Bagi para pengguna Samsung yang sudah tidak sabar untuk merasakan pengalaman berbagi file yang lebih mulus ini, langkahnya cukup sederhana. Buka aplikasi Samsung Members, cari spanduk khusus di halaman utama atau pemberitahuan yang tertunda, dan ikuti petunjuk untuk mengunduh perangkat lunak beta di perangkat Galaxy. Ingatlah, ini adalah jalur beta, jadi bersiaplah untuk menghadapi beberapa potensi bug atau ketidakstabilan. Namun, jika keberanian mengalahkan kewaspadaan, Anda bisa menjadi salah satu yang pertama merasakan bagaimana rasanya ‘menjatuhkan tembok’ dalam dunia perangkat seluler.


