Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Slade: Tur Terakhir Sang Legenda Rock Glam, Sentuhan Emosional Dave Hill di Usia 79

Pernah nggak sih, lagi asyik dengerin musik, tiba-tiba nyadar kalau lagu itu lebih tua dari umurmu? Nah, buat generasi Z yang baru lahir pas era reformasi, mungkin nggak kebayang kalau ada band yang sudah manggung dari zaman kakek-nenek masih pacaran. Tapi percayalah, Slade itu bukan sekadar band jadul, mereka adalah kapsul waktu yang bisa membawa kita ke era ketika dunia masih berwarna hitam putih (oke, ini agak lebay, tapi intinya gitu deh!).

Buat yang belum tahu, Slade adalah band glam rock asal Inggris yang ngetop banget di era 70-an. Musik mereka yang riang dan penuh semangat seolah jadi antitesis dari kondisi Inggris saat itu yang lagi dilanda krisis ekonomi dan politik. Bayangin aja, di tengah berita tentang pemogokan massal dan krisis energi, tiba-tiba muncul empat cowok dengan rambut gondrong, baju blink-blink, dan sepatu platform raksasa, nyanyiin lagu-lagu catchy dengan judul yang sengaja dibikin salah eja. Absurd, kan? Tapi justru itu yang bikin mereka dicintai.

Dan yang lebih gokil lagi, setelah lebih dari setengah abad berkarya, Slade masih eksis dan siap menggelar tur perpisahan! Ini seperti FF7 yang di-remake berkali-kali, tapi karakter utamanya masih Cloud Strife dengan rambut spike ikoniknya. Pertanyaannya, kenapa sih Slade masih relevan di era TikTok dan Spotify ini? Apa yang bikin musik mereka tetap asyik didengerin, bahkan oleh anak muda yang seharusnya lebih memilih Billie Eilish atau BTS?

Glam Rock: Lebih dari Sekadar Baju Blink-Blink

Banyak yang mengira glam rock itu cuma soal penampilan yang heboh dan lirik lagu yang nggak jelas juntrungannya. Padahal, di balik semua itu, ada semangat pemberontakan dan ekspresi diri yang kuat. Glam rock adalah bentuk perlawanan terhadap kemapanan dan norma-norma sosial yang kaku. Para musisi glam rock nggak peduli dengan apa kata orang, mereka bebas berekspresi lewat musik, penampilan, dan gaya hidup mereka.

Slade adalah salah satu contoh terbaik dari semangat glam rock tersebut. Mereka nggak takut tampil beda, bahkan cenderung norak. Tapi justru di situlah letak kekuatan mereka. Mereka berhasil menciptakan identitas yang unik dan langsung dikenali. Coba bayangin Dave Hill, gitaris Slade, dengan sepatu platform setinggi menara Eiffel dan wajah penuh glitter. Siapa yang bisa ngalahin kegokilannya?

Dan yang lebih penting lagi, musik Slade itu catchy banget. Lagu-lagu mereka seperti “Cum on Feel the Noize” dan “Merry Xmas Everybody” punya melodi yang nempel di kepala dan bikin kita pengen joget-joget nggak jelas. Musik mereka adalah soundtrack untuk pesta-pesta liar dan malam-malam penuh kebebasan.

1973: Tahun Penuh Kekacauan, Tahunnya Slade Bersinar

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tahun 1973 adalah tahun yang penuh dengan kekacauan di Inggris. Krisis ekonomi, pemogokan massal, dan terorisme menghantui masyarakat. Tapi di tengah semua itu, Slade justru berhasil mencuri perhatian dan menjadi simbol harapan bagi banyak orang.

Dave Hill, gitaris Slade, mengatakan bahwa musik mereka membawa keceriaan dan warna di tengah kegelapan. Musik mereka adalah pelarian dari kenyataan yang pahit. Musik mereka adalah ajakan untuk bersenang-senang dan melupakan masalah sejenak. Ini seperti main game RPG di tengah pandemi – kita bisa kabur dari dunia nyata dan masuk ke dunia fantasi yang penuh petualangan.

Dan yang menarik, Slade nggak cuma populer di kalangan anak muda. Musik mereka juga disukai oleh orang dewasa yang sudah lelah dengan berita-berita buruk. Musik mereka adalah jembatan yang menghubungkan generasi yang berbeda. Musik mereka adalah bukti bahwa kebahagiaan itu bisa ditemukan di mana saja, bahkan di tengah kekacauan.

Tur Perpisahan: Nostalgia atau Relevansi Abadi?

Setelah lebih dari setengah abad berkarya, Slade akhirnya memutuskan untuk menggelar tur perpisahan. Tentu saja, ini menjadi momen yang emosional bagi para penggemar setia mereka. Tapi apakah tur ini hanya sekadar nostalgia atau ada sesuatu yang lebih dari itu?

Menurut Dave Hill, musik Slade punya daya tarik yang abadi karena bisa membawa kita kembali ke masa-masa bahagia. Musik mereka adalah mesin waktu yang bisa mengembalikan kita ke masa muda, ketika dunia masih penuh dengan harapan dan impian. Ini seperti nonton film-film klasik – kita bisa merasakan kembali sensasi yang sama seperti saat pertama kali menontonnya.

Tapi di sisi lain, tur perpisahan ini juga bisa menjadi kesempatan bagi Slade untuk memperkenalkan musik mereka kepada generasi yang lebih muda. Siapa tahu, setelah nonton konser Slade, anak-anak muda zaman sekarang jadi tertarik dengan glam rock dan mulai mencari tahu band-band sejenis seperti T. Rex atau Sweet. Ini seperti main game retro – kita bisa menemukan harta karun yang tersembunyi di masa lalu.

Slade: Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu

Meskipun personelnya sudah nggak muda lagi dan zaman sudah berubah, Slade tetaplah band yang penting dalam sejarah musik rock. Mereka adalah pionir glam rock yang berhasil menciptakan identitas yang unik dan menginspirasi banyak musisi lain. Musik mereka adalah soundtrack untuk generasi yang penuh dengan semangat pemberontakan dan ekspresi diri.

Dan yang lebih penting lagi, musik Slade adalah bukti bahwa kebahagiaan itu bisa ditemukan di mana saja, bahkan di tengah kekacauan. Musik mereka adalah ajakan untuk bersenang-senang dan melupakan masalah sejenak. Musik mereka adalah hadiah yang tak ternilai harganya bagi kita semua.

Kenapa Noddy Holder Nggak Ikut Reuni? Drama Klasik!

Sayangnya, tur perpisahan Slade kali ini nggak akan menampilkan formasi lengkap. Noddy Holder, vokalis ikonik Slade, nggak ikut bergabung. Kenapa? Yah, namanya juga band, pasti ada drama internalnya. Dave Hill sendiri nggak mau terlalu membahas masalah ini, tapi yang jelas, reuni ini nggak mungkin terjadi. Ini seperti The Beatles tanpa John Lennon – tetap keren, tapi ada yang kurang.

Meskipun begitu, Dave Hill tetap optimis dengan tur perpisahan ini. Dia akan tampil bersama personel Slade yang baru dan membawakan lagu-lagu hits mereka dengan semangat yang sama seperti dulu. Dia ingin memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar setia mereka. Ini seperti main game online – meskipun ada pemain yang keluar, kita tetap bisa melanjutkan permainan dengan pemain yang baru.

Gitar Ikonik: Lebih Tua dari Pacar Mamamu!

Salah satu hal yang paling menarik dari Dave Hill adalah gitar ikoniknya. Gitar ini sudah menemani Dave sejak awal karier Slade dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang mereka. Gitar ini adalah simbol dari semangat glam rock dan kebebasan berekspresi.

Dave bercerita bahwa dia membeli gitar ini pada tahun 1967 setelah dibujuk oleh manajernya. Dia pergi ke London dan melihat gitar ini di etalase sebuah toko. Dia langsung jatuh cinta pada gitar ini dan meminta ayahnya untuk membelikannya. Ini seperti nemu skin langka di game online – langsung pengen dibeli meskipun harganya mahal.

Dan yang lebih gokil lagi, gitar ini masih berfungsi dengan baik hingga sekarang. Gitar ini adalah bukti bahwa kualitas itu nggak bisa dibohongi. Gitar ini adalah warisan yang tak ternilai harganya bagi Dave Hill dan Slade.

“Merry Xmas Everybody”: Lagu Natal yang Lebih Ngetop dari Santa Claus

Slade punya banyak lagu hits, tapi yang paling terkenal tentu saja “Merry Xmas Everybody”. Lagu ini adalah lagu Natal yang paling sering diputar di Inggris setiap tahunnya. Lagu ini adalah simbol dari semangat Natal dan kebersamaan.

Dave Hill bercerita bahwa lagu ini direkam berkat bantuan John Lennon. Saat itu, Slade sedang berada di New York dan punya waktu luang beberapa hari. Manajer mereka menghubungi John Lennon dan meminta izin untuk menggunakan studionya. John Lennon setuju dan memberikan kesempatan kepada Slade untuk merekam lagu Natal mereka. Ini seperti dapat buff dari pemain pro di game online – langsung jadi jagoan.

Dan yang lebih gokil lagi, lagu ini terus diputar setiap tahunnya sejak dirilis pada tahun 1973. Lagu ini adalah bukti bahwa musik yang bagus itu nggak akan pernah lekang oleh waktu. Lagu ini adalah warisan yang tak ternilai harganya bagi Slade dan dunia musik secara keseluruhan.

Akhir Sebuah Era, Awal dari Sebuah Legenda

Tur perpisahan Slade adalah akhir dari sebuah era, tapi juga awal dari sebuah legenda. Slade akan selalu dikenang sebagai salah satu band glam rock terbesar sepanjang masa. Musik mereka akan terus menginspirasi generasi-generasi mendatang. Dan semangat mereka akan terus hidup dalam hati para penggemar setia mereka.

Jadi, buat kalian yang belum pernah dengerin musik Slade, buruan deh dengerin. Siapa tahu, kalian jadi ketagihan dan mulai joget-joget nggak jelas di kamar. Dan buat kalian yang udah jadi penggemar setia Slade, jangan lewatkan tur perpisahan mereka. Ini adalah kesempatan terakhir untuk melihat mereka tampil di atas panggung. Siapa tahu, kalian bisa ketemu jodoh di sana. Eh, tapi siapa tahu aja sih…

Slade’s final tour starts November 28 in Hastings. For tickets and dates, visit davehillslade.com/tour-dates – Siapa tahu tiketnya masih ada, kan?

Previous Post

Corpse Party Batal Rilis: Gara-Gara Nggak Sesuai Aturan Nintendo Switch!

Next Post

Juara! Théophile Naël Ukir Nama di Grand Prix Macau, Lampaui Senna & Schumacher

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *