Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

SpaceX IPO: Miliaran Dolar di Angkasa, Masuk Akal Nggak Sih?

Siapa sangka, di saat pasar modal lagi deg-degan nungguin SpaceX go public, ada yang nyaranin buat mikir dua kali? Betul, nama besar Elon Musk dan janji misi ke Mars memang bikin kuping panas, tapi dompet investor kudu dingin. Ternyata, menilik valuasi yang digembar-gemborkan itu kayak menatap horizon jauh, bikin silau tapi belum tentu ada daratan. Ini bukan soal teknologi keren atau CEO nyentrik, ini soal akal sehat berinvestasi yang kadang terlupakan.

Bukan Sekadar Saham Biasa, Tapi Akal Sehat yang Luar Biasa

Bloomberg nyiarin kabar kalau SpaceX pasang target valuasi $1.75 triliun saat melantai di bursa, dengan target fundraising $75 miliar. Angka segitu bikin geleng-geleng kepala, menempatkan SpaceX di posisi kedelapan perusahaan paling bernilai sedunia. Di belakangnya ada Broadcom (AVGO) yang lagi meroket, dan bahkan di atas pabrik mobil listrik besutannya Musk sendiri, Tesla (TSLA). Sayangnya, dokumen pengajuan ke SEC masih abu-abu, alias dirahasiakan. Artinya, investor belum bisa intip ‘dapur’ keuangan SpaceX. Kalo beneran mau segitu harganya, SpaceX mesti nunjukkin angka pendapatan yang bikin mata melotot, bukan cuma janji manis.

Sebuah satelit melayang di atas Bumi.

Sumber gambar: Getty Images.

SpaceX bukan cuma imajinasi perjalanan antarplanet. Perusahaan ini sudah kenyang pengalaman meluncurkan satelit, roket, dan bahkan manusia ke luar angkasa. Impian Musk buat bawa manusia ke Mars pun bukan isapan jempol belaka. Pelanggan utamanya termasuk Departemen Pertahanan AS dan NASA, menjadikannya pemain privat terbesar di sektor antariksa Amerika Serikat. Bisnisnya ini bukan cuma tentang roket, tapi juga tentang konektivitas global lewat Starlink, yang sudah menjangkau jutaan pelanggan internet di seluruh dunia. Gabungan bisnis peluncuran roket dan Starlink diprediksi menghasilkan sekitar $20 miliar pendapatan di tahun 2026, dengan tambahan $1 miliar dari xAI, perusahaan AI besutan Musk yang baru saja merger dengan SpaceX. Tahun lalu saja, pendapatan SpaceX dilaporkan berkisar $15-16 miliar, dengan profit $8 miliar. Angka pendapatan $20 miliar di tahun 2026 jika dikalikan dengan valuasi $1.75 triliun, menghasilkan rasio price-to-sales 87. Angka ini, maaf-maaf kata, sungguh astronomis. Sebagian besar potensi pertumbuhan sepertinya sudah dimasukkan dalam valuasi tersebut. IPO dengan valuasi semacam ini seringkali melonjak di awal, lalu anjlok, meninggalkan investor ritel dengan ‘tas belanjaan’ kosong.

Cara Main Tren Antariksa Tanpa Terlalu Risiko

Buat yang kepincut investasi di sektor eksplorasi antariksa, ada opsi yang lebih aman daripada spekulasi IPO SpaceX. Coba lirik exchange-traded fund (ETF) bertema luar angkasa. Contohnya, Ark Space and Defense Innovation ETF (ARKX), Invesco Aerospace & Defense ETF (PPA), dan State Street SPDR S&P Aerospace & Defense ETF (XAR). Ketiga ETF ini punya portofolio di perusahaan-perusahaan yang terkait dengan eksplorasi antariksa, dan performanya sejauh ini mengungguli S&P 500.

Grafik ^SPX

^SPX data oleh YCharts

Salah satu keunggulan ETF ini adalah harganya yang terjangkau, seperti Ark ETF yang bisa dibeli hanya dengan $33. Semua ETF ini mudah diperdagangkan di pasar terbuka, memberikan eksposur ke berbagai saham di sektor antariksa dan pertahanan. Risiko investasi tersebar berkat diversifikasi dan kepemilikan saham di perusahaan yang sudah mapan. Ambil contoh Invesco ETF, yang punya saham raksasa seperti Boeing dan General Electric, tapi juga merambah ke Rocket Lab dan Planet Labs. Bagi investor yang lebih berani mengambil risiko, Ark ETF punya saham Rocket Lab dan Archer Aviation sebagai pegangan utamanya. Tunggu saja, begitu SpaceX resmi melantai, bukan tidak mungkin beberapa ETF ini akan turut mengakuisisi sahamnya, memberikan akses investasi dengan risiko yang lebih terkendali.

Previous Post

Zayn dan Louis: Drama Netflix Bangkitkan Duel 1D Lagi?

Next Post

Bug Legendaris Team Fortress 2: Programmer Pemula Taklukkan Masalah Sejak 2018

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *