Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Tafsir Alkitab Perjanjian Lama: Cari Yesus, Jangan Sekadar Dengar Cerita

Bagi sebagian orang, Alkitab Perjanjian Lama itu mungkin seperti menonton film bisu zaman dulu: gayanya agak aneh, bahasanya kuno, dan kadang bikin ngantuk. Tapi, jangan salah, Presiden Umum Sekolah Minggu, Paul V. Johnson, menegaskan bahwa inti dari semua studi kitab suci, termasuk Perjanjian Lama, adalah memperdalam keinsafan kepada Yesus Kristus. Bukan sekadar bacaan sejarah yang membosankan, melainkan sebuah peta harta karun yang menunjuk pada Sang Juruselamat, bahkan sejak zaman Adam. Kuncinya adalah memahami bahwa Injil Kristus sudah ada sejak awal mula, dan kesadaran ini akan mengubah cara pandang terhadap setiap ayat yang dibaca.

Presiden Johnson bersama kedua penasihatnya, Chad H. Webb dan Gabriel W. Reid, baru-baru ini berbagi pandangan mengenai pentingnya menggali Alkitab Perjanjian Lama. Mereka tidak hanya membahas alasan mengapa kitab ini layak dipelajari, tetapi juga bagaimana cara jitu untuk mengenali jejak Kristus di dalamnya. Setiap tahun, anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir menyoroti satu kitab suci, dan untuk tahun 2026, fokusnya tertuju pada Perjanjian Lama. Ini bukan sekadar jadwal tahunan, melainkan undangan untuk melihat kembali fondasi iman, di mana Kristus hadir jauh sebelum kelahiran-Nya yang tercatat di Perjanjian Baru.

Mengintip Jejak Sang Juruselamat di Zaman Purba

Brother Webb, Penasihat Pertama, menekankan bahwa Perjanjian Lama adalah saksi bisu peran pramortal Yesus Kristus, yaitu sebagai Yehuwa pada masa itu, dan juga sebagai Mesias yang akan datang. Jika tujuan utama mempelajari Perjanjian Lama adalah untuk menemukan Sang Juruselamat, maka kedalaman iman dan keinsafan kepada-Nya akan semakin terasah. Ini bukan tentang mencari cerita kepahlawanan kuno semata, melainkan menyingkap tabir ilahi yang membingkai kehidupan manusia.

Brother Reid, Penasihat Kedua, menambahkan bahwa Kristus hadir dalam kisah-kisah Perjanjian Lama, bahkan ketika nama-Nya tidak secara eksplisit disebutkan. Ambil contoh bahtera Nuh; ia menjadi gambaran Kristus, tempat berlindung dari “banjir kehidupan” bagi mereka yang membangun hubungan dengan-Nya. Kadang memang memerlukan sedikit usaha ekstra untuk melihat-Nya, namun Dia selalu ada, menanti untuk ditemukan.

Brother Webb lebih lanjut menjelaskan bahwa Sang Juruselamat dapat dilihat melalui berbagai “bayangan dan gambaran” (types and shadows) dalam Perjanjian Lama, serta melalui nubuat-nubuat tentang kedatangan Mesias. Para nabi Perjanjian Lama telah menyampaikan firman-Nya, dan Yesus sendiri di Perjanjian Baru dengan gamblang menunjukkan bagaimana nubuat-nubuat tersebut digenapi, memvalidasi kesaksian para nabi terdahulu.

Brother Reid juga menyoroti bagaimana Perjanjian Lama memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang perjanjian-perjanjian Allah, sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap Kitab Mormon. Tema-tema berulang seperti “perjanjian” dan “pembebasan” menjadi jangkar yang menghibur, mengingatkan akan kesetiaan-Nya yang tak tergoyahkan.

Prinsip-prinsip Jitu untuk Membaca Perjanjian Lama

Presiden Johnson mengingatkan bahwa orang-orang dalam Perjanjian Lama hidup ribuan tahun lalu, dalam kondisi yang sangat berbeda. Alih-alih menghakimi, lebih baik membuka hati dan pikiran untuk memahami konteks zaman mereka. Bagaimanapun, Tuhan berurusan dengan setiap generasi sesuai dengan kondisi mereka, dan hal yang sama berlaku untuk zaman sekarang. Sikap tidak menghakimi akan mempermudah penyerapan ajaran dari kitab ini.

Brother Webb mengemukakan tiga prinsip kunci dari sumber daya “Mengajar dalam Cara Sang Juruselamat” (Teaching in the Savior’s Way) yang sangat relevan untuk studi pribadi maupun pengajaran: fokus pada Yesus Kristus, mengajarkan doktrin, dan mengundang pembelajaran yang tekun. Pertanyaan fundamental yang perlu diajukan adalah, “Apa yang diajarkan kisah ini tentang Yesus Kristus? Siapa Dia, teladan-Nya, prinsip-prinsip yang dibahas, janji-janji-Nya, dan apa yang Dia tawarkan kepada individu yang berusaha mengikuti ajaran-Nya di Perjanjian Lama?”

Brother Reid menambahkan bahwa mempelajari tentang Yehuwa dari Perjanjian Lama semakin mendekatkan dirinya kepada Sang Juruselamat. Kecintaan dan penghargaan yang mendalam terhadap peran-Nya, Pendamaian-Nya, dan janji penebusan-Nya menjadi semakin nyata ketika melihat bagaimana rencana ilahi itu terbentang dari zaman ke zaman.

Perjanjian Lama, dengan segala kerumitan dan keunikannya, bukanlah sekadar koleksi cerita kuno. Ia adalah bukti kesaksian yang tak terbantahkan tentang Yesus Kristus, dari awal hingga akhir zaman. Dengan pendekatan yang tepat dan hati yang terbuka, kitab ini dapat menjadi sumber kekuatan, pemahaman, dan keinsafan yang mendalam, membimbing setiap individu untuk lebih dekat kepada Sang Juruselamat, sebagaimana Ia telah hadir dan bekerja sejak penciptaan dunia.

Previous Post

Deteksi Protein: Kunci Prediksi Kanker Usus, Mau Tahu Ampuh Atau Tidaknya Immunotherapy?

Next Post

Marvel Rivals: Bucky Disulap Jadi Tukang Pukul, Lawan Stun-Lock Makin Mudah!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *