Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Transformasi Fitness: Pria Ini Bakar Lemak & Bentuk Otot dengan Cara Simpel

Pernah nggak sih, saking semangatnya nge-gym, eh malah jadi kayak kulkas dua pintu? Bukannya six-pack, yang ada malah one-pack yang makin membuncit. Nah, Jared Wakeford, seorang warga London, pernah merasakan pahitnya terjebak dalam “perma-bulk” ini. Kedengarannya kayak jurus pamungkas di game RPG, tapi efeknya lebih mirip kena nerf dadakan.

Bayangkan, setiap hari dia harus menelan dada ayam hambar segunung Everest, demi mengejar protein 250 gram. Niatnya sih biar otot kekar kayak Ade Rai, tapi yang didapat malah lemak menggelambir kayak adonan donat. Frustrasi? Pasti. Tapi, Jared nggak menyerah begitu saja. Dia sadar, ada yang salah dengan “resep” nge-gym ala influencer yang selama ini dia ikuti.

Di awal tahun 2025, Jared memutuskan untuk membuang jauh-jauh nasihat dari para “guru” fitness dadakan di media sosial. Dia kemudian menyewa seorang personal trainer dan ahli gizi terdaftar. Tujuannya jelas: membakar lemak dan membangun otot sesuai dengan jadwal dan kondisi tubuhnya sendiri. Bukan lagi mengikuti pakem yang belum tentu cocok.

Hasilnya? Dalam 10 bulan, Jared berhasil memangkas lemak tubuhnya dari 20% menjadi 10%. Angka ini dia dapat dari timbangan pintar (yang memang nggak seakurat DEXA scan, tapi cukup oke lah buat lihat perkembangan). Selain itu, dia juga merasa lebih percaya diri, baik di dalam maupun di luar gym. Bahkan, dia sukses memberikan presentasi kerja yang penting setelah bertahun-tahun dihantui kecemasan berbicara di depan umum.

“Gue sampai cubit diri sendiri buat mastiin ini bukan mimpi,” kata Jared. “Ini beneran achievement banget buat gue.” Menurutnya, perubahan kecil seperti mencatat makanan dan olahraga, beralih ke latihan seluruh tubuh, dan makan lebih banyak karbohidrat sehat, adalah kunci suksesnya.

Jared sadar bahwa semua ini tentang konsistensi, akuntabilitas, dan keseriusan. Singkatnya, nge-gym itu kayak main game MOBA: butuh strategi, kerjasama tim (dengan trainer), dan latihan terus-menerus. Bukan cuma asal pencet tombol.

Full-Body Workout: Jurus Pamungkas Anti Mager

Sebelumnya, Jared mengaku rutin pergi ke gym, bahkan berjam-jam, tapi nggak ada hasil yang signifikan. Dia mengikuti workout split yang fokus pada dada, bahu, dan lengan. Sementara itu, leg day sering dia skip karena dianggap nggak penting. Padahal, kaki itu fondasi tubuh, bro! Sama kayak CPU di komputer, tanpa kaki yang kuat, performa keseluruhan jadi lemot.

Sekarang, Jared berlatih lima hari seminggu, sekitar satu jam setiap sesi. Dia juga berusaha jalan kaki sekitar 10.000 langkah setiap hari. Setiap sesi gym difokuskan untuk melatih seluruh tubuh. Dia sering menggunakan teknik superset untuk menghemat waktu – menggabungkan dua latihan tanpa istirahat di antaranya.

Rutinitas baru ini memprioritaskan “masuk dan keluar gym secepat mungkin, tapi tetap efektif,” kata Jared. Ibarat main speedrun di game, yang penting efisien dan tepat sasaran.

Menurut Adam Enaz, trainer Jared, latihan seluruh tubuh punya banyak manfaat kalau lo lagi berusaha membentuk badan dengan waktu terbatas. “Energi lo lebih banyak untuk setiap latihan, dan lo bisa melakukan lebih banyak volume. Ini nggak cuma bikin otot makin kekar, tapi juga membakar lebih banyak kalori,” jelasnya.

Jared juga sering mengakhiri latihannya dengan AMRAP (As Many Reps As Possible). Jadi, dia berusaha melakukan sebanyak mungkin repetisi atau putaran dalam waktu tertentu. Misalnya, tiga menit non-stop melakukan press atau chin-up. “Ini emang bikin mau muntah, tapi bagus banget buat nambahin semangat di akhir latihan. Jadi merasa udah ngasih yang terbaik dan keluar gym dengan perasaan puas,” ujarnya.

Bye-Bye Bro Meal! Halo Karbohidrat Sehat!

Dulu, waktu baru mulai nge-gym, Jared cuma makan dada ayam dan brokoli setiap hari. Para influencer fitness bilang, karbohidrat bisa menghancurkan semua usahanya. Tapi, dia merasa sengsara, kekurangan energi, dan mengalami masalah pencernaan. Hasilnya di gym juga nggak memuaskan.

Selain itu, dia juga nggak mencatat semua yang dia makan. Akibatnya, ngopi cantik di sore hari jadi penyumbang kalori dan karbohidrat kosong yang nggak disadarinya. “Gue cuma minum kopi susu dan makan kue tanpa mikir panjang,” katanya.

Setelah konsultasi dengan trainernya, Jared mengambil pendekatan yang lebih seimbang. Dia mengurangi asupan proteinnya menjadi sekitar 130 gram per hari (dari sebelumnya 250 gram). Jumlah ini sesuai dengan penelitian yang menunjukkan bahwa jumlah protein optimal untuk membangun otot adalah sekitar 0,7 gram per pon berat badan setiap hari.

Dengan begitu, dia punya lebih banyak ruang untuk mengonsumsi sumber karbohidrat sehat yang bisa meningkatkan energinya. Misalnya, buah untuk sarapan dengan yogurt Yunani, nasi dengan sayuran tumis dan ayam untuk makan siang, dan ramen atau pasta untuk makan malam.

Karbohidrat dari makanan utuh (bukan gula rafinasi) memberikan lebih banyak nutrisi dan energi yang stabil. Selain itu, kandungan seratnya juga bikin kenyang lebih lama dan menyehatkan usus. Ibarat main game, karbohidrat sehat itu kayak potion yang ngasih buff permanen, bukan cuma efek sementara.

Jared masih sesekali makan kue, tapi nggak sesering dulu. Sekarang, dia lebih menghargai setiap gigitan kue yang dia makan. Dia juga merasa lebih bebas untuk menikmati acara-acara spesial, seperti liburan ke Jepang baru-baru ini.

Diet Fleksibel: Kunci Anti Stres dan Tetap Waras

Jared merasa diet fleksibel ini membuatnya lebih mudah untuk bersosialisasi dan menikmati hidup. “Dulu gue merasa harus nyiksa diri sendiri, tapi ternyata nggak harus gitu,” katanya. “Yang penting buat gue sekarang adalah gue nggak merasa bersalah atau terbebani. Semuanya seimbang dan berhasil.”

Singkatnya, transformasi Jared Wakeford ini adalah bukti bahwa nge-gym itu bukan cuma soal angkat beban dan makan dada ayam. Tapi juga soal memahami tubuh sendiri, mencari informasi yang benar, dan konsisten dengan tujuan yang ingin dicapai. Jangan sampai kayak main game tanpa tutorial: bukannya menang, malah kena game over terus.

Previous Post

Mick Jagger: Kisah Sang Rocker Jadi Pelopor Streaming Olahraga, Kok Bisa?

Next Post

Anker Nebula Capsule 3: Bioskop Pribadi di Rumah dengan Diskon Black Friday

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *