Golden State Warriors kini sedang dilanda badai cedera yang sepertinya tak berkesudahan. Seolah tak cukup dengan kehilangan beberapa pemain kunci, tim ini justru kembali dihantam kabar buruk setelah kalah untuk keempat kalinya berturut-turut. Hasil 127-117 atas Minnesota Timberwolves semakin mempertegas kondisi tim yang sedang terkapar, menambah deretan pemain yang harus menepi. Situasi ini membuat sang pelatih, Steve Kerr, harus angkat suara mengenai krisis yang tengah melanda anak asuhnya.
Pertarungan melawan Timberwolves sendiri sudah diprediksi bakal sulit bagi Warriors. Terlebih lagi, kondisi tim yang compang-camping akibat badai cedera yang tak kunjung reda membuat prospek kemenangan semakin menipis. Kehilangan beberapa pilar utama, ditambah lagi ada pemain yang harus keluar di tengah pertandingan, membuat Warriors harus menelan pil pahit kekalahan keempat beruntun. Catatan 32-34 di klasemen sementara menjadi bukti nyata betapa beratnya musim ini bagi mereka.
Kondisi ini memaksa Kerr untuk angkat bicara. Ia mengakui bahwa timnya tengah berada dalam fase yang sangat berat. Pernyataannya kepada media terdengar lirih namun tegas, menyiratkan keprihatinan mendalam atas deretan pemain yang harus berjuang dengan kondisi fisik yang tidak prima. Lini pertahanan Warriors terlihat rapuh, dan serangan mereka pun tak lagi garang seperti biasanya.
Tak hanya performa di lapangan yang anjlok, daftar cedera pemain Warriors pun semakin memanjang. Dari pemain veteran hingga bintang muda, tak ada yang luput dari ancaman cedera yang seolah tak mengenal ampun. Situasi ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kerr dan tim pelatih untuk mencari solusi di tengah keterbatasan amunisi yang ada.
Badai Cedera Menghantam, Kerr Menghela Napas
Steve Kerr, dalam konferensi persnya, tidak bisa menutupi kekhawatirannya. Ia mengakui bahwa timnya sedang “melewati masa yang sulit”. Ungkapannya, “Kita sedang melaluinya, tentu saja,” menjadi pengakuan jujur akan situasi genting yang dihadapi tim. Ia menambahkan, “Kalian melihat betapa keras para pemain bermain [malam ini]. Tetap berjuang, membuat para penggemar bersemangat. Kita tidak bisa meminta lebih dari mereka saat ini, apa yang mereka berikan dalam hal upaya, dan bermain bersama. Kita benar-benar babak belur seperti tim mana pun yang bisa diingat.” Pernyataan ini menggambarkan betapa parahnya kondisi fisik para pemain.
Kerusakan yang terjadi pada tim ini bukanlah hasil instan. Dimulai dari hilangnya Jimmy Butler yang mengalami cedera ACL. Kehilangan seorang All-Star veteran seperti Butler saja sudah merupakan pukulan telak. Namun, mimpi buruk belum berhenti sampai di situ. Menyusul kemudian adalah cederanya Steph Curry, sang mantan MVP. Meskipun ada rencana kembalinya tahun ini, ia saat ini masih dalam masa absen 10 hari lagi, menambah daftar panjang pemain yang harus beristirahat.
Belum selesai dengan dua nama besar tersebut, Warriors kembali dibuat pusing dengan kabar mendadak mundurnya Draymond Green. Sang forward terpaksa absen karena mengalami nyeri punggung bagian bawah, memaksa tim untuk mencoretnya dari daftar pemain yang siap bertanding di menit-menit akhir. Ini adalah pukulan telak lainnya bagi kedalaman skuad.
Situasi semakin pelik dengan absennya De’Anthony Melton dan Quentin Post yang sempat terdaftar sebagai pemain yang siap bermain sebelum pertandingan dimulai. Quentin Post, secara spesifik, harus meninggalkan lapangan lebih awal tanpa kejelasan kapan ia bisa kembali. Ini menunjukkan betapa rapuhnya kondisi fisik para pemain yang tersisa.
“Yeah, we’re going through it… We’re about as beaten up as any team I can remember.”
Steve Kerr on the Warriors injuries— 95.7 The Game (@957thegame) February 28, 2026
Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya masalah cedera pada pemain yang bahkan tidak terdaftar dalam laporan cedera sebelum pertandingan. Seth Curry dan Al Horford, keduanya tidak memiliki catatan cedera sebelumnya, namun justru harus meninggalkan lapangan di tengah pertandingan. Horford mengalami cedera yang diduga di bagian bawah tubuh, dan tim mengonfirmasinya tidak bisa bermain lagi karena nyeri betis. Tak lama berselang, Seth Curry menyusul dengan masalah pada pangkal paha.
Akibat rentetan cedera ini, jadwal Warriors ke depan pun terlihat semakin menantang. Setelah libur pada hari Sabtu untuk memberikan waktu istirahat dan pemulihan bagi para pemain, perjalanan mereka tidak akan menjadi lebih mudah. Tim akan segera terbang ke East Coast untuk memulai rangkaian pertandingan tandang yang berat.
Perjalanan Penuh Duri, Jalan ke Depan Pun Terjal
Pertandingan pertama dari tur tandang ini akan digelar di Madison Square Garden melawan New York Knicks. Laga ini menjadi pembuka dari rangkaian back-to-back yang akan dilanjutkan di DC melawan Washington Wizards. Dengan kondisi skuad yang pincang, menghadapi tim-tim kuat di kandang lawan akan menjadi ujian mental dan fisik yang luar biasa bagi Warriors.
Performa Warriors dalam 10 pertandingan terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan hanya meraih tiga kemenangan. Hasil buruk ini membuat mereka merosot ke posisi kesembilan di klasemen Wilayah Barat. Mereka kini tertinggal dua gim dari Los Angeles Clippers, yang justru sedang dalam performa apik dengan empat kemenangan beruntun.
Posisi mereka semakin terancam oleh Portland Trail Blazers, yang kini menghuni zona Play-In. Warriors hanya memiliki keunggulan setengah gim dari Blazers. Jika badai cedera ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin posisi kesembilan ini akan segera direbut, dan Warriors akan semakin terperosok ke papan bawah klasemen.
Perjuangan Warriors musim ini ibarat mendaki gunung es tanpa alat bantu. Setiap langkah terasa berat, dan ancaman tergelincir selalu membayangi. Kerr harus berpikir keras bagaimana memotivasi para pemain yang tersisa untuk tetap berjuang semaksimal mungkin, sambil berharap keajaiban datang untuk memulihkan pemain-pemain yang cedera.
Semua mata tertuju pada bagaimana Warriors akan mengatasi krisis ini. Apakah mereka bisa bangkit dari keterpurukan, atau justru terperosok lebih dalam ke jurang kekalahan? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pertandingan ke depan, di mana setiap gim akan terasa seperti final bagi tim yang sedang dilanda nestapa ini.
Oleh Justin Grasso. Justin Grasso adalah reporter NBA yang meliput berita terbaru liga, transaksi, cedera, dan perkembangan pemain. Ia adalah jurnalis terverifikasi dengan pengalaman hampir satu dekade dalam akses orang dalam. Selengkapnya tentang Justin Grasso
Lebih Banyak Berita Heavy on Warriors
Memuat cerita lainnya


