Bayangkan dunia di mana petani tidak perlu lagi begadang memantau tanaman, di mana jagung dan padi kebal terhadap serangan penyakit mematikan, dan di mana sayuran tumbuh subur meski di tengah kekeringan. Kedengarannya seperti plot film fiksi ilmiah murahan? Tunggu dulu, karena Biographica, startup ambisius asal London, mencoba mewujudkannya. Mereka baru saja mendapatkan kucuran dana segar sebesar 9,5 juta dolar AS atau sekitar 150 miliar Rupiah. Iya, miliar. Bukan uang jajan anak kos.
Biographica: Dari Lab ke Ladang, dengan Sentuhan AI
Biographica, yang didirikan pada tahun 2022 oleh Cecily Price dan Dominic Hall, mengklaim diri sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan tingkat tinggi dan dunia pertanian yang seringkali dianggap ketinggalan zaman. Mereka menggabungkan keahlian dalam genetika, Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), dan biologi komputasi untuk mempercepat pengembangan varietas tanaman unggul. Intinya, mereka ingin membuat tanaman lebih kuat, lebih sehat, dan lebih produktif dengan bantuan teknologi.
Tapi, kenapa harus AI? Bukankah selama ini petani sudah cukup sukses dengan metode tradisional? Mari kita bedah sedikit masalahnya.
Proses pengembangan varietas tanaman baru itu rumit, mahal, dan memakan waktu. Bayangkan seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami, hanya saja jeraminya adalah jutaan kemungkinan kombinasi genetik dan jarumnya adalah gen yang tepat untuk menghasilkan tanaman yang kita inginkan. Selama ini, para ilmuwan mengandalkan intuisi, uji coba acak, dan analisis data yang memakan waktu. Hasilnya? Tingkat keberhasilan di bawah 1%. Artinya, dari seribu percobaan, hanya satu yang berhasil. Sisanya? Zonk.
CRISPR: Gunting Genetik yang Butuh Pemandu
Teknologi CRISPR, yang memungkinkan kita mengedit gen dengan presisi tinggi, seharusnya menjadi solusi. Tapi, CRISPR hanyalah sebuah gunting. Ia tidak bisa memberi tahu kita gen mana yang harus dipotong dan bagaimana caranya. Ibarat memberikan pisau bedah canggih kepada orang yang buta huruf. Bisa-bisa malah terjadi malpraktik genetik.
Di sinilah Biographica masuk. Mereka mengklaim bahwa platform AI mereka dapat mengidentifikasi gen-gen penting dan memberikan instruksi tentang cara mengeditnya dengan tepat. Dalam uji coba dengan perusahaan benih terkemuka, mereka berhasil menemukan target gen 12 kali lebih cepat daripada metode tradisional. Bahkan, mereka juga menemukan target gen baru yang terlewatkan oleh metode konvensional. Klaim yang cukup berani, bukan?
Membongkar Kotak Hitam: Cara Kerja AI Biographica
Lalu, bagaimana cara kerja AI Biographica? упрощенно, mereka menggunakan knowledge graphs dan machine learning untuk memprediksi gen mana yang paling berpengaruh, bagaimana mereka berinteraksi dengan gen lain, dan gen mana yang menjadi target terbaik untuk diedit. Mereka melatih model AI dengan data genomik dari berbagai sumber dan terus menyempurnakannya dengan hasil eksperimen. Model ini kemudian digunakan untuk memprediksi gen yang paling mungkin memengaruhi sifat tanaman dan merancang metode edit yang sesuai.
Proses ini mirip dengan cara kerja AI di bidang farmasi. Alih-alih mencoba-coba obat secara membabi buta, AI membantu para ilmuwan menemukan target obat yang tepat dan memprediksi efek sampingnya. Dengan kata lain, Biographica ingin membawa disiplin yang sama ke dunia pertanian.
Validasi Komersial: Lebih dari Sekadar Janji Manis
Salah satu kunci keberhasilan Biographica dalam mendapatkan pendanaan adalah validasi komersial. Mereka telah menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar seperti BASF dan Cibus. Kemitraan ini tidak hanya memberikan sumber pendapatan, tetapi juga berfungsi sebagai bukti bahwa teknologi mereka benar-benar berfungsi di dunia nyata.
“Mampu mengatakan bahwa kami memiliki kontrak dengan beberapa perusahaan benih terbesar secara global, itu sangat membantu, terutama dengan beberapa cara kontrak dan proyek awal itu disusun, karena mereka juga berfungsi sebagai beberapa validasi teknis,” kata Cecily Price, CEO Biographica.
Platform Agnostik: Fleksibilitas di Atas Segalanya
Salah satu keunggulan Biographica adalah platform mereka yang bersifat agnostik terhadap tanaman dan sifat. Artinya, mereka dapat bekerja dengan berbagai jenis tanaman dan sifat, mulai dari sayuran hingga sereal. Ini berbeda dengan banyak perusahaan lain yang fokus pada tanaman atau sifat tertentu. Fleksibilitas ini memberi Biographica keunggulan kompetitif yang signifikan.
“Banyak perusahaan benih dan pemuliaan besar menggunakan AI dan ML secara internal, tetapi mereka seringkali disesuaikan dengan tanaman dan sifat yang sangat spesifik, sedangkan platform Biographica agnostik terhadap tanaman dan sifat,” kata Price.
Dari Teori ke Lapangan: Tantangan di Depan Mata
Meskipun Biographica telah mencapai kemajuan yang signifikan, masih ada tantangan besar di depan mata. Validasi teknis sejati dalam bidang genetika tanaman adalah proses yang memakan waktu bertahun-tahun. Selain itu, AI hanyalah alat. Ia tetap membutuhkan data yang berkualitas dan interpretasi yang tepat dari para ahli.
Mimpi Masa Depan: Panen Raya dengan Bantuan AI
Namun, potensi Biographica sangat besar. Jika mereka berhasil mewujudkan visi mereka, kita bisa melihat revolusi di dunia pertanian. Tanaman yang lebih kuat, lebih sehat, dan lebih produktif dapat membantu kita mengatasi masalah ketahanan pangan dan perubahan iklim. Mungkin suatu saat nanti, kita bisa melihat sawah yang dipenuhi robot-robot cerdas yang memantau dan merawat tanaman dengan presisi tinggi. Kedengarannya seperti mimpi, tapi mimpi itu bisa jadi kenyataan dengan bantuan AI.
Dengan dana segar yang baru didapatkan, Biographica berencana untuk memperluas pengumpulan data, memperluas platform AI mereka ke sifat tanaman baru, dan memperdalam hubungan komersial di seluruh industri benih. Apakah mereka akan berhasil? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, kita patut mengawasi perkembangan perusahaan ini. Siapa tahu, mereka adalah kunci untuk masa depan pertanian yang lebih baik.
Jadi, Kapan Bisa Makan Tomat Rasa Cokelat?
Biographica menjanjikan revolusi di dunia pertanian dengan AI. Tapi, jangan terlalu berharap bisa langsung makan tomat rasa cokelat atau durian tanpa duri dalam waktu dekat. Pengembangan varietas tanaman baru tetaplah proses yang panjang dan kompleks. Namun, dengan bantuan AI, proses ini bisa dipercepat dan ditingkatkan secara signifikan. Siapa tahu, mimpi-mimpi aneh tentang tanaman ajaib bisa jadi kenyataan suatu saat nanti. Kita tunggu saja kejutan dari Biographica.


