Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Assassin’s Creed: Bos Ungkap Kepergiannya dari Ubisoft Bukan Keputusannya!

Dalam dunia Assassin’s Creed, pergantian kekuasaan ternyata lebih dramatis dari sekadar tikam-menusuk ala era Renaissance. Marc-Alexis Côté, sang nahkoda yang membawa kapal Assassin’s Creed berlayar selama 15 tahun, mendadak “dipaksa turun” dari jabatannya. Ibarat lagi asyik main game terus tiba-tiba controller-nya dicabut paksa, begitulah kira-kira situasinya.

Pergantian Nakhoda yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Kabar ini sontak bikin kaget para penggemar dan juga internal Ubisoft. Soalnya, Côté baru saja memperkenalkan era baru Assassin’s Creed dengan Shadows sebagai salah satu proyek andalannya. Tapi, layaknya plot twist di film-film thriller, ternyata ada intrik di balik layar yang nggak kalah seru dari misi-misi pembunuhan di dalam game.

Melalui unggahan di LinkedIn, Côté menegaskan bahwa kepergiannya bukanlah kemauan sendiri. Ubisoft memutuskan untuk menempatkan seseorang yang lebih “selaras” dengan struktur organisasi baru mereka. Sebuah posisi lain sempat ditawarkan, tapi Côté merasa posisinya tak lagi memiliki “scope, mandate, atau continuity” yang sama. Singkatnya, Côté merasa nggak lagi jadi kapten kapal yang punya kendali penuh.

Bayangkan saja, 15 tahun berdedikasi untuk sebuah franchise, lalu tiba-tiba diminta minggir karena alasan “ketidakselarasan”. Rasanya seperti karakter utama yang tiba-tiba diganti di tengah-tengah serial favorit kita. Bikin bertanya-tanya, “Lho, kok gini?

Vantage Studios dan Ambisi Tencent: Ada Apa di Balik Layar?

Usut punya usut, perubahan ini berkaitan dengan Vantage Studios, unit bisnis baru Ubisoft yang didukung oleh investasi dari raksasa teknologi Tencent. Vantage Studios punya ambisi besar untuk mengembangkan Assassin’s Creed dan franchise besar lainnya. Untuk mencapai ambisi tersebut, mereka butuh tim kepemimpinan yang benar-benar sejalan dengan visi mereka.

Pertanyaannya, kenapa Côté dianggap tidak “sejalan”? Apakah ini soal perbedaan visi kreatif? Atau ada faktor lain yang lebih kompleks? Kita tahu, industri game adalah bisnis besar, dan di balik setiap keputusan besar, selalu ada kepentingan yang saling bertubrukan. Sama kayak lagi main game strategi, setiap langkah punya konsekuensi dan setiap pemain punya agenda masing-masing.

Côté sendiri mengaku tidak menyimpan dendam pada Ubisoft. Baginya, Ubisoft sudah seperti rumah sendiri selama karirnya. Tapi, ia merasa perlu menjelaskan situasinya kepada tim dan para penggemar. Bahwa ia tidak pergi begitu saja, melainkan “diminta untuk minggir”. Sebuah pengakuan yang jujur dan menyentuh.

Assassin’s Creed Tanpa Côté: Apa yang Akan Terjadi?

Lantas, apa yang akan terjadi pada Assassin’s Creed tanpa Côté? Ubisoft tentu akan mencari pengganti yang sepadan. Seseorang yang bisa membawa franchise ini ke arah yang diinginkan oleh Vantage Studios dan Tencent. Tekanan pasti besar, mengingat Assassin’s Creed adalah salah satu aset terbesar Ubisoft.

Para penggemar pun tentu berharap yang terbaik. Mereka ingin Assassin’s Creed tetap menjadi game yang seru, inovatif, dan penuh dengan cerita yang menarik. Mereka tidak ingin perubahan kepemimpinan ini justru membuat kualitas game menurun. Kita semua tentu nggak mau kan, game kesayangan kita jadi korban “ketidakselarasan” visi?

Dari Software Engineer Hingga Nakhoda: Perjalanan Karir Côté di Ubisoft

Perjalanan karir Côté di Ubisoft sendiri cukup panjang dan berliku. Ia bergabung pada tahun 2005 sebagai seorang software engineer. Ia mulai terlibat dalam seri Assassin’s Creed sejak Brotherhood. Kemudian, ia mendapatkan peran yang semakin penting dalam proyek-proyek seperti Assassin’s Creed 3, Black Flag DLC Freedom Cry, Assassin’s Creed Syndicate, dan Assassin’s Creed Odyssey.

Puncaknya, pada Maret 2022, Côté dipercaya untuk memimpin pengembangan Assassin’s Creed secara keseluruhan. Ia yang menyusun rencana untuk berbagai proyek Assassin’s Creed, termasuk Shadows, Hexe, dan sebuah proyek multiplayer baru. Ia juga yang membela franchise ini saat terjadi kontroversi seputar Assassin’s Creed Shadows.

Côté: Antara Star Trek dan Kapten Kapal Assassin’s Creed

Dalam pernyataannya, Côté menyebut dirinya sebagai “kapten kapal Assassin’s Creed“, yang terinspirasi dari Star Trek (TNG!). Seorang kapten yang hanya akan meninggalkan kapal setelah memastikan semua awaknya aman. Sebuah metafora yang menggambarkan dedikasi dan tanggung jawab yang ia rasakan terhadap franchise ini.

Sayangnya, dalam dunia korporat, kadang kala seorang kapten harus “turun takhta” demi kepentingan yang lebih besar. Meski pahit, Côté tampaknya menerima keputusan ini dengan lapang dada. Ia tetap berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Ubisoft. Sebuah sikap yang patut diacungi jempol.

Lalu, Bagaimana Nasib Black Flag Remake?

Dengan perubahan kepemimpinan ini, muncul pertanyaan tentang nasib proyek-proyek Assassin’s Creed yang sedang berjalan. Salah satunya adalah Black Flag remake yang sangat dinantikan. Apakah proyek ini akan tetap berjalan sesuai rencana? Atau akan ada perubahan arah yang signifikan?

Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, para penggemar akan terus memantau perkembangan Assassin’s Creed. Mereka berharap franchise ini tetap menjadi sumber hiburan dan inspirasi, meski tanpa kehadiran Côté sebagai nahkoda.

Kita tunggu saja kejutan apa lagi yang akan dihadirkan oleh Ubisoft dan Vantage Studios. Siapa tahu, di balik pergantian kepemimpinan ini, ada rencana besar yang akan membuat Assassin’s Creed semakin mengguncang dunia game. Atau malah sebaliknya? Well, namanya juga industri game, penuh dengan kejutan dan intrik yang nggak ada habisnya. Mirip kayak lagi main Assassin’s Creed itu sendiri, penuh misteri dan plot twist!

Previous Post

Komunikasi Bank Kolaps: SRB Buka Konsultasi Publik, Apa Dampaknya?

Next Post

Pulp Dibikin Ngakak! Subtitle Miss Marple Muncul di Penampilan Mercury Prize?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *