Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Astronaut Scott Tingle Pimpin Kantor NASA: Siap Pimpin Misi Artemis ke Bulan

Bayangkan ini: kamu lagi asyik main game, tiba-tiba listrik mati. Gelap gulita. Frustrasi? Pasti. Tapi, tenang, NASA baru saja mengangkat Scott Tingle sebagai kepala kantor astronot. Jadi, kalau listrik mati, mungkin dia bisa bantu benerin dari luar angkasa. Siapa tahu kan, sekalian promosiin PLN di galaksi lain.

Seriusan, Scott Tingle, seorang veteran penerbangan luar angkasa dan mantan kapten Angkatan Laut AS, resmi menjabat sebagai kepala kantor astronot di Johnson Space Center NASA, Houston, mulai 10 November lalu. Dengan pengalaman lebih dari 4.500 jam terbang di 51 pesawat berbeda dan pernah jadi insinyur penerbangan di Stasiun Luar Angkasa Internasional, Tingle punya kualifikasi yang, ya, lumayan lah.

Sebagai kepala astronot, Tingle bertanggung jawab atas manajemen sumber daya dan operasi astronot. Dia juga akan membantu mengembangkan operasi kru penerbangan astronot dan membuat penugasan kru untuk misi penerbangan luar angkasa di masa depan, termasuk misi Artemis ke Bulan. Artinya, kalau kamu punya mimpi jadi astronot, dialah orang yang menentukan nasibmu. Tekanan batin, cekrek!

Dari Laut ke Luar Angkasa: Transformasi Karir yang Bikin Iri

Vanessa Wyche, Direktur Johnson Space Center, mengucapkan selamat kepada Tingle atas penunjukannya. Dia juga berterima kasih kepada Joe Acaba atas pengabdiannya. Acaba sendiri telah menyelesaikan tugas mempersiapkan korps astronot untuk misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dan mengintegrasikan keahlian mereka untuk mengembangkan teknologi masa depan. Jadi, intinya, Acaba udah nyiapin jalan, Tingle tinggal nerusin.

Tingle, yang lahir di Randolph, Massachusetts, terpilih sebagai astronot NASA pada tahun 2009. Dia memegang gelar sarjana teknik mesin dari Southeastern Massachusetts University dan gelar master teknik mesin dari Purdue University di West Lafayette, Indiana. Artinya, dia bukan cuma jago terbang, tapi juga jago ngitung. Paket komplit, bund!

Sebelum bergabung dengan NASA, Tingle bekerja untuk The Aerospace Corporation di El Segundo, California, sebagai staf teknis di departemen propulsi. Dia ditugaskan sebagai perwira angkatan laut pada tahun 1991 dan menyelesaikan karir yang gemilang, mencapai pangkat kapten sebelum pensiun. Jadi, sebelum jadi astronot, dia udah jadi kapten kapal. Dari laut ke luar angkasa, kurang epic apa coba?

Misi Terakhir: Enam Bulan di Luar Angkasa, Lebih Lama dari Hubunganmu

Tingle terakhir bertugas sebagai insinyur penerbangan di stasiun luar angkasa, menghabiskan lebih dari enam bulan di orbit selama Ekspedisi 54/55. Dia adalah insinyur penerbangan dan pemimpin Segmen Operasional Amerika Serikat untuk misi tersebut, yang diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur dengan pesawat ruang angkasa Soyuz pada 17 Desember 2017, dan berakhir dengan pendaratan pada 3 Juni 2018. Enam bulan di luar angkasa, mungkin lebih lama dari hubungan terakhirmu. Sad but true.

Sejak kembali ke Bumi, Tingle telah mendukung Kantor Astronot dalam berbagai peran, termasuk dukungan misi, kepemimpinan teknis, dan kegiatan kesiapan kru. Artinya, dia udah balik dari liburan panjang (eh, kerja deng) dan siap mengemban tugas baru. Semoga aja dia nggak lupa bawa oleh-oleh dari luar angkasa.

Joe Acaba: Dari Astronot ke Penasihat, Jabatan Baru yang Lebih Strategis?

Tingle menggantikan astronot NASA Joe Acaba, yang telah menjabat sebagai kepala kantor astronot sejak Februari 2023. Acaba sendiri telah beralih ke staf direktur pusat, di mana dia memberikan nasihat teknis tentang perencanaan dan strategi misi di NASA Johnson. Dalam peran barunya, dia memimpin keselarasan pusat dengan rencana strategis NASA dan prioritas penerbangan luar angkasa manusia, mendukung tujuan tenaga kerja STEM, dan memajukan kolaborasi dengan ruang komersial, akademisi, dan mitra pemerintah lainnya. Intinya, Acaba naik jabatan, dari “tukang terbang” jadi “tukang mikir”. Mungkin dia capek kena macet di luar angkasa.

Dengan pengangkatan Tingle dan transisi Acaba, NASA menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan program luar angkasa. Tingle, dengan pengalaman militernya, diharapkan bisa membawa disiplin dan kepemimpinan yang kuat. Sementara Acaba, dengan pengetahuan teknisnya, diharapkan bisa memberikan arahan strategis yang tepat. Jadi, bisa dibilang, NASA punya *dream team* baru.

Artemis: Misi ke Bulan yang Lebih Serius dari Sekadar Liburan

Salah satu tugas utama Tingle adalah mempersiapkan astronot untuk misi Artemis ke Bulan. Misi ini bukan sekadar liburan ke Bulan, tapi juga langkah penting untuk membangun koloni manusia di sana. Jadi, kalau kamu punya rencana buka warung kopi di Bulan, siap-siap aja saingan sama NASA.

Misi Artemis juga melibatkan pengembangan teknologi baru, seperti roket dan pesawat ruang angkasa yang lebih canggih. NASA bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti SpaceX untuk mewujudkan hal ini. Jadi, ini bukan cuma urusan pemerintah, tapi juga bisnis. Siapa tahu, Elon Musk tertarik buka cabang Starlink di Bulan.

Masa Depan Penerbangan Luar Angkasa: Bukan Cuma Buat Orang Kaya

Penerbangan luar angkasa bukan lagi mimpi kosong. Dengan adanya program seperti Artemis, impian manusia untuk menjelajahi tata surya semakin dekat. Tapi, tantangannya adalah membuat penerbangan luar angkasa lebih terjangkau dan inklusif. Jangan sampai cuma orang kaya yang bisa jalan-jalan ke Bulan.

Kepemimpinan Baru, Harapan Baru: Semoga Nggak Cuma Jadi Simbol

Pengangkatan Scott Tingle sebagai kepala kantor astronot NASA adalah momen penting. Dia membawa pengalaman, keahlian, dan visi yang dibutuhkan untuk memimpin program luar angkasa di masa depan. Tapi, yang terpenting, dia harus bisa menginspirasi generasi muda untuk bermimpi lebih tinggi. Semoga dia nggak cuma jadi simbol, tapi juga agen perubahan.

Jadi, sambil nunggu listrik nyala, mari kita doakan Scott Tingle sukses menjalankan tugasnya. Siapa tahu, suatu hari nanti, kita bisa ngopi bareng di Bulan. Asal jangan lupa bawa termos sendiri, ya.

Previous Post

WhatsApp Rilis Fitur “About” Ala Instagram Notes: Apa Artinya Bagi Kita?

Next Post

Golden Joystick Awards 2025: ‘Expedition 33’ Sabet GOTY, Xbox Raih Dua Penghargaan!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *